Viral Tantangan TikTok Makan 6 Telur dengan 6 Cara Sehari, Amankah untuk Tubuh?
Telur rebus merupakan salah satu sumber protein yang mudah diakses dan relatif terjangkau sebagai makanan diet. Seperti diketahui, protein adalah salah satu nutrisi penting dalam penurunan berat badan dan pembentukan otot.
Bahan makanan satu ini pun dijadikan tantangan di TikTok. Belakangan viral satu tren bernama '6 Eggs 6 Ways', yakni makan telur rebus dengan enam cara yang beda dari biasanya.
Konsepnya sederhana, makan enam telur rebus (dibelah dua), lalu dipadukan dengan enam jenis saus atau topping berbeda. Hasilnya, camilan tinggi protein, rendah karbo, tapi tetap menyenangkan untuk dicoba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gen Z yang doyan eksperimen makanan pun melihat tren ini sebagai cara seru menambah asupan protein, dari yang klasik sampai kombinasi unik.
Awalnya tren ini dipopulerkan oleh TikToker @alexkhosieyo. Dia membuat berbagai kombinasi unik makan telur, mulai dari klasik telur + mayo ala egg salad, sampai eksperimen tak terduga seperti telur dengan selai kacang dan jelly. Ada juga topping tzatziki yang jadi favorit banyak orang, sampai acar yang ditaruh di atas telur untuk sensasi renyah dan asin segar.
Kreasi lainnya yang ramau di TikTok termasuk SEGG (soy sauce + egg), SPEGG (spicy mayo egg), dan YEGG (yogurt + egg).
@imtaramichelle 6 eggs 6 ways taste test!!! would you try an egg flight like this?! 🤪
♬ original sound - Tara Michelle
Meski terkesan agak 'nyeleneh,' tren ini sebenarnya punya sisi positif. Menurut ahli gizi Lisa Moskovitz, RD, telur memang salah satu sumber protein berkualitas tinggi yang sangat mudah diolah.
"Saya sangat mendukung konsumsi telur, bahkan sering merekomendasikannya ke klien sebagai sumber protein cepat, bergizi, dan berkualitas tinggi," jelas Lisa, seperti dikutip dari Real Simple.
Dia menambahkan bahwa tren ini bisa jadi cara kreatif untuk menikmati protein sekaligus menambah asupan nutrisi lain seperti zat besi, vitamin B, kolin, dan vitamin E. Namun tetap ada catatan, meskipun menarik dicoba, Lisa mengingatkan agar tetap memperhatikan topping yang digunakan.
Pastikan kombinasinya seimbang dengan kebutuhan nutrisi masing-masing. Selain itu, jangan lupa untuk mengonsumsi berbagai sumber protein lainnya seperti ikan, ayam, kacang-kacangan atau tahu-tempe.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kolesterol dalam kuning telur. Untuk yang punya riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung, sebaiknya batasi konsumsi atau pilih bagian putih telurnya saja yang lebih rendah lemak jenuh.
(hst/hst)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
Tak Hanya Minyak Berlebih, Ini Penyebab Jerawat di Wajah
8 Pemotretan Terbaru Audi Marissa Bareng Putranya, Anthony Xie Tak Ikut
Ramalan Zodiak 8 Januari: Capricorn Harus Tegas, Pisces Hadapi Tantangan
Tips Styling Dasi untuk Gaya Kasual, Diprediksi Jadi Tren Fashion 2026
Momen Miley Cyrus Ngomel ke Fotografer, Disuruh Lepas Kacamata di Red Carpet











































