Beda Antiseptik dan Disinfektan yang Kini Banyak Dipakai untuk Cegah Corona

Hestianingsih - wolipop Kamis, 26 Mar 2020 13:08 WIB
Fasilitas antiseptik gratis tersedia di halte TransJakarta Harmoni. Keberadaan antiseptik gratis itu sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran virus corona. Ilustrasi hand sanitizer sebagai antiseptik. Foto: iStock
Jakarta -

Untuk mencegah penularan virus corona, ramai imbauan untuk menggunakan antiseptik dan disinfektan. Produk-produk mengandung antiseptik dan disinfektan pun kini diburu banyak orang di pasaran.

Antiseptik dan disinfektan, sama-sama memiliki fungsi membunuh virus, bakteri maupun kuman. Tapi cara penggunaannya sangatlah berbeda. Maka kamu perlu tahu perbedaan antiseptik dan disinfektan agar tidak salah memakainya.

Apa itu antiseptik?

Beda Antiseptik dan Disinfektan yang Kini Banyak Dipakai untuk Cegah CoronaIlustrasi hand sanitizer sebagai antiseptik. Foto: Rifkianto Nugroho


Seperti dikutip dari Health Line, antisepsi adalah zat yna gbisa memperlambat perkembangan mikroorganisme. Antiseptik biasanya digunakan di rumah sakit untuk mengurangi risiko infeksi saat operasi atau prosedur medis lainnya.

Ada berbagai jenis antisepsik yang digunakan untuk keperluan medis. Antiseptik yang digunakan sebelum operasi biasanya memiliki bahan-bahan khusus dan berwarna oranye. Digosokkan pada tangan hingga lengan.

Sementara antiseptik untuk non-operasi biasanya berbentuk cairan bening atau terkadang biru muda, berupa hand rub (cairan atau gel untuk digosokkan ke tangan), sabun cuci tangan dan alcohol swabs. Ada pula antiseptik yang dijual di pasaran.

Salah satu contohnya hand sanitizer. Umumnya mengandung pelembap dan memiliki aroma agar lebih nyaman digunakan. Antiseptik juga ada yang berupa tisu basah, spray dan obat luka.


Apa itu disinfektan?

Beda Antiseptik dan Disinfektan yang Kini Banyak Dipakai untuk Cegah CoronaPenyemprotan disinfektan di Gereja Immanuel. Foto: Faiq Azmi


Disinfektan adalah zat atau proses membunuh kuman pada benda mati. Kuman bisa berupa virus, bakteri atau mikroorganisme lainnya yang bisa menyebabkan infeksi dan penyakit.

Seperti dilansir Cancer.gov, kebanyakan disinfektan mengandun bahan kimia keras dan beracun. Sehingga dilarang digunakan pada kulit atau tubuh manusia atau makhluk hidup lainnya.

Hidrogen peroksida adalah salah satu bahan yang umum terkandung pada antiseptik dan disinfektan. Namun konsentrasinya lebih rendah pada antiseptik ketimbang disinfektan.

Zat lainnya yang sering digunakan pada disinfektan adalah sodium hipoklorit. Bahan aktif yang juga umum terkandung pada cairan pemutih ini efektif membunuh virus, bakteri dan jamur, 10-60 menit setelah disemprotkan pada permukaan benda keras.


Apa perbedaan antiseptik dan disinfektan?

Dari pemaparan di atas, bisa dipahami bahwa antiseptik digunakan pada tubuh. Antiseptik juga kerap disebut sebagai disinfektan kulit.

Sementara disinfektan dipakai untuk membunuh kuman di permukaan benda mati. Misalnya meja, kursi, pegangan pintu, gagang pintu, saklar, remote dan sebagainya.

Sudah mengerti perbedaan antiseptik dan disinfektan? Dengan mengetahui perbedaan antiseptik dan disinfektan, kamu jadi bisa menggunakannya dengan tepat, untuk mencegah penularan virus corona penyebab penyakit COVID-19.



Simak Video "Ilmuwan Ungkap Cara Paling Aman Bercinta di Tengah Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)