Taliban Pecut Orang-orang yang Pakai Jeans dan Baju Kebaratan di Jalan

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 26 Agu 2021 15:15 WIB
Taliban fighters patrol as two Traffic policemen stand, left, in Kabul, Afghanistan, Thursday, Aug. 19, 2021. The Taliban celebrated Afghanistans Independence Day on Thursday by declaring they beat the United States, but challenges to their rule ranging from running a country severely short on cash and bureaucrats to potentially facing an armed opposition began to emerge. (AP Photo/Rahmat Gul) Foto: AP/Rahmat Gul
Jakarta -

Beberapa waktu viral gaya hype beast para pasukan Taliban saat 'bertugas'. Meski tidak punya seragam khusus, mereka terlihat pakai outfit mahal yang diperkirakan mencapai ratusan juta. Kontras dengan hal tersebut, orang-orang Afghanistan kebanyakan dilarang untuk bergaya kebaratan. Laporan menyebutkan jika banyak warga di sana yang dipecut karena pakai celana jeans.

Pasukan Taliban dilaporkan melarang warga Afghanistan untuk tampil 'kebarat-baratan' seperti memakai jeans karena dianggap tidak menghormati Islam. Para tentara pun tak segan untuk memecutkan senjata mereka ketika melihat penampakan tersebut di jalan. Seperti dikutip dari Telegraph, laporan anak-anak muda di media sosial mengungkap mereka bisa ditodong pistol karenanya.

Sebuah unggahan baru-baru ini mengungkap sekelompok pria muda yang sedang berjalan di Kabul didatangi tentara Taliban karena gaya busana mereka. Dua diantaranya berhasil melarikan diri dan yang lainnya ditodong senjata selagi mereka dipukul dan dipecut di jalan.

Gaya Pasukan TalibanGaya Pasukan Taliban Foto: Twitter

Mengenai hal ini, pihak Taliban telah memberikan pernyataan. Dilansir koran Etilaatroz, mereka memang masih menentukan aturan berbusana untuk para pria. Dikatakan jika Taliban tidak mengizinkan busana bergaya kebaratan atau modern dan akan meminta masyarakat mengenakan baju tradisional Afghanistan. Karena itu, pemakaian jeans dilarang.

Dilaporkan bahwa aturan berbusana serupa diterapkan pula untuk orang asing. Telegraph melaporkan beberapa waktu lalu aseorang jurnalis dipukuli karena tidak mengenakan baju khas Afghanistan yang serupa terusan menutupi hingga lutut dan dipadukan dengan celana.

Setelah Taliban kembali berkuasa kehidupan di Afghanistan mulai berubah. Tak hanya hidup dengan ketakutan, mereka juga diminta untuk mengubah cara berpakaian. Pada rezim sebelumnya, wanita diminta untuk mengenakan burqa atau busana yang menutupi seluruh tubuh termasuk bagian wajah. Dilaporkan jika karena itu harga burqa langsung meningkat dua kali lipat karena itu.

Pada rezim sebelumnya di era 90an, orang-orang Afghanistan yang kelihatan tidak memakai busana sesuai aturan relijius bukan hanya ditangkap atau dipukul tapi dibunuh.

(ami/ami)