Jual Pemutih Berbahaya Sebagai Obat Anti Corona, Keluarga Ini Ditangkap

Vina Oktiani - wolipop Rabu, 28 Apr 2021 08:30 WIB
Ilustrasi Napi Transgender di Penjara Pria Foto: Getty Images/iStock
Jakarta -

Sebuah keluarga di Florida ditangkap karena diduga telah menjual bahan kimia berbahaya yang diklaim dapat menyembuhkan COVID-19. Bahan kimia berbahaya yang dinamakan 'Miracle Mineral Solution' itu dapat menyebabkan masalah kesehatan serius jika dikonsumsi oleh manusia.

Seperti dikutip dari Oddity Central, seorang pria bernama Mark Grenon yang berusia 62 tahun dan ketiga orang putranya, Jonathan, Jordan, dan Joseph itu dikabarkan telah menjual puluhan ribu botol MMS di Amerika Serikat. Mereka memasarkan produk berbahayanya itu dengan iming-iming dapat menyembuhkan COVID-19, kanker, alzheimer, diabetes, HIV/aids, malaria, hingga autisme.

Pihak pengadilan sendiri mengatakan bahwa produk MMS yang dijual tersebut merupakan produk yang sangat berbahaya. Ketika tertelan produk itu akan berubah menjadi klorin dioksida, bahan untuk sebuah pemutih kuat yang biasanya digunakan untuk pengolahan air industri atau pemutihan tekstil, pulp, dan kertas.

Agar tidak tertangkap, keluarga Grenon menjual produk berbahayanya itu dengan kedok Genesis Church of Health and Healing, sebuah bisnis amal palsu yang mereka ciptakan agar bisa terbebas dari hukum dan tuntutan. Situs web bisnis itu sendiri menggambarkannya sebagai 'gereja non religius'.

Mark Grenon kemudian telah mengaku bahwa Genesis memang tidak ada hubungannya dengan agama. Dia juga mengatakan bahwa organisasi tersebut sengaja didirikan hanya untuk 'melegalkan penggunaan MMS' dan 'menghindari masuk penjara'.

Menurut laporan The Guardian pada bulan April tahun lalu Grenon juga mempromosikan produk larutan pemutih berbahayanya kepada Trump. Dirinya menyebut bahwa produknya tersebut sebagai 'detoksifikasi luar biasa yang dapat membunuh 99% patogen dalam tubuh'.

Setelahnya pada pengarahan Gedung Putih, Trump menyebut bahwa disinfektan dapat mematikan virus Corona hanya dalam satu menit. Pihak FDA sendiri belum menyetujui MMS sebagai obat untuk COVID-19. Sebaliknya, FDA justru memperingatkan bahwa meminum larutan tersebut sama dengan meminum pemutih yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti muntah-muntah hebat, diare, hingga tekanan darah rendah yang mengancam jiwa.

Menurut keterangan pengadilan Miami usai melakukan penggeledahan di rumah Jonathan Grenon diketahui bahwa keluarga tersebut memproduksi MMS di sebuah gudang di Bradenton, Florida. Pihak kepolisian telah menyita puluhan drum berisi larutan kimia yang mengandung hampir 10 ribu pon bubuk natrium klorit dan bahan lain yang digunakan dalam produksi MMS.

Saat ini Mark dan Joseph dilaporkan tengah berada di Kolombia, sedangkan Jonathan dan Yordania sudah berada dalam tahanan Amerika Serikat. Jika terbukti bersalah, keluarga Grenon bisa menghadapi hukuman penjara seumur hidup.

(vio/vio)