Diet Intermitent Fasting Cepat Turunkan Berat Badan, Ini Cara yang Benar

Lukita Wardani - wolipop Senin, 23 Nov 2020 17:31 WIB
Intermittent fasting concept with clock on white plate, fork and knife on blue table Ilustrasi diet intermittent fasting. Foto: iStock
Jakarta -

Diet intermittent fasting saat ini sedang menjadi tren sebagai salah satu cara menurunkan berat badan dengan cepat. Selain itu juga pola diet ini dapat memengaruhi perubahan metabolisme jadi lebih sehat. Dengan catatan, apabila dilakukan dengan cara yang benar.

Bagaimana cara melakukan diet intermittent fasting yang tepat? Simak tipsnya berikut ini seperti dikutip dari Health Line.

1. Metode 16/8

Metode ini dilakukan dengan cara 14-16 jam berpuasa dan membuka jendela makan selama 8-10 jam. Dengan membuka jendela makan kamu dapat memangkas dua hingga tiga bahkan lebih dari makanan yang tidak diperlukan bagi tubuh.

Melakukan metode berpuasa ini sebenarnya dapat dilakukan dengan cara yang mudah seperti tidak makan malam atau sarapan pagi. Sebagai contoh kamu makan terakhir di pukul 8 malam maka jangan makan lagi sampai hari berikutnya hingga 16 jam.

Untuk sebagian orang tidak sarapan pagi memang dapat membuat lapar. Tapi perlu diingat, selama berpuasa kamu masih boleh minum air putih, kopi atau apapun yang tidak tinggi kalori. Minum dapat membantu kamu menahan rasa lapar dan ini sangat penting. Metode ini tidak akan bekerja jika kamu banyak mengonsumsi makanan cepat saji sehingga melebihi kalori harian yang dibutuhkan.

2. Diet 5:2

Diet ini dilakukan dengan cara 5 hari makan dengan kebutuhan kalori normal dan dua harinya kamu hanya boleh memakan 500-600 kalori. Metode ini juga sangat terkenal cepat untuk menurunkan berat badan. Untuk wanita direkomendasikan mengonsumsi 500 kalori sedangkan pria 600 kalori.

Sebagai contoh, dari Senin-Jumat kamu melakukan pola makan normal. Namun di Sabtu dan Minggu kamu hanya boleh makan dengan jumlah 250 kalori setiap kali makan, sehingga totalnya 500 kalori per hari.

3. Makan - Berhenti - Makan

Metode ini dipopulerkan oleh Brad Pilon, seorang ahli fitnes. Misalkan kamu makan malam terakhir pada pukul 7 malam kemudian kamu tidak makan sampai pukul 7 malam besoknya. Kamu bisa juga melakukannya dari sarapan pagi ke sarapan pagi atau makan siang ke makan siang di hari berikutnya. Selama tidak mengonsumsi makanan kamu tetap bisa minum air putih atau minuman yang hanya sedikit mengandung kalori.

4. Diet Intermittent Fasting Dilakukan Bergantian

Dalam metode melakukan puasa secara bergantian ini hampir sama dengan mengonsumsi 500 kalori selama berpuasa. Banyak penelitian menunjukan bahwa manfaat kesehatan dari semua metode intermittent fasting sama.

Jadi pada cara ini kamu akan pergi tidur ketika merasakan sangat lapar pada waktu tertentu. Karena sehari berpuasa dan sehari lainnya kamu bisa makan normal.

5. The Warrior Diet

The Warrior Diet dipopulerkan oleh pakar kebugaran Ori Hofmekler. Ini dilakukan dengan makan sedikit buah dan sayuran mentah di siang hari dan makan satu kali makan besar di malam hari.

Pada dasarnya kamu berpuasa sepanjang hari dan membuka jendela makan di malam hari selama empat jam. The Warrior Diet adalah salah satu diet populer pertama yang memasukkan bentuk puasa intermitten. Pilihan makanan diet ini sangat mirip dengan diet paleo, kebanyakan makanan utuh yang tidak diolah.

6. Puasa Berselang

Pilihan lainnya adalah melewatkan waktu makan sesekali, seperti saat kamu tidak merasa lapar atau terlalu sibuk untuk memasak dan makan.

Melewatkan satu atau dua kali makan ketika kamu merasa ingin melakukannya pada dasarnya adalah puasa berselang yang spontan. Pastikan untuk makan makanan sehat selama waktu makan lainnya.

Intinya diet intermittent fasting adalah cara atau metode penurunan berat badan yang cocok diterapkan ke orang dengan kondisi fisik normal atau sehat. Tapi metode diet ini tidak disarankan untuk orang yang memiliki gangguan pencernaan atau maag.

Jika kamu memutuskan mencoba diet intermittent fasting, ingatlah bahwa kualitas diet sangat penting. Tidak mungkin mengonsumsi makanan
cepat saji secara berlebihan selama periode makan dan berharap untuk menurunkan berat badan serta meningkatkan kesehatan. Saat sedang tidak berpuasa, tetaplah mengasup makanan yang kaya nutrisi dan rendah kalori.

(hst/hst)