ADVERTISEMENT

Liputan Khusus Diet DEBM

Risiko dan Efek Samping yang Penting Diketahui Sebelum Mulai Diet DEBM

Hestianingsih - wolipop Senin, 14 Mar 2022 05:30 WIB
ilustrasi diet Diet DEBM. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Diet DEBM merupakan pola makan tinggi protein-lemak dan rendah karbohidrat. Mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan protein serta lemak diyakini dapat membantu menurunkan berat badan lebih efektif.

Sementara konsumsi makanan berkarbohidrat sangat dibatasi. Nasi, tepung, gandum, nasi merah serta beberapa jenis buah dan sayur tertentu adalah kelompok makanan yang 'pantang' karena dianggap dapat mengganggu keberhasilan penurunan berat badan dalam diet DEBM.

"Anda makan nasi + lemak, maka nasi karena sifatnya fast release (gula) langsung jadi energi dan lemak langsung disimpan. Karena tubuh menganggap energinya sudah cukup dari nasi, lemaknya disimpan saja. Makanya kalau mau makan banyak tinggi lemak, jangan makan karbo," tulis Robert Hendrik Liembono dalam bukunya yang berjudul 'DEBM Diet Enak, Bahagia & Menyenangkan: Cara Mudah Turunkan Berat Badan Tanpa Sengsara'.

Dia melanjutkan, "Tetapi kalau hanya makan protein dan lemak, protein sifatnya slow release, lemak juga sifatnya lebih slow release. Tubuh akan menganggap masih kekurangan energi (karena tidak fast release seperti karbo dan alkohol), jadi tubuh akan terus membakar lemak karena dianggap masih dibutuhkan untuk aktivitas."

Balanced diet nutrition keto concept. Assortment of healthy ketogenic low carb food ingredients for cooking on a kitchen table. Green vegetables, meat, salmon, cheese, eggs. Top view backgroundFoto: iStock

Sejumlah penelitian ilmiah membuktikan bahwa diet tinggi protein-lemak dan rendah karbohidrat memang bisa membantu menurunkan berat badan dan mencegah dari beberapa penyakit kronis. Jika diterapkan dengan cara yang tepat, diet tinggi lemak-protein bisa mengurangi risiko penyakit jantung hingga diabetes.

Namun perlu diperhatikan jenis makanan tinggi protein dan lemak yang dikonsumsi. Lemak sehat umumnya berasal dari minyak zaitun, alpukat, biji-bijian, kacang-kacangan, yoghurt serta keju. Sementara protein berasal dari daging merah, daging ayam, telur, serta ikan-ikanan.

Hasil studi yang diterbitkan dalam British Medical Journal pada 2018 menunjukkan bahwa diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat dapat menurunkan berat badan hingga 14 persen selama 20 minggu, pada 164 partisipan yang mengalami obesitas. Dalam studi tersebut, partisipan yang mengonsumsi 20 persen karbohidrat dari angka kebutuhan kalori harian dapat membakar energi jauh lebih besar ketimbang partisipan yang menerima asupan karbohidrat sebanyak 60 persen.

Di sisi lain, konsumsi makanan tinggi protein-lemak dan rendah karbohidrat seperti dalam diet DEBM, juga memiliki kekurangan. Seperti dikutip dari US News, sebuah studi mengungkapkan jenis diet yang mirip dengan diet DEBM bisa menurunkan pertahanan tubuh terhadap penyakit tertentu dan dalam jangka pendek dapat menimbulkan efek samping yang kurang mengenakkan.

ketogenic diet with nutrition diagram,  low carb,  high fat healthy weight loss meal planFoto: iStock

Beberapa risiko yang dapat terjadi jika asupan karbohidrat sangat rendah adalah kekurangan nutrisi, menurut para peneliti dari Harvard Health Letter. Selain itu juga gangguan fungsi liver akibat konsumsi lemak yang terlalu banyak, konstipasi atau sembelit, hingga risiko meningkatnya kolesterol jahat dalam darah.

Selain itu pada sejumlah orang yang menjalani diet tinggi protein-lemak dan rendah karbohidrat dilaporkan mengalami kelelahan, kram otot, ruam kemerahan pada kulit, bau napas tak sedap, sakit kepala, hingga diare. Efek tersebut umumnya hanya sementara dan akan membaik begitu tubuh sudah beradaptasi dengan pola makan yang baru.

Oleh karena itu sangat penting untuk memeriksakan kondisi tubuh terlebih dahulu sebelum menjalani diet DEBM. Bethany M. Doerfler, pakar diet yang bekerja di divisi Digestive Health Center, Northwestern Medicine, Chicago, Amerika Serikat, menyarankan agar diet tinggi protein-lemak dan rendah kalori dilakukan di bawah pengawasan dokter. Hal ini diperlukan agar angka kecukupan gizi tetap terpenuhi dan tidak mengalami kekurangan nutrisi.

Menurut AKG yang dirilis Kementerian Kesehatan, asupan karbohidrat ideal untuk wanita adalah 292 gram per hari, sementara pria sebanyak 240 gram per hari. Mengingat itu, asupan karbohidrat tentunya tidak boleh berlebihan ataupun kekurangan.



Simak Video "KuTips: Simak Cara Diet Sehat saat Puasa Ala Ahli Gizi!"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)