Lockdown 5 Bulan, Berat Badan Pria Ini Naik Hingga Lebih dari 90 Kg
Lockdown karena virus Corona membuat pria asal Wuhan, China, ini naik berat badan secara drastis. Hanya dalam lima bulan, pria yang hanya diketahui bernama Zhou, bobotnya naik hingga 90-an kg.
Seperti diketahui, Wuhan yang merupakan episentrum awal penyebaran virus Corona, memberlakukan lockdown sejak Januari 2020. Baru bulan lalu pemerintah akhirnya melonggarkan aturan jaga jarak dan isolasi seiring semakin menurunnya angka kasus positif COVID-19 di kota tersebut.
Saat warga Wuhan lainnya bisa kembali beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, Zhou, masih tidak bisa ke luar rumah. Ia mengalami obesitas hingga sulit bergerak.
Diberitakan Oddity Central, kondisi kesehatan Zhou memang tidak terlalu baik jauh sebelum virus Corona merebak di Wuhan. Meskipun tubuhnya kurang fit, pria berusia 26 tahun ini masih bisa menjalankan aktivitasnya secara normal. Sehari-harinya Zhoue bekerja di kafe dan selalu menjaga berat badannya.
Tapi semua itu berubah ketika Zhou hanya menghabiskan waktunya di rumah karena lockdown. Ia tidak dapat beraktivitas fisik dengan maksimal dan kesulitan membakar kalori.
Zhou, pria obetitas yang berat badannya naik lebih dari 90 kg selama lockdown. Foto: Weibo/Oddity Central |
Berat badannya pun terus naik dan dalam beberapa bulan, bobotnya mencapai 280 kg. Naik hingga lebih dari 90 kg.
Kasus Zhou ini terungkap pekan lalu, setelah tim dokter di Wuhan University Central South Hospital merawatnya. Kala itu Zhou mengatakan kepada dokter bahwa dia tidak pernah meninggalkan rumahnya sejak sebelum lockdown pada Januari 2020, yang ikut memicu kenaikan berat badan drastis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengatakan kesulitan tidur karena merasa tidak nyaman akibat bobotnya yang di atas normal. Saat itulah Zhou memutuskan menghubungi rumah sakit untuk mendapat pertolongan.
Setelah dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans, Zhou langsung ditempatkan di ICU. Sejumlah pemeriksaan menunjukkan kalau Zhou mengalami gagal jantung dan disfungsi saluran pernapasan.
Selama 10 hari tim dokter mencoba menstabilkan kondisinya agar bisa dilakukan tes-tes lainnya seperti mengukur tekanan darah dan EEG. Beruntung, kondisi Zhou akhirnya stabil dan pada 11 Juni, ia dinyatakan telah melewati masa kritis.
Dr. Li Zhen yang merawat Zhou mengatakan bahwa kenaikan berat badan yang dialami pasiennya itu disebabkan faktor genetik dan sistem kontrol kelenjar yang abnormal. Gaya hidup tidak aktif selama berbulan-bulan lockdown-lah yang semakin memperparah kondisinya.
Zhou harus bisa menurunkan berat badan minimal 22,6 kg agar bisa menjalani operasi gastric bypass. Yakni prosedur memperkecil kapasitas lambung untuk membantunya mengurangi kelebihan berat badan.
"Saya hanya bisa berharap dengan menyesuaikan diet dan metode lainnya, berat badannya bisa berkurang lebih dari 22 kg dalam tiga bulan supaya risiko dari operasi bisa jauh berkurang," kata Dr. Li.
Hobi dan Mainan
ORCA MAGMA01 vs Donner DAG-1CE: Gitar Ringkas atau Full Size, Mana Lebih Pas?
Kesehatan
Suplemen Harian Jaga Imun Tubuh di Tengah Aktivitas Padat! Review Swisse Ultiboost Vitamin C 1000mg
Pakaian Pria
Corduroy Jacket Jadi Outer Andalan Cowok yang Ingin Tampilan Casual Modern
Pakaian Pria
Raw Denim Bukan Cuma Tren Musiman! Investasi Celana yang Makin Lama Makin Bagus
9 Cara Menerapkan Sleep Hygiene agar Tidur Lebih Nyenyak Setiap Malam
Kisah Wanita 62 Tahun Hamil Lagi Setelah Anaknya Meninggal, Jadi Kontroversi
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
Foto: Gaya Denada Sambut 2026, Seksi Pakai Gaun Menerawang
Mantan Desainer Marni Pindah ke GU Uniqlo, Siap Rancang Fashion Ramah Kantong
Viral Verificator
Bikin Melongo! Viral Aksi Emak-emak Pungut Sayur Sisa di Pasar untuk Dimasak
Ramalan Zodiak 11 Januari: Aquarius Buat Rencana, Pisces Banyak Peluang












































