5 Tanda Sistem Imun Kamu Lemah Lawan COVID-19 dan Cara Mengatasinya

Hestianingsih - wolipop Sabtu, 10 Jul 2021 10:07 WIB
Ilustrasi Sakit Flu Foto: shutterstock
Jakarta -

Sistem imun yang kuat merupakan salah satu kunci bagi tubuh untuk melawan virus Corona. Ketika sudah terinfeksi COVID-19, daya tahan tubuh akan bekerja keras berperang membunuh virus, hingga menjadi sembuh dan sehat kembali.

Seseorang dengan sistem imun yang baik umumnya hanya akan mengalami gejala ringan dan cepat pulih dari sakit. Bahkan ada pula penyintas COVID-19 yang tak mengalami gejala atau istilah umumnya OTG (orang tanpa gejala).

Namun tak sedikit pula yang rentan menderita gejala sedang hingga berat, bahkan sampai kritis. Pasien COVID-19 dengan gejala sedang atau berat biasanya memiliki komorbid (penyakit penyerta) atau sistem imun tubuhnya lemah sehingga lebih sulit melawan virus.

Seperti apa ciri-ciri tubuh dengan daya tahan tubuh lemah? Pakar imunologi Randy Horwitz, M.D., Ph.D., menjelaskan tanda-tanda dan faktor penyebab seseorang memiliki sistem imun yang buruk.

1. Sering Flu dan Biasanya Lama Sembuhnya

Ilustrasi Sakit FluIlustrasi Sakit Flu. Foto: shutterstock

Sakit flu dengan gejala demam, pilek dan batuk umum dialami banyak orang. Normalnya orang dewasa akan mengalami flu sedikitnya dua hingga tiga kali dalam setahun dan biasanya akan sembuh dalam 10 hari dengan konsumsi obat dan asupan nutrisi yang baik. Tapi jika kamu terserang flu hingga lebih dari tiga kali dan tak kunjung sembuh, ditambah lagi disertai gejala lain seperti infeksi sinus dan telinga, maka bisa jadi ada masalah dengan daya tahan tubuh.

"Bagi orang yang sering sakit pilek atau flu, atau pneumonia, biasanya berarti ada masalah pada sistem imun," kata dokter umum dan ahli imunologi Heather Moday, M.D., seperti dilansir Mindbodygreen.com.

Heather menyarankan agar orang yang sering sakit flu tak kunjung sembuh untuk memeriksakan diri ke dokter. Bantu tubuh memperkuat imun dengan menyantap makanan bernutrisi, cukup tidur dan mengurangi stres. Konsumsi juga suplemen seperti zinc, vitamin C dan vitamin D3 secara rutin.

2. Sering Lelah dan Tidur Tidak Teratur

Young couple lying in bed, woman in foreground, portraitFoto: Dok. iStock

Tidur yang cukup 7-8 jam sehari secara teratur bisa membantu memperkuat daya tahan tubuh. Sebab saat tidur, tubuh memproduksi melatonin, hormon penting yang jadi perantara terbentuknya sistem imun yang baik.

"Tugasnya membuat sel-sel imun tertentu melepaskan sitokin, yang mengaktifkan sel-sel imun untuk melawan infeksi," terang Heather.

Untuk membantu tidur lebih nyenyak, kamu bisa mengonsumsi makanan kaya akan magnesium dan potassium. Misalnya susu, sayur kangkung atau pisang dua jam sebelum tidur.

3. Tingkat Stres Tinggi

Frustrated business people sitting at the table in office, arguing while discussing project. Their female colleague covering her face with hands looking exhausted and ill. Business problem concept Foto: iStock

Stres bisa melemahkan daya tahan tubuh. Sebuah penelitian menunjukkan siswa yang stres karena menghadapi ujian, sistem imunnya melemah selama periode ujian.

Studi tersebut juga menunjukkan saat stres tubuh memproduksi lebih sedikit T-cell, sel penting yang bereaksi memerangi virus saat masuk ke dalam tubuh. Sistem imun juga akan melemah karena stres memicu tubuh melepaskan hormon kortisol yang mengganggu daya tahan tubuh.

Jika aktivitas harian kamu berpotensi tinggi menyebabkan stres, maka buatlah jadi seimbang. Lakukan meditasi, yoga, latihan pernapasan atau libatkan diri dengan aktivitas yang disukai seperti nonton film favorit dan hobi.

4. Sering Diare

ilustrasi diareIlustrasi wanita diare. Foto: iStock

Diare yang kronis bisa mengindikasikan lemahnya daya tahan tubuh. Jika sering diare, biasanya disebabkan adanya infeksi parasit pada sistem pencernaan, yang diakibatkan ketidakmampuan sistem imun melawan virus atau bakteri.

Sering diare juga menjadi tanda adanya ketidakseimbangan kultur bakteri pada perut yang menyebabkan bakteri berkembang tidak wajar. Kondisi ini dapat mengakibatkan peradangan pada sistem pencernaan.

Penting diketahui bahwa 70 persen sistem imun terdapat pada sistem pencernaan. Sehingga jika terjadi masalah pada perut maka akan memengaruhi daya tahan tubuh secara keseluruhan.

Jika sering diare, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter untuk melihat apakah ada infeksi atau parasit. Kamu juga bisa membantu memperbaiki sistem pencernaan dengan mengonsumsi probiotik dan memperbanyak makanan tinggi serat dan kaya antioksidan.

5. Diet Tinggi Gula dan Karbohidrat

Seorang perempuan sedang memilih cokelat.Seorang perempuan sedang memilih cokelat. Foto: Thinkstock

"Saat mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat olahan atau gula, kamu membuat sistem imun terancam," ujar pakar diet dan diabetes Ali Miller, R.D., L.D., CDE.

Ketika kadar gula darah tinggi, sel darah putih yang melawan penyakit jadi kurang berfungsi dan sistem imun pun kehilangan kemampuan untuk memerangi patogen yang merusak. Efektivitas sel darah putih melawan penyakit bisa berkurang hingga 50 persen hanya dua jam setelah konsumsi gula berlebihan.

Selain itu juga T-cell yang punya peran penting dalam sistem imun terkena dampaknya. "Fungsinya jadi berkurang ketika insulin terlalu banyak diproduksi," tutur Ali Miller.

Oleh karena itu penting untuk selalu menjaga kadar gula dalam darah. Kurangi konsumsi gula dan karbohidrat putih berlebih. Ganti dengan karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, biji-bijian, serta konsumsi lemak sehat dan protein tinggi.

(hst/hst)