Tren 'Ozempic Body' Makin Ekstrem, Kini Beralih ke Pengangkatan Tulang Rusuk
Fenomena selebriti bertubuh semakin kurus dengan apa yang disebut sebagai Ozempic body kini tak lagi sekadar tren di media sosial. Di balik foto-foto glamor dan siluet tubuh ramping para figur publik, muncul obsesi baru yang semakin ekstrem, bahkan berbahaya terhadap bentuk tubuh ideal.
Dorongan untuk memiliki pinggang super ramping kini membawa sebagian wanita melangkah lebih jauh, hingga memilih prosedur medis invasif seperti operasi pengangkatan tulang rusuk atau mengecilkannya. Tren ini belakangan kembali mencuat dan mulai menarik perhatian publik.
Salah satu yang berani bersuara adalah Emily James, influencer gaya hidup asal Missouri. Ia pernah menjalani operasi untuk pengangkatan tulang rusuk. Ukurang pinggangnya dari 32 inci menjadi 24 inci. Kini, Emily justru mengaku menyesal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sama sekali tidak merekomendasikan operasi pengangkatan tulang rusuk kepada siapa pun," ujarnya dalam wawancara pada peringatan satu tahun pascaoperasi.
"Sekarang tidak ada lagi tulang rusuk yang melindungi hati dan ginjal saya. Itu bisa menjadi masalah serius jika suatu hari saya mengalami kecelakaan atau benturan keras," kata Emily kepada New York Post.
Penyesalan itu diperparah oleh proses pemulihan yang panjang dan menyiksa. Emily mengungkapkan bahwa masa pemulihan berlangsung hingga tujuh bulan dengan rasa sakit yang luar biasa.
"Batuk saja rasanya seperti ada orang yang sedang membunuh saya," tuturnya.
Prosedur yang dikenal sebagai rib resection atau ant-waist surgery sejatinya bukan hal baru. Sejak era 1970-an, operasi ini sudah menarik minat perempuan bertubuh ramping yang menginginkan siluet pinggang ekstrem. Dalam praktiknya, dokter memotong tulang rusuk ke-11 dan ke-12.
Dulu, risiko tinggi dan pemulihan yang berat membuat prosedur ini jarang dipilih. Namun kini, tren lama tersebut kembali hidup lewat metode alternatif bernama rib remodeling atau RibXcar.
Prosedur rib remodeling mulai populer di Amerika Serikat tahun lalu, setelah sebelumnya diminati di sejumlah negara Amerika Selatan. Teknik ini diklaim mampu mengecilkan torso tanpa harus mengangkat tulang rusuk sepenuhnya, melainkan dengan menciptakan fraktur terkontrol agar bentuk rusuk berubah secara bertahap.
Sejumlah influencer pun ikut memamerkan hasilnya. Influencer Enna Schell, misalnya, membagikan transformasi pinggangnya setelah menjalani prosedur remodelling tulang rusuk, yang langsung menuai perhatian di media sosial.
Meski demikian, para ahli kesehatan mental mengingatkan adanya risiko jangka panjang terhadap citra diri. Psikoterapis asal New York, Lesley Koeppel, menegaskan bahwa prosedur kosmetik ekstrem kerap hanya memberi peningkatan kepercayaan diri yang bersifat sementara.
"Prosedur drastis seperti ini berisiko memperkuat keyakinan bahwa nilai diri seseorang bergantung pada penampilan dan tren sosial. Citra diri yang sehat dan berkelanjutan lahir dari pekerjaan batin, seperti terapi, bukan dari terus-menerus mengubah tubuh demi memenuhi ekspektasi budaya," ujar Koeppel.
(kik/kik)
Elektronik & Gadget
HUAWEI WATCH FIT 4 Series, Smartwatch Premium Favorit Banyak Orang!
Health & Beauty
Makeup Nempel Seharian dengan 3 Setting Spray Andalan untuk Hasil Flawless Anti Geser!
Fashion
Banyak yang Repeat Order! Pilihan Celana Pendek dari Hi Girls Label Ini Bikin Nyaman Dipakai Seharian
Fashion
Naik Level di 2026! Selain Praktis, Pilihan Dress Ini Bikin Tampilan Kamu Langsung Rapi dan Keren
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
Tak Hanya Minyak Berlebih, Ini Penyebab Jerawat di Wajah
Kenali Jenis-Jenis Jerawat dan Cara Merawatnya dengan Tepat
Potret Ira Wibowo Kondangan Bareng Anak, Bak Tak Menua di Usia 58 Tahun
Foto Prewedding Darma Mangkuluhur-DJ Patricia, Anak Tommy Soeharto Siap Nikah
Kim Woo Bin & Shin Min Ah Bulan Madu di Spanyol, Foto Bareng Fans & Bagi TTD
Tren K-Beauty 2026: Dari Bahan Medis hingga Makeup Berbasis Skincare












































