Viral Tren Potong Bulu Mata Pria Agar Terlihat Lebih Maskulin, Ini Risikonya
Bulu mata panjang selama ini kerap dianggap sebagai salah satu daya tarik pada penampilan. Tak heran, berbagai produk seperti maskara hingga bulu mata palsu banyak digunakan untuk membuat bulu mata terlihat lebih lentik dan panjang.
Namun, tren yang berbeda justru muncul di kalangan sebagian pria. Alih-alih mempertahankan bulu mata panjang, mereka memilih memangkasnya agar tampilan wajah dianggap lebih maskulin. Tren ini bahkan sempat ramai di media sosial dan dilakukan di sejumlah barbershop maupun salon kecantikan.
Melansir Oddity Central, tren satu ini disebut berkaitan dengan tren looksmaxxing, yaitu berbagai upaya untuk memaksimalkan penampilan fisik. Pada sebagian kalangan, bulu mata yang panjang dianggap terlalu feminin sehingga dipangkas untuk mendapatkan tampilan yang dinilai lebih 'jantan' atau 'maskulin'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski terlihat seperti prosedur kecantikan sederhana, memangkas bulu mata sebenarnya bukan tindakan yang sebaiknya dilakukan sembarangan. Pasalnya, bulu mata bukan hanya berfungsi untuk mempercantik penampilan.
@billybeebaddestbitch No they are not doing this so that their eyelashes will grow thicker and longer. They are doing this because of toxic masculinity and thinking that they look more masculine with their eyelashes shaved off.. ##toxicmasculinity##eyelashes##shavedeyelashes##men##fyp##mensheslth##wtf##omg##crazy ♬ Montagem Rave Eterno - Dj Samir & Fyex
Bulu mata berperan sebagai salah satu pelindung alami mata. Rambut-rambut kecil tersebut membantu menghalangi debu, kotoran, serpihan kulit, keringat, hingga paparan sinar ultraviolet agar tidak mudah masuk ke mata.
Ketika bulu mata dipotong terlalu pendek, perlindungan alami tersebut ikut berkurang. Kondisi ini dapat membuat mata lebih mudah mengalami iritasi, terasa gatal atau tidak nyaman, serta meningkatkan kemungkinan terpapar kotoran yang dapat memicu masalah pada mata.
Selain mengurangi fungsi perlindungan mata, memangkas bulu mata juga memiliki risiko tersendiri. Penggunaan gunting atau alat dengan mata pisau yang tajam di area yang sangat dekat dengan mata dapat menyebabkan cedera apabila terjadi kesalahan gerakan.
Mata merupakan organ yang sangat sensitif. Gerakan tangan yang tidak sengaja meleset ketika memotong bulu mata berpotensi menyebabkan luka atau kerusakan pada bagian mata.
Bulu mata yang dipotong juga umumnya akan tumbuh kembali karena memiliki siklus pertumbuhan. Namun, proses tersebut tidak berlangsung dalam waktu singkat.
Dibutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bulu mata kembali tumbuh dan mencapai panjang sebelumnya. Dan selama masa pertumbuhan tersebut, mata mungkin tidak mendapatkan perlindungan dari bulu mata secara optimal.
Anggapan bahwa bulu mata panjang identik dengan perempuan sendiri sebenarnya lebih berkaitan dengan standar kecantikan dan budaya. Panjang serta karakteristik bulu mata dipengaruhi oleh faktor genetik dan dapat berbeda pada setiap orang.
Artinya, pria maupun wanita sama-sama dapat memiliki bulu mata yang panjang. Tidak ada dasar ilmiah yang menunjukkan bahwa memangkas bulu mata dapat membuat seorang pria menjadi lebih maskulin.
(vio/vio)









































