Tak Mau Punya Anak, Wanita 22 Tahun Lakukan Sterilisasi Jadi Kontroversi

Rahmi Anjani - wolipop Minggu, 15 Nov 2020 19:00 WIB
Thoughtful woman at home - copyspace Foto: Istock
Jakarta -

Seorang wanita bernama Ailin Cubelo Naval jadi perbincangan di negaranya. Wanita asal Argentina tersebut baru saja melakukan sterilisasi agar tidak bisa punya anak. Hal ini mengejutkan banyak orang karena usianya yang dianggap terlalu muda untuk membuat keputusan tersebut. Ia pun ramai dibahas di media sosial.

Meski baru berusia 22 tahun, Ailin mengaku sudah tahu bahwa ia tidak ingin punya anak. Ada banyak alasan yang membuat wanita tersebut melakukan prosedur sterilisasi, salah satunya ia menganggap jika menjadi orang tua adalah sebuah beban kultural dari pada insting natural.

Hal ini dianggap kontroversial di negaranya. Ailin pun pernah ditolak dua kali oleh ginekolog saat ingin melakukan prosedur ikat tuba falopi untuk mencegah kehamilan secara permanen. Bukan sembarang prosedur, Ailin ketika itu disarankan untuk bertemu dengan psikolog. Setelah mencari dokter lain yang bersedia melakukannya, akhirnya Ailin telah menjalani sterilisasi.

"Seperti beberapa orang yang ingin menjadi ibu adalah suatu hal natural, bagiku juga natural untuk tidak menjadi ibu. Aku mengikat tubaku karena aku tidak ingin punya anak sekarang atau selamanya," kata Ailin kepada Infobae.

Lebih lanjut Ailin menjelaskan bahwa keputusannya itu didasari anggapan bahwa menjadi orangtua adalah sebuah mandat kultural. "Gambaran bahwa wanita harus peduli, bersifat keibuan, ditanamkan sejak TK. Aku kini melihat para ayah jalan bersama putra-putra mereka dan anak-anak perempuan bermain dengan stroller dengan mainan bayi,"

"Ini mengapa aku percaya bahwa mandat menjadi ibu bukanlah sesuatu yang natural, itu adalah kultural. Ada banyak orang yang tidak pernah ditanya mengenai untuk tidak jadi orangtua, mereka mengikuti jalan kecil bahwa wanita harus bereproduksi. Dengan kata lain, kamu punya uterus kamu harus melahirkan, itu nasibmu," lanjutnya.

Ailin terpikir untuk tidak ingin punya anak ketika SMA. Ia pun selalu memastikan dirinya tidak akan hamil dengan menggunakan obat KB dan kondom. Setelah itu, ia sadar ingin alat kontrasepsi yang lebih permanen. Setelah melakukan ikat tuba falopi, Ailin mengaku tidak menyesal. Kalau pun suatu hari ia pernah berubah pikiran, wanita itu mengatakan bisa mengadopsi saja.

"Aku tidak menilai mereka yang memilih untuk jadi ibu, aku tidak berlari ke jalan dan berkata ini alasan mengapa hidupmu hancur, dia gila, bagaimana dia bisa punya tiga anak. Aku hanya berpikir ini saatnya untuk berhenti menilai orang yang tidak ingin bereproduksi. Kita bukan makhluk aneh, kita adalah manusia, besok kita tidak akan menyesal tidak menjalani hidup yang kita inginkan," tutur Ailin.

(ami/ami)