Viral Verificator
Viral Aksi Wanita Penakluk Tong Setan di Sumut, Lawan Gravitasi Demi Nafkah
Deru mesin motor yang memekakkan telinga dan aroma gas buang yang menyengat tak sedikit pun menyurutkan nyali seorang wanita muda saat memacu kuda besi di lintasan vertikal ekstrem.
Di tengah riuh pasar malam di Sumatera Utara, sosoknya menjadi pusat perhatian saat melakukan atraksi Tong Stand atau yang lebih populer dikenal masyarakat lokal sebagai "Tong Setan".
Dengan ketenangan luar biasa, ia melawan gravitasi, melesat miring di dinding kayu setinggi belasan kaki, membuktikan bahwa profesi penuh risiko ini bukan lagi dominasi kaum Adam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak sekadar mencari nafkah, aksi berani wanita ini merupakan perpaduan antara keterampilan teknis tingkat tinggi dan mental baja. Setiap putaran yang ia lakukan menuntut keseimbangan presisi dan keberanian untuk tetap stabil di atas kecepatan tinggi agar motor tidak terjatuh dari dinding tegak lurus.
Penonton yang memadati pinggiran atas tong seringkali dibuat menahan napas saat melihatnya sesekali melepas tangan dari kemudi atau sekadar menyapa penonton sembari terus berputar, menjadikan pertunjukan tradisional ini terasa jauh lebih emosional dan mengagumkan bagi siapa saja yang menyaksikannya.
"Stending😂," tulis akun Instagram @dirasaragih1.
Postingan aksi ekstrem wanita itu viral sudah ditonton lebih dari 6,1 juta kali di Instagram. Tak sedikit netizen yang memberikan pujian untuk aksi wanita penakluk wahana tong setan itu.
"Baru sadar gak ada rem kaki dan tangan👏," takjub pengguna Instagram @zuanda_muhammad.
"Kerennnn bgt
ngga ada remnya lagii😭😭," kaget akun @nbl.arly.
"Kereeeen.....kalian HEBAT!! "🔥🔥🔥perjuangan yg tidak mudah untuk sesuap nasi....pokoknya toop banget... sehat selalu," timpal akun @dhenyza7652.
Konfirmasi Wolipop
Sosok di balik kemudi motor yang viral tersebut adalah Dira Artha Mevia Saragih. Di usianya yang baru menginjak 22 tahun, wanita yang akrab disapa Dira Saragih ini memiliki kehidupan ganda yang kontras.
Jika sehari-hari ia bergelut dengan estetika digital sebagai seorang social media specialist, maka di waktu lain, domisili Balige/Tampubolon, Sumatera Utara, ini bertransformasi menjadi penantang maut di lintasan wall of death.
Kisah keberaniannya dimulai sejak tahun 2019. Dira menjelaskan bahwa beraksi di dinding vertikal bukan sekadar soal nyali, melainkan perhitungan fisik yang matang. Ia mengawali aksi dengan start dari bawah untuk membangun momentum.
"Akselerasi ke dinding vertikal, pada kecepatan 40-50km/jam, agar bisa menahan motor supaya tidak terjadi yang tidak diinginkan," ungkap Dira saat menjelaskan teknik rahasianya tetap menempel di dinding kayu saat diwawancara Wolipop.
Tantangan terbesar bagi Dira bukan hanya kemiringan dinding, melainkan tuntutan variasi kendaraan yang tak jarang menguji adrenalinnya.vDira terbiasa menerima permintaan pengunjung untuk mengendarai berbagai jenis motor secara langsung, mulai dari motor bebek, Ninja, CRF, hingga Vespa.
"Di saat pengunjung menantang jokinya mengendarai sepeda motor yang tidak spek nya, contohnya Vespa, tanpa latihan kita harus siap menerima tantangan tersebut," kenang Dira mengenai kesulitan yang sering dihadapinya di arena.
Bagi Dira, setiap putaran di atas motor adalah bentuk pembuktian diri. Ia ingin menunjukkan bahwa kesuksesan hanya milik mereka yang berani bertindak. Kepada generasi muda, ia menitipkan pesan kuat agar tidak hanya diam dalam angan-angan.
"Hidup itu butuh tantangan, jangan takut melangkah sebelum mencoba. Dunia tidak butuh sekedar mimpi, dunia butuh bukti dan eksekusi," tegasnya menutup percakapan.
(gaf/eny)












































