ADVERTISEMENT

Review: Berkunjung ke Kafe Viral di Ubud, Tempatnya Instagramable Tapi...

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 06 Jan 2023 17:38 WIB
Kafe While You Are Here Ubud Bali While You Are Here Ubud, Bali. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)
Ubud -

Suatu siang di Ubud, Bali, menjelang hari pergantian tahun, cuaca terasa cerah dari biasanya di bulan penuh hujan. Waktu yang tepat untuk menikmati suasana alam Ubud yang asri di kafe terbuka.

Kami memilih WYAH alias While You Are Here, kafe yang langsung nge-hype saat dibuka setahun lalu. Setidaknya demikian euforia yang muncul dari media sosial. Rasa penasaran pun tergugah untuk menjajalnya langsung.

Is it worth the hype?

Dari sekian banyak unggahan yang wara-wiri di lini masa, foto WYAH sukses bikin perhatian tertuju padanya berkat bentuk bangunannya yang unik. Sepintas seperti beberapa sarang lebah beda tinggi yang berdiri berdampingan.

Ditambah lagi, bangunan WYAH menyesuaikan dengan lahannya yang melandai dan lokasinya yang berada tengah tikungan tajam sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

Kafe While You Are Here Ubud BaliWhile You Are Here (WYAH) di Ubud, Bali. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Walau tidak berada di pusat Ubud, WYAH mudah dijangkau dengan bantuan Google Maps atau aplikasi sejenisnya. Sempat timbul rasa khawatir soal parkiran mengingat WYAH berada di pinggir jalan yang lumayan sempit. Untungnya, tersedia lahan khusus untuk parkir mobil dan motor di seberang dan pinggir kafe.

Sulit untuk memungkiri, hampir setiap sudut di WYAH sangat fotogenik alias Instagramable. Sayangnya saat kami datang, sedang ada proyek renovasi yang polusi udara dan suaranya cukup mengganggu.

Kafe While You Are Here Ubud BaliUniknya seating area di WYAH Ubud yang bertingkat ke bawah. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

"Dapur lagi diperluas, lalu mau tambah seating area juga," kata seorang staf sembari menunjuk area konstruksi yang berada di belakang kasir.

Tamu tidak terlalu ramai sehingga tersedia beberapa meja yang lowong. Pilihan kami jatuh di semacam rooftop yang selantai dengan tempat kasir dan pintu masuk utama.

Kafe While You Are Here Ubud BaliArsitektur yang unik membuat setiap sudut While You Are Here sangat fotogenik. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Alih-alih mengarah ke atas, lantai WYAH justru bertingkat ke bawah mengikuti kontur tanah. Meja kami berada di atap dari seating area di lantai bawah.

Tak ada atap pelindung, rooftop tersebut hanya berpayungkan dedaunan rindang dari pepohonan yang berdiri di sekitaran WYAH. Teduh! Beruntung cuaca cerah saat itu. Hanya saja angin Desember yang cukup kencang sesekali membuat resah karena khawatir membawa debu-debu dari proses renovasi ke makanan dan minuman.

Menunggu Lebih dari 20 Menit

Mungkin karena restoran tidak terlalu ramai (kami tiba setelah jam makan siang), pengunjung bisa langsung datang tanpa perlu reservasi (WYAH menyertakan tautan khusus untuk reservasi di Instagram-nya).

Di sini, diterapkan sistem pesan dan langsung bayar di kasir, seperti tempat ngopi kebanyakan walau menu makanan dan minuman yang ditawarkan sangat beragam. Tak cuma pilihan kopi serta bakery, WYAH juga memiliki pilihan minuman seperti mocktail dan jus buah, lalu makanan berat seperti sushi hingga nasi campur.

Kafe While You Are Here Ubud BaliPassion Fruit Mojito, Sunset Ubud, Fun Jungle, dan Strawberry Mojito di WYAH Ubud. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Sembari menunggu pesanan datang, kami memanfaatkan waktu untuk berfoto. Tanpa terasa, sudah hampir setengah jam berlalu, tapi pesanan tak kunjung tiba. Menu beverages dan appetizer yang biasanya disajikan lebih awal saja belum muncul di hadapan mata.

Seorang staf meminta maaf atas keterlambatan tersebut sembari menginformasikan bahwa keterbatasan kapasitas dapur WYAH menjadi penyebabnya. Itu mengapa mereka sedang membangun dapur baru demi memaksimalkan pelayanan.

Pesanan kami terdiri empat minuman, sebuah hidangan pembuka, dan empat makanan utama.

Kafe While You Are Here Ubud BaliKorean French Fries (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Korean French Fries mengawali pengalaman kuliner di WYAH. Pecinta kuliner Korea dengan sensasi kombinasi rasa manis dan asin, hidangan ini tak boleh dilewatkan. Porsinya cukup untuk sharing berempat.

Untuk memuaskan dahaga, minuman segar seperti Passion Fruit Mojito, Sunset Ubud, Fun Jungle, dan Strawberry Mojito jadi andalan. Presentasi keempatnya menarik buat dipamerkan di media sosial, tapi penampilan Fun Jungle yang paling unik.

Minuman ini terdiri dari campuran double shot espresso khas WYAH, ekstrak mixberry, semangka, dan jeruk nipis. Racikan tersebut lalu dituangkan ke gelas wine klasik terpisah yang di atasnya berhiaskan gumpalan gulali.

Kafe While You Are Here Ubud BaliHidangan WYAH Gastronomy. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Di jajaran makanan, Nasi Tangkap Khas Aceh, Nasi Campur Jimbaran, WYAH Gastronomy, dan WYAH Signature Burger menjadi pilihan.

Berdasarkan informasi di menu, WYAH Gastronomy merupakan hidangan spesial untuk merayakan ulang tahun pertama WYAH.

Pramusaji menyajikan makanan ini dalam kondisi tertutup lembaran putih tipis yang mirip tissue. Ia lalu membakarnya, dan terungkaplah kombinasi porsi-porsi kecil dari ikan red snapper (kakap merah) panggang, sirloin steak, udang dan cumi goreng.

While You Are Here UbudNasi Campur Jimbaran di While You Are Here Ubud (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Sayangnya, presentasi ala-ala gastronomy itu tidak diimbangi dengan kualitas rasa. Daging sirloin sangat alot. Untungnya, makanan laut masih bisa disantap tanpa hambatan.

Kalau mau 'bermain aman', makanan khas Indonesia boleh dilirik. Nasi Campur Jimbaran hadir dengan nasi yang dicampur kecombrang yang meninggalkan sensasi gurih di lidah. Tiga jenis sambal yang menyertainya makin menggugah selera.

Di kunjungan WYAH Ubud ini, kami menghabiskan Rp 625.000. Sepadan? Mungkin akan terasa demikian kalau pelayanan dan kualitas makanan bisa ditingkatkan lagi.



Simak Video "Potret Jokowi Beli Sepatu Kets Corak Tenun di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)