Curhat Ratu Kecantikan yang Didiskriminasi Saat Kerja karena Terlalu Cantik

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 11 Nov 2020 18:30 WIB
maria thattil Foto: Instagram @mariathattil
Jakarta -

Banyak orang mengaku mendapat diskriminasi di dunia kerja karena penampilan. Tapi sepertinya hal tersebut bukan hanya terjadi pada mereka yang fisiknya dianggap kurang memenuhi standar saja. Seorang model mengaku bahwa ia sering menerima perlakuan tidak menyenangkan dalam dunia profesional justru karena berwajah cantik dan pintar makeup.

Model yang juga ratu kecantikan asal Australia bernama Maria Thattil mengungkap pengalaman kurang menyenangkannya karena berwajah cantik. Maria mengaku jika berkat tersebut malah kadang menjadi penghalangnya dalam bekerja. Wanita 27 tahun itu merasa jika penampilan menarik justru membuat imejnya buruk.

"Aku diberi tahu ketika magang, saat aku baru saja memulai karier, bahwa kamu perlu bersikap ekstra baik pada orang karena kamu cantik, karena mereka akan berpikir kamu bodoh," katanya mengenai perkataan seorang senior wanita.

maria thattilmaria thattil Foto: Instagram @mariathattil

Miss Universe Australia 2020 yang baru dimahkotai bulan lalu itu juga mengingat seorang atasan pria pernah berkomentar jika bajunya terlalu glamour dan makeup-nya terlalu tebal. Ada juga orang yang menganggapnya dapat pekerjaan karena si pewawancara tertarik padanya. Padahal ia diwawancarai lewat telepon oleh dua orang wanita.

Maria sebenarnya mengerti jika orang akan menilai orang yagn belum dikenal berdasarkan penampilan. Namun menurutnya banyak persepsi yang salah mengenai wanita dan penampilan mereka.

maria thattilmaria thattil Foto: Instagram @mariathattil

"Jika kita melihat wanita sebagai pemimpin, yang tegas dalam membuat keputusan, dia dinilai mungkin tidak punya empati dan sedikit sulit. Jika ada wanita cerdas yang pintar dan ambisius, dia pasti tidak cantik, sensual, dan kreatif. Kita membuat kesimpulan mengenai orang berdasarkan pengetahuan yang terbatas, berdasarkan label, stereotip, dan kurangnya representasi," katanya.

Meski begitu Maria memang mengakui bahwa penampilan cantik memang sebuah privilege. Karena itu, ia merasa penting untuk berbicara mengenai diskriminasi terhadap penampilan yang bisa terjadi pada siapa pun. Miss Universe Australia 2020 tersebut kecewa karena pandangan seperti itu jadi mengaburkan etika kerja dan nilai-nilai yang diterapkannya.

Selain jadi ratu kecantikan, Maria yang kuliah S1 di jurusan psikologi dan S2 di jurusan personalia itu kini bekerja sebagai perekrut di kantor pemerintahan. Ia juga masih aktif di media sosial sebagai blogger dan influencer.



Simak Video "Gemas! Melihat Anjing-anjing Melenggang Cantik Bak Model"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)