Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Perbedaan Skincare Comedogenic dan Non-comedogenic, Kenali agar Tak Jerawatan

Anggi Mayasari - wolipop
Sabtu, 30 Mei 2026 09:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Skincare Gen Z
Foto: Getty Images/JLco - Ana Suanes
Jakarta -

Masih banyak orang yang bingung memilih produk perawatan wajah, karena istilah comedogenic dan non-comedogenic sering muncul pada label skincare. Yuk! Ketahui perbedaan skincare comedogenic dan non-comedogenic biar tak jerawatan.

Memilih produk perawatan wajah tidak bisa dilakukan secara asal. Kamu harus mulai lebih teliti membaca label kandungan sebelum membeli produk, termasuk memahami istilah yang sering muncul pada kemasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Istilah skincare comedogenic dan non-comedogenic sebenarnya bukan hal baru di dunia kecantikan. Namun, masih banyak pengguna skincare yang belum memahami makna maupun pengaruhnya terhadap kesehatan kulit.

Apa Arti Skincare Comedogenic?

Jika kamu melihat istilah "comedogenic" pada label produk, ini berarti produk tersebut dapat menyebabkan komedo. "Komedo adalah pori-pori atau folikel rambut yang umumnya memiliki penumpukan bakteri, minyak, dan sel kulit mati dan dapat menjadi faktor penyebab jerawat," menurut dermatologist Vivian Chin seperti dilansir dari Byrdie.

ADVERTISEMENT

Komedo hitam dan komedo putih bukanlah satu-satunya potensi dampak negatif dari produk comedogenic. "Zat-zat ini juga berpotensi melemahkan lapisan pelindung kulit pada beberapa jenis kulit, yang mengakibatkan peradangan dan memperburuk kondisi kulit yang sudah ada," tambah Dr. Melanie Palm.

Menurut Dr. Palm, bahan-bahan komedogenik tertentu mungkin bermanfaat bagi orang dengan kulit dehidrasi dengan menawarkan tingkat kelembapan yang lebih tinggi. Namun, produk komedogenik bukanlah pilihan terbaik untuk orang dengan kulit yang rentan berjerawat.

Apa Arti Skincare Non-Comedogenic?

Obat Jerawat Tretinoin

Foto: Getty Images/Yuliya

Banyak produk diberi label "non-comedogenik." Menurut Dr. Palm, "Ini memberi tahu konsumen bahwa setiap bahan dalam produk perawatan kulit bersifat non-komedogenik, artinya bahan tersebut cenderung tidak menyumbat pori-pori."

Bahan-bahan non-comedogenic dalam produk perawatan kulit dirancang untuk menghindari penyumbatan pori-pori dan mencakup sebagian besar sabun, asam hialuronat, peptida, antioksidan, dan bahan-bahan berbasis air lainnya. Ia menjelaskan bahwa meskipun produk non-komedogenik, tetap berhati-hati saat memperkenalkan produk baru ke dalam rutinitas harian kamu.

"Penting untuk dicatat bahwa meskipun suatu produk mengandung bahan-bahan non-komedogenik, produk tersebut masih dapat menyebabkan jerawat atau peradangan tergantung pada jenis kulit atau kondisi kulit yang ada," tambah Palm.

Apa Itu Bahan-bahan Skincare Comedogenic?

Sunscreen Non Comedogenic

Foto: Dok. Brand

Banyak bahan perawatan kulit yang berbeda dapat menyebabkan pori-pori tersumbat. Bahan perawatan kulit komedogenik cenderung mengandung lebih banyak bahan kimia atau komponen berbasis minyak.

"Beberapa bahan komedogenik yang paling umum meliputi beeswax, minyak kelapa, mentega kakao, minyak sawit, petroleum, ekstrak alga yang diberi label alginat, asam polisakarida rumput laut, dan dimetikon, polimer berbasis silikon yang sering digunakan dalam tabir surya," jelas Dr. Palm

Apa Itu Bahan-bahan Skincare Non-Komedogenik?

Jika kamu memiliki kulit yang rentan berjerawat, dermatologist menyarankan untuk mencari produk dengan bahan-bahan non-komedogenik. Bahan skincare non-comedogenic biasanya asam beta-hidroksi (BHA), asam alfa-hidroksi (AHA), bakuchiol, dan adapalene.

"Orang dengan kulit berminyak dan berjerawat umumnya harus memilih produk dengan asam beta-hidroksi, yang dapat mengurangi minyak berlebih atau bahan-bahan seperti benzoil peroksida," jelas Dr. Chin.

Orang dengan jerawat atau yang rentan terhadap pori-pori tersumbat sebaiknya menghindari bahan-bahan perawatan kulit komedogenik. Mereka yang memiliki kulit kombinasi juga harus berhati-hati dengan bahan-bahan komedogenik karena mereka memiliki ukuran pori yang berbeda di area berminyak dan kering.

"Pori-pori yang lebih besar di area berminyak lebih rentan tersumbat, sehingga bahan-bahan komedogenik lebih mungkin menyebabkan jerawat di area tersebut," kata Dr. Palm.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads