Kisah Petinggi Polwan Afghanistan Diburu Taliban, Pernah Dipukul & Ditendang
Seorang wanita bernama Gulafroz Ebtekar mengaku sedang menjadi target buruan Taliban. Mantan petinggi polwan Afghanistan itu juga menyatakan pernah disiksa oleh anggota kelompok ekstrimis tersebut bahkan ia dan keluarganya dijatuhi hukuman mati. Gulafroz pun meminta pertolongan dari Barat untuk membantunya kabur dari Taliban.
Minta Tolong Lewat Video
Sebelum Taliban menguasai negaranya, Gulafroz Ebtekar adalah mantan ketua investigasi kriminal di Kabul yang dikenal aktif mengampanyekan hak-hak wanita. Karena profesi dan jabatannya, hidup wanita 32 tahun tersebut sedang terancam. Dalam sebuah video, ia menceritakan ketakutannya dan memohon agar bisa keluar dari Afghanistan.
"Aku dulu adalah salah satu polisi wanita paling senior di Afghanistan. Aku melakukan semuanya untuk mendukung wanita masuk polisi, melawan perintah-perintah dari Taliban. Sekarang hidupku dalam bahaya. Benar-benar berbahaya. Tolong bantu aku dan keluargaku," ungkapnya dengan wajah pucat dilansir New York Post.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
gulafroz ebtekar Foto: Instagram @gulafroz_ebtekar |
Memohon ke Beberapa Negara
Gulafroz merasa bahwa hidupnya dalam bahaya sesaat setelah Taliban menguasai Afghanistan. Ia lalu mencoba meminta pertolongan dari diplomat Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara dari Barat lain. Sayangnya, wanita itu tidak mendapatkan balasan meski menurutnya mereka tahu kondisinya. "Aku mulai mengirim email pada 18 Agustus tapi tidak menerima satu balasanku sejak itu," kata Gulafroz.
Dikatakan jika Gulafroz sudah berusaha untuk meminta bantuan AS dengan menunjukkan identitas dan posisinya dalam kepolisian tapi sayangnya tidak sempat dibawa terbang. Ia juga memohon bantuan Rusia namun pasukan mereka hanya membawa orang-orang dari negara mereka.
Kini Gulafroz memohon agar negara lain bisa membantunya mendapatkan visa untuk keluarga Afghanistan. Apalagi setelah mendengar rekannya Banu Nagar yang dipukul dan ditembak dalam kondisi hamil delapan bulan.
Pernah Dipukul dan Ditendang Taliban
Ia sendiri pernah menjadi korban kekejaman Taliban. Wanita itu mengaku dipukul dan ditendang di bandara Kabul ketika mencoba untuk kabur dari Afghanistan.
"Aku menghabiskan lima malam di pintu gerbang bandara Kabul tanpa air atau roti dengan hujan peluru dan dikelilingi Taliban. Aku menyaksikan kematian banyak anak dan wanita. Aku mengirim pesan ke kedutaan dari banyak negara untuk menyelamatkan diriku sendiri dan keluarga tapi semua gagal.
Kariernya Dihancurkan Taliban
Sayangnya Taliban menghancurkan impian dan perjalanan karier Gulafroz. "Situasinya berubah dalam satu hari. Taliban memukulku dengan tangan, boots, senjata, bahkan batu," cerita Gulafroz.
gulafroz ebtekar Foto: Instagram @gulafroz_ebtekar |
"Aku bermimpi ingin mengubah cara orang-orang hidup di Afghanistan, terutama para wanita di kepolisian. Dan aku telah melakukannya. Ketika aku kembali ke tanah kelahiranku, aku mendapat pekerjaan di Kementerian Dalam Negeri dan sebentar lagi mendapat posisi tinggi. Aku menjadi Ketua Investigasi Kriminal dari Kementerian Dalam Negeri Afghanistan," ujarnya.
Sebelumnya Taliban mengaku akan menghormati hak-hak wanita. Tapi menurutnya, Taliban tidak akan pernah berubah. Mereka tidak akan mengizinkan wanita bekerja dan berpartisipasi dalam publik dan hidup bebas seperti sebelumnya.
"Aku wanita pertama di Afghanistan yang lulus dari akademi kepolisian dengan gelar master dan memegang posisi tinggi. Setelah aku, ada 4.000 wanita masuk ke universitas kepolisian. Aku tidak takut berbicara terbuka karena tidak ada tersisa dariku. Negara Afghanistan sudah tidak ada, tidak ada kebebasan. Aku selalu memperjuangkan kehidupan normal di negara ini. Jika sekarang tidak ada kehidupan, mengapa aku takut?" ujarnya.
Pakaian Pria
Bingung Cari Sepatu Anak yang Praktis? Coba Adidas Tensaur Ini
Pakaian Pria
Cari Kaos Casual yang Stylish? Cek ADIDAS Distressed Graphic Tee Ini
Pakaian Wanita
Hijab Lebih Rapi dengan Ciput Silikon Anti Geser, Ini 3 Rekomendasinya!
Home & Living
Rekomendasi 3 Toples Kue Lebaran Estetik! Cocok untuk Nastar, Kastengel, dan Aneka Kue Kering
Profil Gandes Nawangsari, Mental Health Educator yang Dimintai Saran Gen Z
Sejarah Hari Perempuan Internasional 8 Maret & Alasan Diperingati Tiap Tahun
50 Ide Caption Hari Perempuan Internasional untuk Media Sosial, Penuh Makna
Tema Hari Perempuan Internasional 2026 dan Maknanya, Yuk Pakai Baju Ungu
50 Ucapan Selamat Hari Perempuan Sedunia untuk Sahabat dan Rekan Kerja
Kristi Noem, Menteri 'Barbie' yang Dituduh Selingkuh hingga Dipecat Trump
Viral Artis China Pakai Tas Kresek Disangka Barang Branded, Begini Faktanya
Pakai Bedak di Badan Kembali Viral, Body Care Jadul yang Bikin Wangi Seharian
Ramalan Zodiak 9 Maret: Aries Pemasukan Lancar, Gemini Sulit Raih Peluang












































gulafroz ebtekar Foto: Instagram @gulafroz_ebtekar
gulafroz ebtekar Foto: Instagram @gulafroz_ebtekar