Liputan Khusus Penyintas Corona

Ini Kisah Para Wanita Indonesia Survivor COVID-19, Sembuh Melawan Corona

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 03 Okt 2020 15:00 WIB
Kisah Winarti yang ada di Wisma Atlet, Kemayoran Winarti, salah satu wanita penyintas Corona. Foto: Screenshot TikTok @wina_fio
Jakarta -

Penyakit virus Corona tak memandang status status ekonomi dan sosial. Kini pun semakin hari jumlah mereka yang positif Corona jumlahnya bertambah banyak di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan ada lebih dari 295 ribu orang terinfeksi virus Corona di Indonesia. Meski demikian jumlah orang yang sembuh lebih banyak daripada yang meninggal dunia. Total mereka yang sembuh dari COVID-19 mencapai lebih dari 221 ribu, sedangkan yang meninggal dunia mencapai 10.972 orang.

Di balik jumlah pasien positif yang semakin meningkat, virus Corona ini bisa disembuhkan. Ada banyak kisah di media sosial dari orang-orang yang bisa sembuh dari COVID-19 ini. Mereka yang sembuh dari Corona ini disebut penyintas atau survivor COVID-19.

Dalam liputan khusus kali ini Wolipop mewawancarai para wanita Indonesia penyintas Corona. Mereka berbagi pengalamannya selama terinfeksi Corona seperti gejala yang dirasakan, masa isolasi dan berjuang untuk kesembuhannya. Para penyintas Corona ini melalui perjuangannya masih-masing dengan berbagai cara ada yang menjalani isolasi #dirumahaha, Wisma Atlet, rumah sakit swasta dan tempat isolasi mandiri.

Seperti cerita dari Winarti yang menjalani masa perawatan di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Winarti termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG) saat dirinya dinyatakan terinfeksi virus Corona.

Winarti pun berbagi pengalamannya menjalani perawatan di Wisma Atlet. Setiap harinya, dikisahkannya, setiap pukul 07.00 akan ada perawat yang datang untuk mengecek tensi darahnya, memberikan obat dan sarapan.

"Jam 09.00-10.00 biasanya berjemur, ada tempat berjemur dan tempat olahraga di lantai aku sendiri. Siangnya jam 12.00 wib tensi darah lagi, ambil obat dan makan siang. Sore harinya jam 16.00, biasanya olahraga senam ringan sampai jam 17.00. Magrib salat dan habis itu tensi dan ambil obat. Makan malam di kamar masing-masing dan tidur. Setiap hari kayak gitu sampai kita semua negatif," ungkap Wina saat dihubungi Wolipop lewat telepon, Kamis (1/10/2020).

Intan Indira seorang penyintas CoronaIntan Indira seorang penyintas Corona Foto: Dok. pribadi Intan

Penyintas COVID-19 lainnya bernama Ari juga berbagi kisahnya menjalani isolasi mandiri yang disediakan kantor tempatnya bekerja. Setelah Ari dinyatakan positif Corona pada September 2020, kantornya menyediakan hotel sebagai tempatnya untuk menjalani isolasi hingga sembuh.

Ari mengaku tak merasakan gejala apapun sebelum dinyatakan terinfeksi COVID-19. Semua gejala yang pada umumnya dialami penderita Corona tak dialaminya.

"Demam, batuk dan kehilangan indera itu aku nggak ngerasain. Aku juga nggak memikirkan bisa terpapar dari mana. Yang aku pikirkan saja bagaimana bisa sembuh. Dan harus happy jangan pernah menyalahkan diri sendiri dan orang lain," kata Ari.

Isolasi mandiri juga dilakukan Yurizkha Aditya yang ayah dan ibunya dinyatakan positif Corona. Yurizkha berbagi kisah ibunya, Suryani, yang menjadi OTG (Orang Tanpa Gejala), namun dinyatakan positif Corona di usia 50 tahun. Jika sang ayah sampai harus dirawat di rumah sakit, ibunya yang tak merasakan gejala diizinkan menjalani isolasi mandiri di rumah.

"Mama melakukan aktifitas di luar kamar kalau ke kamar mandi sama berjemur saja, selebihnya aktifitas di kamar. Buat sarapan mama dan adik-adikku, dari masakannya selalu diselipin telur rebus. Terus makanannya kita taruh depan kamar mama," cerita Yurizkha.

Cerita lainnya dari penyintas COVID-19 datang dari Intan Indira. Intan dinyatakan positif terinfeksi Corona pada akhir Agustus 2020. Sebelumnya adiknya sudah lebih dulu terkena Corona. Kedua orangtuanya pun memutuskan Intan menjalani perawatan di rumah sakit.

"Adikku sakit duluan. Dia disarankan swab oleh keluarga dan positif. Dia cek sama dokter dan dirusuh isolasi mandiri. Aku tinggal bersama adikku. Karena adikku kondisinya semakin menurun, 27 Agutus saat aku dapat hasil kalau aku positif, adikku ibawa ke rumah sakit. Aku masuk rumah sakit 28 Agustus," ujarnya.

Selama dirawat di rumah sakit, selain mendapat berbagai asupan vitamin, Intan juga meminta obat pada dokter agar bisa tidur. Karena selama dirawat di rumah sakit dia sulit tidur memikirkan kondisinya dan adiknya. Padahal agar bisa cepat pulih, penderita Corona harus mendapatkan tidur yang cukup.

"Saran saya hanya tidur untuk masa penyembuhan. Kalau tidak bisa tidur minta obat ke dokter. Nggak usah takut ketagihan asal diberikan oleh dokter agar dosisnya sesuai. Bergerak juga perlu tapi jangan olahraga yang ekstrem. Di rumah sakit juga ada olahraga untuk latihan pernafasan, take it easy selama penyembuhan. Ini penyakit yang membutuhkan kesabaran," tutupnya.

Simak kisah selengkapnya para penyintas Corona ini dalam liputan khusus Wolipop.



Simak Video "Digaji Rp 367 Juta, Ini Fasilitas Jadi Asisten Magang Ratu Elizabeth II"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)