Cucu Konglomerat Fashion Tewas Setelah Operasi Payudara dan Sedot Lemak

Eny Kartikawati - wolipop Selasa, 13 Okt 2020 15:39 WIB
Bonnie Evita Law Bonnie meninggal dunia setelah operasi sedot lemak dan payudara. Foto: Dok. Instagram @bonnieevita
Jakarta -

Nasib tragis dialami seorang cucu konglomerat fashion bernama Bonnie Evita Law. Bonnie meninggal dunia saat menjalani operasi pembesaran payudara dan sedot lemak.

Bonnie Evita Law populer di Hong Kong sebagai sosialita. Kakeknya, Law Ting-pong, merupakan pendiri brand fashion Bossini. Merek busana tersebut memiliki lebih dari 1.000 toko di berbagai belahan dunia seperti Hong Kong, Taiwan, China, Malaysia, India dan Arab Saudi. Pada 2017, kakek Bonnie masuk dalam daftar 31 orang terkaya di Asia.

Bonnie meninggal dunia pada Januari 2020 saat melakukan operasi plastik di Korea Selatan. Dia meninggal dalam usia 34 tahun setelah melakukan operasi payudara dan sedot lemak di sebuah klinik di Gangnam, kawasan elite di Korea Selatan.

Bonnie dilaporkan dalam keadaan koma tidak lama setelah tindakah bedah dilakukan padanya. Dia langsung ditransfer ke rumah sakit terdekat, namun saat tiba di sana, wanita kaya itu dinyatakan meninggal dunia.

Seperti dikutip dari Daily Mail, stasiun televisi lokal Hong Kong, MBC, menurunkan laporan terkini mengenai penyebab meninggalnya Bonnie. Dalam laporan tersebut dikatakan polisi telah melakukan investigasi terkait meninggalnya Bonie. Berdasarkan hasil investigasi, cucu konglomerat itu diduga meninggal karena kelalaian staff di klinik operasi plastik.

Bonnie Evita LawBonnie Evita Law Foto: Dok. Instagram @bonnieevita

Kematiannya disebutkan berhubungan dengan obat anestesi yang digunakan saat operasi plastik berlangsung. Polisi mengklaim, klinik operasi plastik tersebut gagal mengecek terlebih dahulu soal reaksi obat anestesi itu pada Bonnie sebelum operasi.

Pihak kepolisian juga mengungkapkan bahwa pihak klinik sebelumnya tidak meminta Bonnie untuk mengisi surat persetujuan sebelum melakukan tindakan operasi plastik. Dan operasi payudara serta sedot lemak tersebut, menurut polisi, dilakukan oleh ahli bedah plastik yang belum bersertifikasi.

Lebih parahnya lagi, berdasarkan penyelidikan ditemukan juga bahwa klinik operasi plastik yang didatangi Bonnie tersebut belum menyelesaikan persyaratan pendaftaran secara resmi di Korea Selatan. Sehingga klinik di kawasan Gangnam itu dianggap ilegal.

Meninggalnya Bonnie karena tindakan ilegal klinik operasi plastik ini menimbulkan duka mendalam keluarga yang ditinggalkannya yaitu seorang suami dan anak berusia tujuh tahun. Suaminya, Danny Chi, pernah ingin mengajukan tuntutan hukum pada klinik operasi plastik tersebut.

"Kematiannya sangat disayangkan dan melanggar hukum. Ini semata-mata adalah hasil dari sebuah keserakahan, kelalaian dan ketidakcakapan," ujar Danny Chi dalam wawancara dengan South China Morning Post pada Maret 2020.

Danny Chi pada akhirnya membatalkan rencananya mengajukan gugatan pada klinik kecantikan yang membuat istrinya meninggal setelah operasi payudara dan sedot lemak. Karena menurutnya polisi telah bertindak untuk menyelidiki meninggalnya Bonnie.



Simak Video "Cantiknya Para Barbie di Dunia Nyata Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)