Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Tren 'Ozempic Body' Makin Ekstrem, Kini Beralih ke Pengangkatan Tulang Rusuk

Kiki Oktaviani - wolipop
Senin, 29 Des 2025 21:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Enna Schell
Enna Schell Foto: dok. Instagram
Jakarta -

Fenomena selebriti bertubuh semakin kurus dengan apa yang disebut sebagai Ozempic body kini tak lagi sekadar tren di media sosial. Di balik foto-foto glamor dan siluet tubuh ramping para figur publik, muncul obsesi baru yang semakin ekstrem, bahkan berbahaya terhadap bentuk tubuh ideal.

Dorongan untuk memiliki pinggang super ramping kini membawa sebagian wanita melangkah lebih jauh, hingga memilih prosedur medis invasif seperti operasi pengangkatan tulang rusuk atau mengecilkannya. Tren ini belakangan kembali mencuat dan mulai menarik perhatian publik.

Salah satu yang berani bersuara adalah Emily James, influencer gaya hidup asal Missouri. Ia pernah menjalani operasi untuk pengangkatan tulang rusuk. Ukurang pinggangnya dari 32 inci menjadi 24 inci. Kini, Emily justru mengaku menyesal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sama sekali tidak merekomendasikan operasi pengangkatan tulang rusuk kepada siapa pun," ujarnya dalam wawancara pada peringatan satu tahun pascaoperasi.

"Sekarang tidak ada lagi tulang rusuk yang melindungi hati dan ginjal saya. Itu bisa menjadi masalah serius jika suatu hari saya mengalami kecelakaan atau benturan keras," kata Emily kepada New York Post.

ADVERTISEMENT

Penyesalan itu diperparah oleh proses pemulihan yang panjang dan menyiksa. Emily mengungkapkan bahwa masa pemulihan berlangsung hingga tujuh bulan dengan rasa sakit yang luar biasa.

"Batuk saja rasanya seperti ada orang yang sedang membunuh saya," tuturnya.

Prosedur yang dikenal sebagai rib resection atau ant-waist surgery sejatinya bukan hal baru. Sejak era 1970-an, operasi ini sudah menarik minat perempuan bertubuh ramping yang menginginkan siluet pinggang ekstrem. Dalam praktiknya, dokter memotong tulang rusuk ke-11 dan ke-12.

Dulu, risiko tinggi dan pemulihan yang berat membuat prosedur ini jarang dipilih. Namun kini, tren lama tersebut kembali hidup lewat metode alternatif bernama rib remodeling atau RibXcar.

Prosedur rib remodeling mulai populer di Amerika Serikat tahun lalu, setelah sebelumnya diminati di sejumlah negara Amerika Selatan. Teknik ini diklaim mampu mengecilkan torso tanpa harus mengangkat tulang rusuk sepenuhnya, melainkan dengan menciptakan fraktur terkontrol agar bentuk rusuk berubah secara bertahap.

Sejumlah influencer pun ikut memamerkan hasilnya. Influencer Enna Schell, misalnya, membagikan transformasi pinggangnya setelah menjalani prosedur remodelling tulang rusuk, yang langsung menuai perhatian di media sosial.

Meski demikian, para ahli kesehatan mental mengingatkan adanya risiko jangka panjang terhadap citra diri. Psikoterapis asal New York, Lesley Koeppel, menegaskan bahwa prosedur kosmetik ekstrem kerap hanya memberi peningkatan kepercayaan diri yang bersifat sementara.

"Prosedur drastis seperti ini berisiko memperkuat keyakinan bahwa nilai diri seseorang bergantung pada penampilan dan tren sosial. Citra diri yang sehat dan berkelanjutan lahir dari pekerjaan batin, seperti terapi, bukan dari terus-menerus mengubah tubuh demi memenuhi ekspektasi budaya," ujar Koeppel.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads