Viral Curhat Pasien COVID-19 Tak Diberi Dukungan untuk Sembuh, Bikin Insecure

Gresnia Arela Febriani - wolipop Selasa, 22 Sep 2020 16:17 WIB
Curhat Dinda yang merasa insecure. Dok. Tangkap Layar akun TikTok @dindaaptriii. Foto: Curhat Dinda yang merasa insecure. Dok. probadi Dinda.
Jakarta -

Pasien COVID-19 harus menjalani isolasi mandiri selama pengobatan agar tak menulari orang lain. Hal ini memang menjadi tantangan karena di samping harus melawan virus, juga harus melawan rasa kesepian harus dirawat sendirian.

Maka dari itu dukungan keluarga maupun teman sangat diperlukan, meskipun itu dilakukan secara jarak jauh, lewat telepon, video call maupun chat online. Namun yang terjadi pada wanita ini justru sebaliknya.

Beredar video di TikTok tentang kondisi pasien positif virus Corona yang sedang mengalami perasaan gelisah, tak percaya diri dan takut. Dia membagikan curhatan bahwa temannya tidak memberikan dukungan bahkan mengira usianya tak akan panjang karena terinfeksi virus tersebut.

Wanita bernama Dinda Putri Rahayu itu mengaku sedih bukan karena positif COVID-19. Namun melihat tanggapan temannya yang seolah tidak memberi dukungan mental.

"Aku bukan sedih karena lihat hasil positif COVID-19, tapi sedih karena temanku membuat aku insecure. Nangis karena lihat hasil positif COVID-19 sudah biasa. Dan cuman bisa ya sudahlah aja. Tapi gak pernah kan lo, lagi kondisi kena COVID-19 teman lo tiba-tiba ngechat ngomong 'Gue ga tau bisa ketemu lo lagi apa enggak'. Terus gue bales 'Kenapa gara-gara gue COVID-19?' Dia jawab 'Iya'," tulis akun TikTok @dindaaptriii (12/9/2020).

@dindaaptriii

aku bukan sedih krn liat hasil positif covid, tp sedih krn temenku membuat aku insecure😭😭 ##covid19

♬ original sound - γ˜γ‚ƒγŒγ„γ‚‚ πŸ™‚ - γ˜γ‚ƒγŒγ„γ‚‚πŸ€–πŸ€™πŸΌ

Selama menjalani perawatan di Wisma Atlet, Jakarta Pusat, Dinda memang kerap membuat video di TikTok untuk mengusir jenuh. Seperti berbagi tentang kegiatannya, memperlihatkan menu makanan atau sekadar memperlihatkan situasi di Wisma Atlet.

Hingga Selasa siang (22/9/2020), video viral tersebut sudah dilihat lebih dari 2,1 juta kali, mendapat 268 ribu like dan 6.944 komentar di TikTok. Netizen pun ada yang mengrritik ada pula yang memberikan dukungan agar cepat sembuh.

"Ya elu tau lagi COVID-19 ya karantina mandiri la jangan kode-kode biar di jenguk, doa dari temen sudah cukup kali," tulis akun TikTok @Sylvi.

"Temen kayak gitu jauhin aja! temen yang bener-bener temen itu nyemangatin, bukan karena kena COVID-19 jadi ngejauh. Makanannya dijaga ya kakπŸ₯° SEMANGAT!!!πŸ₯°," kata akun @aku kentang.

"COVID-19 bukan aib yaaa semangat," timpal akun @lenlen.

"Semangat kak jangan insecure atau neting yaa pasti sembuh kok,semangaatttπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° pasti sembuh," saut akun @pii.

Curhat Dinda yang merasa insecure. Dok. Tangkap Layar akun TikTok @dindaaptriii.Curhat Dinda yang merasa insecure. Dok. Tangkap Layar akun TikTok @dindaaptriii.

Saat dikonfirmasi Wolipop, Dinda mengaku tak menyangka unggahannya bisa viral. "Aku sama sekali nggak nyangka kalau video aku viral, karena aku buat videonya hanya sekedar ungkapin apa yang lagi aku alami. Tau video aku viral pas hari aku upload videonya, tiba-tiba Viewnya langsung banyak gitu," ungkapnya Selasa (22/9/2020).

Wanita 21 tahun ini menceritakan gejala awal ia terjangkit virus Corona. Sebelumnya pada 2 September 2020 dirinya pergi ke rumah kakak sepupunya. Dia menjelaskan saat itu sepupu dan suaminya sama-sama sedang sakit flu, sehingga minta tolong padanya untuk menjaga anak mereka. Sebab keduanya akan pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi.

"Setelah kakak sepupuku pulang dari rumah sakit, kami yang ada di rumahnya menanyakan kondisinya, dia bilang kalau di rumah sakit dia di rapid test juga, dan hasilnya negatif. Lalu beberapa hari kemudian kalau nggak salah lusa suami kakak sepupuku batuk-batuk terus dicek paru-parunya ternyata ada flek-flek dari situ ternyata terkena COVID-19. Tapi aku dikabarinnya pada 6/9/2020," jelasnya kepada Wolipop.

Setelah itu tak berapa lama Dinda merasakan badannya nyeri saat bangun tidur dan langsung minum obat serta vitamin. Saat itu dia hanya mengira hanya kelelahan atau tertular sakit flu dari kakak sepupunya.

Dinda yang merasa insecureFoto Dinda yang merasa insecure. Foto: Dok. pribadi Dinda.

"Jadi aku nggak ada kepikiran kena COVID-19. Aku hanya berpikiran yaa karena kecapean atau emang tertular sakit flu. Terus minggunya aku baru dikasih tahu aku dan mamaku langsung disuruh ikut test swab mandiri. Aku swab pada (7/9/2020) hasilnya keluar hari itu juga dan ternyata aku positif. Langsung aku minta rujukan untuk diisolasi di Wisma Atlet karena lingkungan rumah nggak mendukung untuk isolasi mandiri," tuturnya.

Pada akhir wawancara, Dinda memberikan pesan bahwa virus Corona ini bukanlah aib. Dia menekankan yang harus dihindari adalah penyakitnya tapi bukan penderitanya.

"Harus bisa sama-sama saling menghargai, saling mengerti, saling support dan saling mendoakan. Buat teman-teman harus lebih aware lagi sama COVID-19 ini virus beneran ada, taatin protokol dan rajin cuci tangan serta gunakan masker. Kalau kita taat sama aturan, virus ini akan reda sehingga kasus di Indonesia, khususnya Jakarta akan menurun. Lebih peduli dengan sesama dan jangan memikirkan diri sendiri," tutupnya.

(gaf/hst)