Mengenal Gastric Balloon, Cara Turunkan Berat Badan dengan 'Balon' Tanpa Operasi
Kini semakin banyak cara untuk menurunkan berat badan. Salah satu metode yang mulai dikenal adalah gastric balloon, prosedur penurunan berat badan dengan memasukkan balon ke dalam lambung untuk membantu pasien merasa kenyang lebih cepat.
Dokter bedah umum dr. Ferdy Agustian, Sp.B, menjelaskan bahwa gastric balloon bukanlah prosedur yang membuat seseorang otomatis langsing. Balon tersebut berfungsi membantu mengurangi kapasitas efektif lambung sehingga pasien lebih mudah merasa kenyang.
"Tujuan pemasangan balon intralambung sebenarnya adalah mengurangi volume lambung. Efeknya, pasien jadi lebih mudah kenyang. Makan sedikit saja sudah merasa satisfied," ujar dr. Ferdy dalam acara peluncuran Skaer Clinic Tebet, Rabu (9/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan rasa kenyang yang muncul lebih cepat, asupan kalori diharapkan ikut berkurang. Meski begitu, prosedur ini tetap perlu dibarengi dengan pola makan sehat dan olahraga agar proses penurunan berat badan berjalan optimal.
dr. Ferdy Agustian, Sp.B di Skaer Clinic Tebet Foto: Foto: Kiki Oktaviani/detik |
Menurut dr. Ferdy, salah satu indikasi gastric balloon adalah pasien dengan indeks massa tubuh atau BMI di atas 30. Prosedur juga dapat dipertimbangkan untuk pasien dengan BMI di atas 27 yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes atau hipertensi.
Metode ini juga dapat menjadi pilihan bagi pasien yang sudah mencoba metode penurunan berat badan secara konservatif, tetapi belum mendapatkan hasil yang diharapkan. Bukan berarti semua orang dengan berat badan berlebih bisa langsung menjalani prosedur ini. Dokter perlu melakukan evaluasi terlebih dahulu untuk melihat kondisi kesehatan dan riwayat medis pasien.
Beberapa kondisi juga dapat menjadi kontraindikasi, seperti riwayat perdarahan pada lambung atau ulkus peptikum, penyumbatan saluran cerna, serta riwayat operasi tertentu pada sistem pencernaan.
"Tidak semua pasien bisa kita tentukan untuk pemasangan balon intralambung. Jadi perlu dikonsultasikan terlebih dahulu apakah pasien cocok, eligible, dan sesuai dengan kriterianya," jelas dr. Ferdy.
dr. Dianca Oetama, M. Biomed (AAM) (Co-Founder, Head Doctor, Anti-Aging & Medical Aesthetic Practitioner) Foto: Foto: Kiki Oktaviani/detik |
Salah satu hal yang membuat gastric balloon berbeda dari prosedur bariatrik tertentu adalah cara pemasangannya. Pada jenis balon lambung yang dijelaskan dr. Ferdy, pasien dapat menelan kapsul balon bersama air.
Prosedur tersebut tidak membutuhkan sayatan dan tidak menggunakan endoskopi, sehingga tidak ada selang maupun kamera yang dimasukkan ke dalam tubuh saat pemasangan. Meski demikian, prosedur tetap merupakan tindakan medis yang membutuhkan evaluasi dan pengawasan dokter.
Metode gastric balloon ini kini juga bisa dilakukan di SKAER CLINIC TEBET, Jakarta Selatan. Klinik tersebut berlokasi di kawasan Tebet Timur Dalam dan menyediakan layanan medis serta estetika.
(kik/kik)












































