ADVERTISEMENT

Diet Intermittent Fasting, Bagaimana Caranya? Ikuti Aturan Ini Yuk

Arina Yulistara - wolipop Selasa, 27 Des 2022 08:30 WIB
Diet intermittent fasting Diet Intermitten Fasting. Foto: Getty Images/iStockphoto/stefanamer
Jakarta -

Ingin mencoba menjalani diet intermittent fasting, bagaimana caranya ya? Mari simak aturan diet intermittent fasting.

Banyak selebriti yang tertarik menjalani diet intermittent fasting. Metode diet intermittent fasting mirip dengan diet OCD (Obsessive Corbuzier Diet) yang mengutamakan waktu jendela makan.

Mengutip CNN Internasional, diet intermittent fasting tidak hanya bisa membantu menurunkan berat badan tapi juga bagus untuk kesehatan secara keseluruhan. Beberapa ahli mengatakan bahwa bergantian antara puasa dan makan bisa meningkatkan kesehatan sel dengan memicu peralihan metabolisme.

Dalam peralihan metabolisme tubuh, sel menggunakan simpanan bahan bakar mereka dan mengubah lemak menjadi energi. Oleh sebab itu, diet intermittent fasting bisa membantu menurunkan berat badan, mengurangi tekanan darah, hingga hidup lebih makmur.

Mau beralih ke diet intermittent fasting, bagaimana caranya? Kita bahas di sini yuk.

Diet intermittent fastingDiet intermittent fasting Foto: Getty Images/iStockphoto/stefanamer

A) Mulai dengan Berpuasa Selama 12 Jam

Cara melakukan diet intermittent fasting dimulai dengan berpuasa selama 12 jam, 16 jam, dan lanjut.

Berpuasa dalam diet intermittent fasting masih dibolehkan minum air putih serta teh tanpa gula. Jadwal makannya juga dibuat secara teratur dan asupan yang dikonsumsi disesuaikan.

Dilansir dari Healthline, cara menjalani diet intermittent fasting tak ada larangan tertentu dalam mengonsumsi makanan. Meski demikian, asupan tetap perlu dijaga.

Kamu juga perlu mengatur waktu untuk makan dan berpuasa sesuai dengan kenyamanan masing-masing. Bagi pemula, mulailah puasa selama 12 jam terlebih dahulu agar tubuh tidak kaget.

Cara termudahnya dengan berpuasa antara pukul 19.00 hingga 07.00. kamu tetap bisa melakukan makan malam sebelum pukul 19.00. Setelah pukul 19.00 maka disarankan hanya minum air putih saja.

B) Puasa 16 Jam

Lakukan puasa 12 jam selama satu minggu pertama. Jika sudah berhasil lanjutkan puasa 16 jam.

Menurut penelitian, puasa selama 10 hingga 16 jam bisa menyebabkan tubuh mengubah simpanan lemak menjadi energi dalam darah. Kamu bisa melanjutkan puasa selama 16 jam pada minggu kedua.

Intermitten FastingIntermitten Fasting Foto: Getty Images

C) Puasa 24 jam

Cara menjalani diet intermittent fasting juga ada anjuran puasa 24 jam, dua kali seminggu. Jadi, kamu tidak boleh makan selama 24 jam tapi tetap bisa minum air putih, teh tanpa gula, hingga minuman bebas kalori lainnya.

Setelah berpuasa, kamu bisa kembali ke pola makan normal. Namun ingat, ada efek samping jika diet puasa selama 24 jam karena bisa menyebabkan kelelahan, sakit kepala, hingga pergantian mood secara drastis jika dilakukan secara mendadak.

Berdasarkan penelitian, cara diet 5:2 ini dikenal sebagai diet cepat. Sebuah studi yang melibatkan 107 orang yang kelebihan berat badan menemukan bahwa pembatasan kalori dua kali seminggu menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan.

Keberhasilan diet intermittent fasting tergantung pada disiplin diri sendiri dalam mengatur waktu makan. Seperti selebriti Melaney Ricardo yang pernah menjalani diet intermittent fasting pada 2020 lalu.

Melaney Ricardo berhasil menurunkan berat badan sebanyak 15 kg dengan menjalani diet intermittent fasting. Jika kamu masih bertanya, diet intermittent fasting, bagaimana caranya? Coba ikuti aturan di atas ya.



Simak Video "KuTips: Simak Cara Diet Sehat saat Puasa Ala Ahli Gizi!"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)