Virus Corona Bisa Bikin Dunia Kekurangan Stok Kondom

Hestianingsih - wolipop Rabu, 08 Apr 2020 13:37 WIB
ilustrasi kondom Ilustrasi kondom. Foto: iStock
Jakarta -

Virus Corona tak hanya mengancam kesehatan orang banyak tapi juga mengguncang perekonomian dunia. Sejak COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) awal Maret 2020, sudah ada ratusan toko maupun pabrik yang tutup, demi memutus rantai penyebaran virus.

Salah satu yang terdampak dari pandemi virus Corona adalah Karex Bhd, perusahaan Malaysia yang merupakan produsen kondom terbesar di dunia. Karex Bhd terpaksa menutup tiga pabriknya selama lebih dari satu minggu setelah pemerintah Malaysia mengeluarkan kebijakan lockdown.

Selama periode tersebut tidak ada satupun kondom yang diproduksi Karex Bhd. Alhasil cepat atau lambat alat kontrasepsi ini akan jadi barang langka di pasaran.

DurexDurex Foto: Dok. Durex USA


Seperti dikutip dari People, Karex Bhd memproduksi sedikitnya satu dari lima kondom di dunia. Produk-produknya dipasarkan sejumlah brand ternama, termasuk Durex.

Perusahaan yang berdiri sejak 1988 ini juga menyuplai kebutuhan kondom untuk program pencegahan HIV/AIDS dan pengendalian populasi yang diprakarsai PBB lewat UN Population Fund. Kini Karex Bhd sudah diizinkan beroperasi kembali mulai 27 Maret 2020 namun hanya boleh mempekerjakan 50 persen tenaga kerja, dalam rangka social distancing.

Bisa dipastikan ketersediaan kondom akan berkurang drastis karena hal ini. Chief Executive Karex Bhd Goh Miah Kiat mengatakan produsen akan kesulitan memenuhi permintaan dengan kapasitas produksi yang kini dipangkas hingga setengahnya.

ilustrasi kondomilustrasi kondom Foto: iStock


"Kita akan melihat terjadi kekurangan kondom di mana-mana dan itu akan menakutkan. Kekhawatiran saya khusus pada program-program kemanusiaan (khususnya di Afrika), kekurangan kondom tidak hanya akan terjadi selama dua minggu atau dua bulan. Bisa berlangsung berbulan-bulan," kata Goh.

Karex Bhd bukan satu-satunya produsen kondom yang terkena imbas virus Corona. Banyak pula pabrik kondom di China yang terpaksa tutup atau jumlah produksinya dikurangi.

CEO DKT International Chris Purdy juga menambahkan COVID-19 telah memengaruhi setiap rantai suplai untuk produk-produk kesehatan seksual dan produksi. Mulai dari ketersediaan bahan mentah hingga pengiriman ekspedisi ke mancanegara.


"Sampai ke proses clearing produk dan regulasi," kata dia.

DKT International sendiri merupakan lembaga non-profit global yang bertujuan menyediakan pelayanan program keluarga berencana dan pencegahan penularan HIV/AIDS. Salah satunya memberikan edukasi akan pentingnya penggunaan kondom untuk cegah terjadinya infeksi HIV dan kehamilan yang tak diharapkan.



Simak Video "Patricia Gouw Dibikin Kaget dengan Protokol Covid-19 di Luar Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)