Tren Unik di Dubai, Orang Datang ke Gym untuk Latihan Tidur Siang
Lupakan treadmill, TRX atau angkat beban. Dalam pusat kebugaran di Dubai, sebagian orang justru datang ke gym untuk... tidur.
Ya, kini, banyak orang rela membayar mahal untuk mengikuti kelas khusus yang mengajarkan cara tidur siang dengan lebih efektif. Misalnya saja di studio Mind and Body milik jaringan pusat kebugaran Gymnation, suasana dibuat berbeda dari gym pada umumnya.
Lampu diredupkan, suhu ruangan dijaga tetap sejuk, dan alih-alih musik enerjik, ruangan dipenuhi suara menenangkan dari instrumen handpan (sejenis alat musik perkusi). Setiap peserta mendapatkan tempat tidur pribadi lengkap dengan selimut, bantal, dan penutup mata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelas ini dikenal sebagai 'sleep class', tren kebugaran baru yang mulai menarik perhatian di Dubai. Meski fokusnya latihan tidur, kelas ini tetap memiliki rangkaian aktivitas seperti sesi olahraga pada umumnya.
Peserta memulai kelas dengan peregangan ringan terinspirasi dari yoga untuk melepaskan ketegangan pada leher, bahu, dan punggung atas. Setelah itu, mereka melakukan latihan pernapasan dalam untuk menstabilkan detak jantung sekaligus menurunkan kadar hormon stres, kortisol.
Sesi kemudian ditutup dengan meditasi terpandu. Suara instruktur yang lembut berpadu dengan audio gelombang otak untuk membantu peserta benar-benar terlelap.
"Program 45 menit ini dirancang agar tubuh benar-benar menghentikan aktivitas dan fokus sepenuhnya pada tidur," kata Rory McEntee, direktur pemasaran gym tersebut, seperti dilansir VN Express.
Menurutnya, persiapan fisiologis ini membantu peserta mendapatkan kualitas tidur yang lebih dalam dibandingkan jika hanya tidur sebentar di kantor atau di rumah. Rory mengatakan bahwa ide 'datang ke gym untuk tidur' awalnya terdengar aneh dan bahkan sempat membuat sejumlah orang tertawa.
Namun ia menegaskan bahwa kelas ini sebenarnya dirancang sebagai ruang khusus untuk melatih tubuh dan pikiran agar mampu 'mematikan' hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.
"Selama bertahun-tahun kita selalu berpikir produktivitas berarti bekerja lebih keras. Padahal sains menunjukkan bahwa pemulihan adalah kunci untuk mencapai performa terbaik," ujarnya.
Untuk memastikan konsep ini berjalan dengan tepat, pihak gym bekerja sama dengan Dr. Gurveen Ranger, psikolog klinis dari Sage Clinics. Dia menyebut kelas tidur ini sebagai 'latihan rahasia', karena tidur merupakan momen penting bagi tubuh untuk memulihkan otot serta menyeimbangkan hormon.
Menurutnya, kesalahan terbesar dalam budaya kerja modern adalah menganggap tidur sebagai sesuatu yang bisa dikorbankan demi pekerjaan.
"Munculnya kelas tidur menunjukkan bahwa banyak orang sebenarnya kesulitan menemukan cara untuk benar-benar beristirahat," kata Gurveen.
Konsep Gym untuk Tidur Sudah Ada Sejak Lama
Konsep gym untuk tidur sebenarnya bukan hal baru. Sejak 2017, jaringan pusat kebugaran David Lloyd Clubs di Inggris pun sudah memperkenalkan kelas bernama Napercise-gabungan dari kata nap (tidur siang) dan exercise (olahraga).
Kelas tersebut berlangsung selama 60 menit, dengan sekitar 45 menit dikhususkan untuk tidur siang menggunakan selimut di dalam studio.
Awalnya, program ini ditujukan bagi orang tua yang kelelahan mengurus anak kecil atau pekerja yang merasa sangat lelah akibat tekanan pekerjaan. Seiring berjalannya waktu, latihan tidur bergeser jadi sebuah kebutuhan bagi banyak kalangan.
(hst/hst)










































