Kisah Haru Ibu Relakan Organ Anaknya Didonorkan, Selamatkan 6 Pasien

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 26 Mar 2021 07:30 WIB
Shot of a young businesswoman looking stressed out in an office Foto: Getty Images/iStockphoto/Cecilie_Arcurs
Jakarta -

Melepaskan kepergian anak untuk selamanya tentu tidak pernah mudah untuk orangtua. Seorang ibu pun harus merelakan anak lelaki satu-satunya yang meninggal karena kecelakaan motor. Meski nyawanya tidak bisa diselamatkan, ibu tersebut mengetahui tubuh putranya bisa berguna untuk orang-orang yang membutuhkan. Tak disangka, anaknya bisa menolong enam pasien sekaligus.

Seorang ibu bernama Troung Thi Nhuang asal Vietnam menjadi perhatian karena kebaikannya. Ketika anaknya mengalami kerusakan otak karena kecelakaan, ia setuju untuk mendonorkan tubuh putranya yang meninggal pada September 2020.

Dilaporkan bahwa awalnya ia tidak setuju tubuh anaknya didonorkan dan ingin membawanya pulang dengan keadaan utuh. Tapi setelah mendengarkan penjelasan dokter dan anak perempuannya, akhirnya wanita tersebut memperbolehkan. Wanita itu lalu meminta diberi tahu siapa yang menerima donor untuk bertemu dengan mereka.

Dilansir situs Eva, beberapa organ anak Troung Thi Nhuang sejauh ini sudah didonorkan untuk enam orang yang berbeda. Beberapa waktu lalu, ia pun telah bertemu beberapa dari mereka dan keluarga. Nhuan merasa senang bahwa dua paru-paru bisa didonasikan untuk seorang pasien, pasien lain mendapatkan hati, dua pasien menerima dua ginjal, dan satu lengan untuk seorang pasien.

Dikatakan jika jantung anak Troung Thi Nhuang sudah mendapatkan pasien namun ia belum bertemu dengan orang tersebut dan berharap bisa mendengar detak jantung anaknya. "Ibu merasa menderita, tidak bisa tidur beberapa waktu ini, bahkan ada rumour ibu menjual jantungnya, dia ingin bertemu dengan penerima, dia ingin membukti semua orang bahwa dia melakukannya untuk kebaikan," kata anak perempuannya.

Nhuang yang sudah berusia 71 tahun mengaku ingin segera bertemu dengan penerima donor jantung sebelum ia meninggal. "Aku sudah tua. Rumah ini seharusnya untuk anakku tapi dia sudah meninggal, uang sudah tidak penting lagi. Sekarang aku cuma berharap bisa bertemu penerima donor jantung anakku sebelum aku meninggal," ujarnya.

Sebenarnya jarang terjadi keluarga bisa menemukan penerima donor. Umumnya dokter dan rumah sakit tidak diperbolehkan untuk memberikan informasi mengenai data diri pasien. Namun menurut pihak rumah sakit, mereka menghargai niat baik Troung Thi Nuang yang berusaha untuk mencarinya sendiri. Pencarian yang diorganisir pusat transplantasi organ itu pun sudah mendapatkan izin dari keluarga penerima.

(ami/ami)