Kenapa Zat Besi Dibutuhkan Semua Usia? Ini Jawabannya

Angga Laraspati - wolipop Kamis, 10 Jun 2021 19:45 WIB
Ilustrasi Wanita Lelah Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Pernahkah Anda merasa kelelahan usai melakukan sebuah aktivitas ringan? Itu bisa merupakan salah satu tanda kekurangan zat besi. Gejala tersebut pada umumnya lebih banyak dialami oleh perempuan.

Ini disebabkan, perempuan mengalami periode menstruasi setiap bulannya, maka kebutuhan akan zat besi memang lebih besar dibandingkan pria. Meski begitu, zat besi sama-sama dibutuhkan oleh pria dan wanita sejak usia muda.

Zat besi adalah salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh manusia karena fungsinya yang sangat signifikan. Zat besi berfungsi memproduksi hemoglobin atau sel darah merah di dalam sumsum tulang belakang.

Selanjutnya, hemoglobin kemudian mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Untuk kerja otot dan organ, oksigen sangat dibutuhkan. Inilah alasan kenapa jika tubuh tidak dialiri oksigen yang cukup, kita bisa cepat merasa lelah setelah melakukan aktivitas ringan.

Napas yang pendek, cepat lelah, lemas, dan mudah sakit kepala merupakan beberapa akibat dari kekurangan oksigen yang diakibatkan kurangnya asupan zat besi.

Karenanya, kondisi kekurangan zat besi sebaiknya jangan diabaikan karena bisa berakibat pada fungsi organ. Bahkan kekurangan besi pada ibu hamil bisa berakibat membuat kelahiran bayi prematur atau bayi lahir dengan ukuran tubuh lebih kecil dari normal.

Apakah Kebutuhan Zat Besi Sama di Segala Usia?

Sejak bayi manusia membutuhkan zat besi dengan kadar yang berbeda-beda. Karena bayi dan balita sedang mengalami masa pertumbuhan yang terjadi dalam waktu cepat, mereka membutuhkan kadar zat besi lebih banyak jika dibandingkan orang dewasa.

Ketika masih usia anak-anak, baik anak perempuan dan laki-laki memiliki kebutuhan kadar zat besi yang sama. Di usia 4 hingga 8 tahun mereka membutuhkan 10 mg zat besi per hari.

Di usia 9 sampai 13 tahun, mereka butuh zat besi 8 mg per hari. Jumlah 8 mg per hari tetap berlaku pada pria hingga mereka dewasa dan memasuki usia lanjut. Namun sejak usia remaja, tepatnya ketika perempuan mulai mengalami menstruasi, kebutuhan zat besinya meningkat.

Di kisaran usia 19 hingga 50 tahun, perempuan membutuhkan kadar zat besi sebanyak 18 mg per hari. ini karena banyaknya darah yang dikeluarkan setiap bulan. Setelah memasuki masa menopause, kebutuhan zat besi kembali sama dengan pria, yaitu 8 mg per hari.

Kenali Gejala Kekurangan Zat Besi

Berbagai gejala kekurangan zat besi sering diabaikan, karena dianggap hanya efek kelelahan dari aktivitas yang padat. Perhatikan gejala berikut ini yang mungkin menandakan Anda mengalami kurang darah:

  • Mudah lelah
  • Kepala mudah pening
  • Perubahan emosi yang tidak seperti biasanya
  • Detak jantung lebih cepat dari normal
  • Mudah kehabisan nafas ketika melakukan aktivitas ringan
  • Telapak tangan dan kaki terasa dingin
  • Rambut rontok
  • Kuku rapuh
  • Gampang muncul luka di sudut mulut
  • Lidah sering terasa sakit
  • Cenderung suka makan makanan minim gizi seperti es batu
  • Sulit menelan makanan, ini biasanya dialami jika kekurangan zat besi yang dialami sudah cukup parah.

Tambah Asupan Zat Besi dengan Suplemen

Jika gejala di atas pernah Anda alami, sebaiknya atur pola makan dan bantu dengan konsumsi suplemen. Tonikum adalah Multivitamin, Mineral dan Zat Besi untuk kesehatan keluarga.

Tonikum Bayer mengandung Vitamin B1, B2, B3, B6, B12, mangan, zinc, kalsium, dan zat besi. Tonikum aman dikonsumsi sejak usia di atas 6 tahun, remaja, pria dan wanita dewasa, ibu hamil, hingga para lansia. Cukup dikonsumsi 1x sehari sesuai dosis yang dianjurkan.

(ads/ads)