Deretan Orang Anti Masker, Berakhir Terinfeksi Virus Corona dan Meninggal

Vina Oktiani - wolipop Rabu, 22 Jul 2020 13:06 WIB
Young female doctor woman wearing mask, making stop sign gesture, saying No isolated on white background, refusing virus disease, close up, blank. Foto: Getty Images/iStockphoto/insjoy
Jakarta -

Virus Corona adalah salah satu penyakit yang tidak bisa dianggap remeh. Walaupun tidak perlu khawatir berlebihan, namun kita semua perlu menyadari bahwa virus Corona tidak dapat dianggap main-main. Saat ini pemerintah sendiri sudah mewajibkan setiap orang untuk menggunakan masker dan mematuhi protokol-protokol pencegahan infeksi virus Corona. Namun pada kenyataannya masih ada saja orang-orang yang mengabaikan hal-hal tersebut dan lebih memilih untuk tidak menggunakan masker dengan alasannya masing-masing. Seperti dilansir dari berbagai sumber, berikut ini 4 orang yang menolak menggunakan masker dan pada akhirnya meninggal karena terinfeksi virus Corona.

1. Qiu Jun

qiu junqiu jun Foto: dok. Asia Wire

Qiu Jun adalah seorang binaragawan asal China yang memiliki gaya hidup yang sehat. Walaupun demikian pada akhirnya dia tetap terinfeksi virus Corona karena pilihan hidupnya. Seperti dikutip dari Daily Star, pria berusia 72 tahun itu sebelumnya selalu menolak menggunakan masker sampai akhirnya dia terinfeksi virus Corona dan meninggal.

Qiu Jun pertama kali terinfeksi Corona sebelum Tahun Baru Imlek. Saat itu Qiu Jun sedang mengunjungi keluarga menantunya. Karena pandemi Corona sedang banyak menyebar, Qiu Jun lalu diingatkan untuk menggunakan masker sebagai salah satu bentuk pencegahan, namun sayang hal itu diabaikannya. Qiu Jun tetap santai pergi ke gym, padahal dia tinggal di kota Wuhan, lokasi sumber penyebaran Corona.

Sampai akhirnya Qiu Jun mulai menunjukkan gejala terinfeksi Corona seperti demam kronis. Qiu Jun sempat diisolasi di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan sebelum akhirnya meninggal dunia.

2. Richard Rose

Richard RoseRichard Rose Foto: Facebook Richard Rose

Richard Rose yang merupakan mantan tentara Amerika Serikat sempat menjadi viral dan menghebohkan publik setelah kabar kematiannya tersebar. Pasalnya pria berusia 37 tahun itu mengikuti gerakan anti masker dan seringkali memamerkannya di media sosial miliknya. Pada 28 April, Richard Rose sempat mengunggah pernyataan di Facebooknya bahwa dia tidak akan menggunakan masker.

Seperti dikutip dari People, pada tanggal 1 Juli Richard Rose lalu kembali mengunggah pernyataan di Facebooknya yang menyatakan bahwa dia terinfeksi virus Corona. Tak lama setelahnya, tepatnya tanggal 4 Juli 2020 Richard Rose lalu dikabarkan meninggal akibat komplikasi dari infeksi virus Corona yang dideritanya.

3. Carsyn Leigh Davis

Carsyn LeighCarsyn Leigh Foto: dok. gofundme.com

Carsyn Leigh Davis adalah seorang remaja berusia 17 tahun yang meninggal akibat terinfeksi virus Corona. Sebelum terinfeksi, Carsyn Leigh Davis dikabarkan menghadiri pesta di sebuah gereja. Dalam pesta tersebut para pesertanya tidak diharuskan untuk menggunakan masker dan menjaga jarak sosial. Setelah menghadiri pesta tersebut Carsyn Leigh Davis mulai memperlihatkan gejala terkena virus Corona.

Seperti dikutip dari Today, orangtuanya yang merupakan tenaga medis lalu menyalah artikan gejala yang diperlihatkan oleh Carsyn Leigh Davis, sehingga memberikan anaknya itu pengobatan yang salah. Orangtuanya memberikan Carsyn obat azithromycin, antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Azithromycin sendiri bukanlah obat yang tepat untuk mengobati infeksi COVID-19.

Setelah kondisi Carsyn malah semakin memburuk walaupun sudah diberikan obat, kedua orangtuanya lalu membawanya ke rumah sakit. Di rumah sakit Carsyn melakukan tes laboratorium dan dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Carsyn juga diketahui memiliki penyakit komplikasi, yaitu obesitas dan kelainan imun. Pada 23 Juni 2020, Carsyn dinyatakan meninggal dunia akibat infeksi virus Corona yang dideritanya.

4. Pria yang Mengira Virus Corona Hanyalah Hoax

Seorang dokter di Texas bernama Jane Appleby menceritakan kisah pasiennya yang mengira virus Corona hanyalah hoax dan pada akhirnya meninggal karena terinfeksi virus tersebut. Pasien pria yang tidak disebutkan namanya itu kabarnya benar-benar tidak percaya dengan virus Corona sehingga dia berusaha membuktikannya sendiri dengan menghadiri pesta COVID-19. Pesta COVID-19 atau pesta virus Corona adalah pesta yang dibuat oleh seseorang yang telah terinfeksi virus Corona dan ingin membuktikan apakah virus tersebut akan menginfeksi orang lainnya.

Seperti dikutip dari Mirror, pria berusia 30 tahun itu menghadiri pesta tersebut tanpa menggunakan masker atau melakukan tindakan-tindakan pencegahan infeksi virus Corona lainnya. Setelah menghadiri pesta, sang pria mulai merasa sakit dan memutuskan untuk pergi ke dokter. Di rumah sakit pria tersebut mengikuti serangkaian tes hingga dinyatakan positif terinfeksi virus Corona dan meninggal setelahnya.



Simak Video "Self Quarantine, Olahraga Pakai Alat Rumah Tangga Saja!"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/vio)