Seperti Aprilia Manganang, Ini Kisah Pilu Pria dengan Hipospadia

Hestianingsih - wolipop Rabu, 10 Mar 2021 15:41 WIB
Tim Putri Jakarta Elektrik PLN kembali menjuarai ajang bergengsi Volli Proliga 2017 di Putaran Final yang digelar di Stadion Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (23/4). Jakarta Elektrik PLN mencatatkan rekor untuk ketiga kalinya menjuarai Proliga berturut-turut dengan skor akhir 3-2. Aprilia Manganang. Foto: Rachman Haryanto
Essex -

Aprilia Manganang kini berstatus laki-laki, setelah 28 tahun menjalani hidupnya sebagai perempuan. Kelainan hipospadia saat lahir jadi penyebab status jenis kelaminnya menjadi ambigu.

Kejelasan identitas jenis kelamin mantan atlet voli ini dikeluarkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa setelah pemeriksaan menyeluruh di RSPAD Jakarta. Ia pun menjalani operasi korektif pertamanya dan kini sedang dalam masa pemulihan.

Hipospadia adalah kelainan sejak lahir yang ditandai dengan lubang urethra berada di bagian bawah penis, bukan di ujung seperti pada umumnya. Kondisi ini bisa memengaruhi ukuran, tamapilan dan fungsi penis. Urethra sendiri merupakan saluran yang mengalirkan urine dari kandung kemih.

"Pada beberapa anak dengan hipospadia, testis mungkin tidak sepenuhnya turun ke skrotum (kantong buah zakar)," tulis the Centers of Disease Control and Prevention (CDC).

Seperti Aprilia Manganang, kondisi hipospadia juga dialami seorang pria asal Essex, Inggris. Pria bernama Steve Baker ini harus hidup dalam kebingungan selama bertahun-tahun karena ukuran penisnya hanya sepanjang 1 inci atau sekitar 2,5 cm.

Kondisi tersebut membuat dirinya minder karena menganggap hanya dia satu-satunya pria yang memiliki penis seperti itu. Keadaan pria 62 tahun ini diperparah dengan lingkungan yang tidak mau terbuka membicarakan kelainan kelamin tersebut.

"Seharusnya ada orang yang memberitahu apa yang salah dengan tubuh saya karena hidup saya mungkin akan berbeda. Kalau orangtua saya tahu ada yang salah dan mereka tidak pernah bilang apa-apa, begitu juga dokter yang memeriksa saat saya bayi. Agaknya mereka tentu sudah melihatnya. Begitu menyedihkan. Mereka semua pasti terlalu malu membicarakannya," tutur Steve, seperti dikutip dari Independent.co.uk.

Young depressed male having anxiety alone himself in the bathroom. Young teenager male having breakdown alone.Ilustrasi pria bersedih di kamar mandi. Foto: Getty Images/iStockphoto/yasinemir

Steve mengatakan dalam kasusnya, lubang urethra terletak di sebelah pinggir kepala penisnya, bukan di ujung. Saat ereksi penisnya pun hanya memanjang beberapa inci dan kurang ketebalan seperti pria dewasa normal.

Kondisi tersebut membuatnya tidak percaya diri menjalin hubungan dengan lawan jenis. Begitu juga kehidupannya secara keseluruhan.

Steve Baker pernah menemui dokter spesialis urologi untuk mengatasi kondisinya. Namun dokter tersebut salah mendiagnosa kelainan yang dialaminya.

Saat itu usia Steve masih 21 tahun dan sang dokter memutuskan mengoperasi penisnya. Malangnya, operasi gagal dan kondisi pria yang kini tinggal di Kanada itu memburuk.

"Saya jadi tidak bisa merasakan sensasi apapun pada ujung penis. Kalau saja saat itu saya tahu masalahnya adalah hipospadia, saya tidak akan ke dokter itu. Saya tidak tahu kenapa dia menyunat saya. Semuanya terlalu memalukan. Saya harus hidup dengan keadaan begini," ujarnya.

Steve mengaku dia masih memiliki hasrat seksual seperti pria pada umumnya. Tapi ukuran penis dan kurangnya sensitivitas terhadap rangsangan membuat kehidupan asmaranya berkali-kali gagal.

Pada usia 29 tahun, Steve menikah dan memiliki dua orang anak. Namun pernikahannya harus kandas pada 2001.

"Kami memang tidak ditakdirkan bersama. Tapi kehidupan seks kami tidak membantu sama sekali. Sangat sulit, seks tidak benar-benar terjadi," ungkapnya.

Kini yang bisa Steve lakukan adalah memberi pemahaman pada anak-anaknya tentang kondisi hipospadia yang dideritanya. Berbekal pengetahuan, dia berharap bisa membawa perbedaan bagi pria-pria yang mengalami kelainan sama seperti dirinya. Yakni cepat terdeteksi dan mendapatkan tindakan yang tepat.

(hst/hst)