Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Istri Ceraikan Suami Usai Lihat Bukti Perselingkuhan Dari Promosi di TikTok

Vina Oktiani - wolipop
Kamis, 08 Jan 2026 16:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi Wanita Sedih
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang tak menyangka bahwa satu unggahan media sosial bisa berdampak besar pada kehidupan pribadi. Hal inilah yang dialami seorang pria asal Sisilia, Italia, yang pernikahannya berakhir setelah dirinya muncul dalam video promosi sebuah restoran di TikTok tanpa izin.

Melansir Oddity Central, pria berusia 42 tahun tersebut diketahui mengajukan gugatan hukum terhadap pemilik restoran karena merasa privasinya dilanggar. Video promosi itu menampilkan dirinya sedang makan bersama seorang perempuan lain, padahal kepada sang istri ia mengaku sedang menghadiri jamuan makan bisnis dengan rekan kerja.

Belum diketahui secara pasti bagaimana sang istri menemukan video tersebut. Bisa jadi ia menemukannya secara tidak sengaja di TikTok, atau ada orang lain yang mengenali sang suami lalu mengirimkan video itu kepadanya. Namun yang jelas, video tersebut menjadi bukti adanya perselingkuhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merasa dipermalukan karena perselingkuhan suaminya tersebar di ruang publik, sang istri akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pernikahan mereka dan mengusir suaminya dari rumah. Kejadian itu pun berujung di meja hijau.

Didampingi Codacons, sebuah asosiasi perlindungan konsumen di Italia, pria tersebut menggugat restoran atas dugaan pelanggaran hak privasi. Codacons menilai pihak restoran telah melakukan kesalahan karena merekam dan menyebarkan video pelanggan tanpa persetujuan yang jelas.

ADVERTISEMENT

"Tidak dapat diterima jika sebuah restoran merekam pelanggan tanpa izin lalu menyebarkan videonya ke publik, karena dampaknya bisa sangat tidak terduga," ujar Francesco Tanasi, perwakilan Codacons.

Ia menegaskan bahwa dalam kasus tertentu, publikasi video semacam ini bisa berdampak serius pada kehidupan pribadi dan keluarga seseorang.

Selain menuntut ganti rugi, Codacons juga mempertimbangkan untuk melaporkan kasus ini ke otoritas perlindungan data Italia. Gugatan ini berpotensi menjadi keputusan penting terkait batasan privasi, penggunaan media sosial, dan praktik pemasaran digital di ruang publik.

(vio/vio)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads