5 Persiapan Pasangan Sebelum Melakukan Program Bayi Tabung

Gresnia Arela Febriani - wolipop Jumat, 03 Jun 2022 05:30 WIB
Consulting family doctor at clinic. Happy patients take therapy prescription that general practitioner gives. Future parents get good health exam result. Infertile married couple have success with IVF Ilustrasi pasangan yang sedang konsultasi dengan dokter. Foto: Getty Images/iStockphoto/Lacheev.
Jakarta -

Bagi pasangan yang sudah menikah, apakah kamu sedang melakukan program kehamilan atau promil? Kehamilan bukan hanya dipengaruhi oleh kesuburan istri saja, tapi juga dari suami.

Selain itu kondisi fisik yang sehat dari kedua pasangan juga dibutuhkan karena sangat berpengaruh dalam proses terjadinya pembuahan sebelum terjadinya kehamilan.

Ada begitu banyak faktor mengapa pasangan suami istri membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan buah hati. Bukan hanya faktor genetika namun bisa juga mental, paparan zat kimia, hingga gaya hidup, mempengaruhi tingkat kesulitan mendapatkan keturunan.

Salah satu cara untuk mendapatkan momongan adalah menjalani program teknologi in vitro fertilization (IVF) atau dikenal dengan bayi tabung. Keuntungan utama dari program bayi tabung (IVF) adalah kemungkinan tercapainya kehamilan yang sukses dan kelahiran bayi lebih sehat. Pasangan bisa melakukan persiapan melalui konsultasi dokter, hingga pencegahan kelainan genetika yang diderita orang tua kepada calon bayi.

"Peluang kehamilan pada pasangan suami istri memang beragam, karena banyak faktor yang dapat mempengaruhi kesuburan baik dari sisi suami ataupun istri. Menjalani pola hidup sehat adalah salah satu faktor penting menjaga kesuburan. Program bayi tabung (IVF) saat ini menjadi alternatif utama untuk memiliki buah hati," tutur dokter Azhar di acara konferensi pers Telon Lang Plus, Alodokter, dan BMHS "Sehangat Harapan Ibu", Kamis (2/5/2022) di Auditorium Rumah Sakit Umum Bunda diJl. Teuku Cik Ditiro No.28, RT.9/RW.2 Menteng, Jakarta Pusat.

Lalu apa saja persiapan untuk menjalani program bayi tabung?

Menurut dr. Azhar Nurbahri, MD selaku General Manager Medical Business & Operations PT. Morula Indonesia ada lima persiapan yang bisa dilakukan calon orangtua, untuk menjalani program bayi tabung. Berikut penjelasannya:

1. Jangan Tunda Kehamilan

Bagi pasangan yang ingin mempunyai anak, dokter Azhar menganjurkan pasangan jangan menunda kehamilan. Hubungi dokter terdekat untuk mengetahui program kehamilan yang tepat.

2. Mempersiapkan Mental

Persiapkan mental yang kuat untuk mengetahui hasil dari proses bayi tabung. Dokter tentu memberikan yang terbaik untuk pasien. Percayakan kepada dokter dan ikhtiar yang terus-menerus.

"Secara umum di dunia 30-40% peluang keberhasilan. Perlu edukasi untuk mempersiapkan ekspektasi mental kamu untuk melakukan bayi tabung," ucap dokter Azhar.

"Data tahun 2021 saja menunjukkan bahwa Morula Indonesia memiliki tingkat keberhasilan tertinggi hingga 72%. Pasangan yang mendaftar untuk program ini bukan hanya mereka yang sudah menikah dan menginginkan anak pertama, tetapi juga mereka yang menginginkan proses kehamilan yang lebih aman dan nyaman karena mengurangi berbagai risiko," tambahnya.

3. Faktor Usia dan Kesehatan

Menurut dokter Azhar, faktor usia calon ayah dan ibu berperan dalam memiliki bayi. Jika pasangan sudah berusia 35-40 tahunan, lakukanlah konsultasi untuk program kehamilan. Selain itu keberhasilan program bayi tabung, tergantung masalah kesehatan kedua pasangan.

"Kalau si ibunya polycystic ovarian syndrome (PCOS) yang harus ditangani terlebih dahulu. Selain itu juga jika suaminya ada masalah dengan sperma, lebih lanjut konsultasi dengan dokter," kata dokter Azhar.

Langkah awal dalam merencanakan program bayi tabung (IVF), pasangan suami istri harus dalam kondisi sehat dengan menjalani tes fertilitas untuk mengetahui kondisi kesuburan mereka, agar program kehamilan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat secara medis.

Tes kesuburan biasanya meliputi pengecekan kualitas sperma, kualitas rahim, leher rahim, indung telur hingga tuba falopi dan konsultasi gaya hidup yang mendukung kehamilan, hingga indikasi masalah infertilitas.

4. Gaya Hidup

Zaman semakin canggih dan gaya hidup semakin modern, dokter Azhar menuturkan generasi milenial sebaiknya memperhatikan gaya hidupnya. Seperti mengontrol berat badan, asupan makanan, merokok dan pola hidup yang sehat.

"Perubahan gaya hidup kontrol berat badan, pola makan makanan yang sehat, kalau bisa jangan merokok, stres, kelelahan yang harus dikurangi supaya bayi tabung sukses," pesan dokter Azhar.

5. Biaya Bayi Tabung

Persiapan bagi pasangan yang ingin menjalankan bayi tabung adalah keuangan. Dokter Azhar menjelaskan biaya program bayi tabung tidak bisa disebutkan jumlah pastinya sebagai patokan. "Range harga tergantung kondisi dari pasien atau individual. Kami sarankan ada asuransi untuk mengcover program bayi tabung," tuturnya.

(gaf/eny)