ADVERTISEMENT

Ilmuwan Jepang Ciptakan Masker yang Bisa Deteksi Virus Corona saat Digunakan

Hestianingsih - wolipop Selasa, 14 Des 2021 08:39 WIB
Asian Woman wears a facial mask and she look you Ilustrasi masker. Foto: Getty Images/iStockphoto/RyanKing999
Jakarta -

Masker jadi salah satu benda penting untuk melindungi tubuh dari penularan COVID-19. Di masa depan, masker juga bisa berfungsi sebagai pendeteksi virus.

Ilmuwan di Jepang sedang mengembangkan masker yang bisa mendeteksi virus di tubuh pemakainya. Masker dilengkapi filter yang akan bercahaya ketika seseorang terinfeksi virus Corona.

Ilmuwan dari Kyoto Perfectural University tersebut mengatakan bahwa masker memiliki tambahan lapisan filter yang terbuat dari material khusus. Bahan tersebut akan bereaksi saat terpapar virus dan terkena sinar ultraviolet.

Masker Pendeteksi Virus Corona.Masker Pendeteksi Virus Corona. Foto: Dok. Kyoto Perfectural University

Seperti dilansir Insider, tim ilmuwan mengembangkan metode ini dengan menyuntikkan virus COVID-19 dalam bentuk tidak aktif ke tubuh burung unta betina. Setelah itu mereka mengekstraksi antibodi dari telur-telur yang dihasilkan burung unta tersebut.

Antibodi yang terdapat dalam telur kemudian dimasukkan ke dalam semprotan fluorescent. Saat masker disemprotkan cat fluorescent yang mengandung antibodi, filter akan menyala jika ditempatkan di bawah sinar UV, jika ada jejak virus COVID-19.

Salah satu peneliti, Yasuhiro Tsukamoto, mengatakan bahwa timnya telah melakukan eksperimen terhadap 32 orang yang terinfeksi COVID-19 dalam periode 10 hari. Penelitian menunjukkan masker yang digunakan 32 responden tersebut menyala sangat terang dan menunjukkan jejak virus setelah disemprotkan antibodi dan diletakkan di bawah sinar UV.

Yasuhiro juga menemukan bahwa sinar pada filter masker makin memudar seiring dengan proses penyembuhan dan berkurangnya jumlah virus pada 32 pasien tersebut. Untuk selanjutnya, Yasuhiro berencana melakukan percobaan yang lebih luas lagi demi memastikan efektivitas masker pendeteksi COVID-19.

Dari 32 orang, dia akan menguji coba 150 partisipan dan berharap mendapatkan lampu hijau dari pemerintah Jepang untuk bisa memproduksi masker secara massal. Jika tidak ada kendala, masker diharapkan sudah bisa dijual pada 2022.



Simak Video "Sains di Balik Cat Ajaib yang Jadi Gaun Bella Hadid"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)