Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Mengenal Oatzempic, Tren Diet Oat yang Diklaim Hasilnya Setara Ozempic

Almira Riva Az Zahra - wolipop
Senin, 09 Feb 2026 14:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Minuman oatmeal dan jeruk nipis/lemon.
Minuman oatmeal dan jeruk nipis/lemon. Foto: Getty Images/MurzikNata
Jakarta -

Berat badan kerap menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rasa percaya diri. Tak heran jika berbagai tips dan trik menurunkan berat badan terus bermunculan di media sosial, salah satunya di TikTok.

Belakangan, metode diet berbasis oat ramai diperbincangkan. Metode ini bahkan diklaim memiliki efek serupa dengan Ozempic, obat medis yang digunakan di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Dari sinilah istilah Oatzempic muncul.

Di media sosial, banyak orang mengklaim campuran oat dengan air atau susu, ditambah perasan jeruk lemon-kadang dilengkapi madu atau kayu manis-mampu menurunkan berat badan secara signifikan. Namun, benarkah klaim tersebut didukung oleh sains?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oatzempic Sama dengan Ozempic?

Perbedaan antara Ozempic dan Oatzempic sebenarnya cukup jelas. Ozempic, atau semaglutide, merupakan obat golongan GLP-1 yang diberikan melalui suntikan dan telah melalui uji klinis. Obat ini bekerja dengan memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar serta kadar gula darah, dan digunakan dalam pengobatan diabetes tipe 2.

Sementara itu, Oatzempic pada dasarnya hanyalah campuran oat dengan air atau susu. Minuman ini tidak memengaruhi hormon maupun sistem metabolisme tubuh seperti Ozempic.

ADVERTISEMENT

Lalu, bagaimana dengan klaim penurunan berat badan hingga belasan kilogram yang ramai dibagikan di media sosial?

"Segala hal tentang oat sangat sehat dan sangat baik untuk tubuh," kata Kathleen Zelman, MPH, RDN, seorang ahli gizi, seperti dilansir WebMD.

Oat memang kaya serat, terutama beta-glukan, yang membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Saat sarapan dengan oat, rasa lapar cenderung tertahan sehingga porsi makan di waktu berikutnya bisa berkurang.

Namun, efek ini sebenarnya juga bisa diperoleh dari makanan tinggi serat lain dengan kalori rendah. Singkatnya, penurunan berat badan terjadi karena asupan kalori yang lebih sedikit, bukan karena oat bekerja layaknya obat medis.

Apa Kata Sains dan Ahli Gizi?

Para ahli sepakat bahwa menambahkan jeruk lemon ke dalam oat tidak memberikan manfaat khusus untuk menurunkan berat badan. Meski demikian, oat dan jeruk lemon tetap tergolong makanan sehat.

Hingga kini, belum ada studi klinis khusus yang meneliti efektivitas minuman Oatzempic sebagai metode penurunan berat badan.

Yang sudah terbukti secara ilmiah, oat membantu meningkatkan rasa kenyang, mendukung pengendalian gula darah, serta menjaga kadar kolesterol. Konsumsi oat dapat membantu program penurunan berat badan jika diimbangi dengan pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang rutin.

Ahli gizi juga mengingatkan agar Oatzempic tidak dianggap sebagai 'obat kurus' dengan hasil instan. Mengandalkan minuman ini sebagai sarapan utama secara terus-menerus berisiko membuat tubuh kekurangan protein dan nutrisi penting lainnya.

Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa Oatzempic mampu menurunkan berat badan tanpa perubahan gaya hidup secara keseluruhan.

Jika ingin menurunkan berat badan secara sehat dan berkelanjutan, kuncinya tetap sama: pola makan bergizi seimbang, aktif bergerak, dan istirahat yang cukup. Bila tertarik mencoba metode diet tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi, serta tidak mudah tergoda oleh tren atau klaim berlebihan di media sosial.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads