Skotlandia Jadi Negara Pertama di Dunia yang Menggratiskan Pembalut

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 25 Nov 2020 12:03 WIB
ilustrasi pembalut Foto: iStock
Jakarta -

Skotlandia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menggratiskan pembalut. Hari ini, para anggota parlemen telah menyetujui anggaran untuk produk-produk menstruasi yang artinya pembalut akan disediakan oleh pemerintah. Hal ini dilakukan untuk mengatasi 'kemiskinan menstruasi' atau kurangnya akses pada pada pembalut atau tampon itu karena keterbatasan biaya.

Setelahnya disetujuinya pendanaan tersebut, kini di Skotlandia akan disediakan pembalut-pembalut gratis, terutama di tempat-tempat publik seperti sekolah dan universitas. Dengan begitu, siapa pun yang membutuhkannya bisa langsung mendapatkannya tanpa harus mengeluarkan biaya.

Dilansir Cosmopolitan, gerakan yang diperkirakan berbiaya $32 juta atau Rp 453 miliar ini pertama kali dikampanyekan empat tahun lalu oleh ahli kesehatan Monica Lennon dari Partai Scottish Labour. Baru diresmikan di era pandemi, bantuan kecil seperti pembalut diharap bisa sangat menolong mereka yang membutuhkan.



"Menstruasi tidak berhenti karena pandemi dan usaha untuk meningkatkan akses pada tampon, pembalut, dan produk-produk penting yang bisa digunakan kembali tidak pernah lebih penting," ungkapnya.

Monica Lennon pun menyambut baik dan memuji gerakan yang telah diresmikan tersebut sebagai sesuatu yang bersejarah. Meski begitu, ia kembali mengingatkan bahwa menjamin kesehatan wanita secara umum perlu menjadi langkah selanjutnya. Begitu juga dengan mengakhiri stigma negatif mengenai menstruasi mengingat hal tersebut merupakan kondisi yang normal dan natural.

"Ini harusnya dimulai dengan pendidikan kesehatan menstruasi di semua sekolahnya," ucap Monica.



Usaha untuk menyediakan pembalut gratis bukan tanpa alasan yang kuat. Berdasarkan riset Plan UK, sebanyak 10% gadis muda di Inggris tidak mampu membeli produk menstruasi, 15% kesulitan untuk mendapatkannya, dan 19% lainnya mengganti pembalut dengan produk yang lebih murah karena alasan finansial. Hal ini kemungkinan besar juga terjadi di negara lain.

"Skotlandia tidak akan menjadi negara terakhir yang membuat sejarah untuk (mengatasi) kemiskinan menstruasi. Legislasi adalah kesempatan dunia untuk memastikan kehormatan menstruasi untuk semua wanita, gadis, dan orang-orang lain yang menstruasi," tambah Monica.

Ide untuk menggratiskan pembalut telah lama dikampanyekan wanita di berbagai belahan dunia. Menstruasi dianggap sebagai sesuatu yang natural sehingga tidak seharusnya dibebankan secara finansial apalagi produknya dikenai pajak tinggi. Gerakan ini pun berusaha untuk mengurangi stigma pada menstruasi sebagai masalah wanita dan sesuatu yang tabu serta kotor.

(ami/ami)