5 Fakta Wanita Viral yang Gagal Disuntik Mati, Keluarga Kecewa Berat

Tim Wolipop - wolipop Rabu, 13 Okt 2021 13:15 WIB
Ilustrasi suntik mati (Foto: Getty Images/iStockphoto) Ilustrasi suntik mati (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Bogota -

Martha Sepulveda seharusnya menjadi orang Kolombia pertama yang menjalani euthanasia dalam kondisi tak mengidap penyakit non-mematikan. Namun, ia gagal meninggal sesuai keinginannya setelah otoritas kesehatan tiba-tiba membatalkan prosedur tersebut.

Martha mendapat sorotan setelah muncul di sebuah TV lokal menjelang hari kematiannya untuk berbicara soal keputusannya melakukan euthanasia. Perempuan 51 tahun itu diwawancarai sambil menikmati bir dan makanan di sebuah restoran bersama anaknya. Obrolan mereka penuh canda dan tawa meskipun kematian telah menanti Martha.

Namun, harapan Martha pupus karena pihak berwenang menilai kesehatannya membaik sehingga tak layak mendapatkan euthanasia. Berikut fakta-faktanya.

1. Mengidap ALS


Pada 2019, Martha didiagnosis mengidap amyotrophic lateral sclerosis (ALS). Penyakit ini menyerang sistem saraf sehingga mengganggu mobilitas tubuh.

Makin lama, kondisi kesehatannya kian buruk sampai-sampai melumpuhkan pergerakannya. Untuk berjalan saja, ia harus dibantu orang lain.

"Ketika mengidapnya, aku merasa satu-satunya pilihan terbaik adalah beristirahat," kata Martha kepada stasiun TV lokal Noticias Caracol seperti dikutip NBC News, tentang alasannya menjalani prosedur euthanasia.


2. Tanggal Eksekusi

Menurut jadwal, pengeksekusian dilakukan pada Minggu (10/10/2021. Martha dikabarkan mengajukan perizinan untuk menjalani prosedur euthanasia pada 26 Juli setelah Mahkamah Konstitusi Kolombia mengesahkan revisi peraturan terkait siapa yang berhak menerima euthanasia.

Pada 6 Agustus, ia mendapat persetujuan dari pemerintah. "Aku lebih tenang setelah permohonanku disetujui. Aku jadi sering tertawa dan tidurku lebih nyenyak," katanya.

Martha SepĂșlveda CampKondisi Martha SepĂșlveda sebelum menjalani prosedur suntik mati. (Foto: Caracol via Noticias Telemundo/NBC News)

3. Izin Dicabut

Seperti dikabarkan The Washington Post pada Minggu, Martha dikejutkan oleh kabar dari pengacaranya tentang sebuah surat dari otoritas kesehatan yang menginformasikan pencabutan izin euthanasia.

Surat yang diterimanya dua hari sebelum hari eksekusi itu menyatakan kondisi kesehatan Martha membaik berdasarkan rekam medisnya sehingga tak berhak menerima euthanasia.

Selanjutnya
Halaman
1 2