Hati-hati, Kehilangan 2 Fungsi Indera Ini Bisa Jadi Tanda Kena Corona

Vina Oktiani - wolipop Selasa, 24 Mar 2020 05:30 WIB
A man wearing a face mask walks in downtown Madrid, in Spain, Wednesday, March 18, 2020. Spain will mobilize 200 billion euros or the equivalent to one fifth of the countrys annual output in loans, credit guarantees and subsidies for workers and vulnerable citizens, Prime Minister Pedro Sánchez announced Tuesday. For most people, the new coronavirus causes only mild or moderate symptoms. For some, it can cause more severe illness, especially in older adults and people with existing health problems. (AP Photo/Manu Fernandez) Gejala virus corona. Foto: AP Photo
Jakarta -

Pasien terinfeksi virus Corona selalu bertambah setiap harinya. Hingga saat ini, pasien terinfeksi Covid-19 atau virus Corona berdasarkan data Kemenkes sudah mencapai 579 orang. Sayangnya, cukup sulit mendeteksi seseorang yang terinfeksi virus tersebut. Hal ini dikarenakan gejalanya yang menyerupai penyakit pernapasan dan flu biasa, seperti batuk kering, demam, dan sesak napas. Namun ternyata tidak hanya itu saja karena ada beberapa gejala lain yang juga bisa mengindikasikan seseorang terinfeksi Covid-19 atau virus Corona.

Gejala lain itu adalah kehilangan fungsi indra penciuman dan perasa. Hal ini terungkap dari riset yang dilakukan oleh para ahli ENT (ear, nose, throat) di Inggris, sebuah kelompok yang mewakili ahli bedah tenggorokan, hidung, dan telinga. Mereka memeriksa data dari Korea Selatan, China, dan Italia. Berdasarkan data dari ketiga negara tersebut, banyak pasien terinfeksi virus Corona yang mengaku mengalami anosmia atau hyposmia (kehilangan indera penciuman).



Menurut profesor Nirmal Kumar, ahli THT (telinga, hidung dan tenggorokan) atau ENT di Inggris, beberapa pasien Covid-19 memang menunjukkan beberapa gejala-gejala tersebut, seperti mengalami penurunan fungsi untuk menangkap bau dan rasa tanpa memiliki gejala batuk atau demam. Oleh karena itu Nirmal menyarankan untuk segera mengisolasi diri jika merasakan gejala ini.

"Pada pasien muda, mereka tidak memiliki gejala yang signifikan seperti batuk dan demam, tetapi mereka mungkin hanya kehilangan indera penciuman dan rasa, yang menunjukkan bahwa virus ini tinggal di hidung," kata Nirmal kepada Sky News.

ENT UK juga mengatakan bahwa mengisolasi orang-orang yang kehilangan fungsi indra penciuman dan perasa selama tujuh hari dapat membantu mengurangi jumlah pasien terinfeksi Covid-19 atau virus Corona.

"Sudah ada bukti yang dapat dipercaya dari Korea Selatan, China dan Italia bahwa sejumlah besar pasien dengan infeksi Covid-19 terbukti memiliki anosmia / hyposmia (kehilangan indera penciuman)," kata Nirmal.



Di Jerman dilaporkan 2 dari 3 kasus penderita corona yang dikonfirmasi menderita anosmia. Di Korea Selatan di mana pengujian sudah lebih luas, ada sekitar 30% pasien yang dites positif mengalami anosmia sebagai gejala utama yang mereka hadapi dalam kasus-kasus infeksi virus corona yang lebih ringan.

Saat ini ada sejumlah laporan yang memperlihatkan peningkatan signifikan terhadap jumlah pasien corona yang mengalami anosmia tanpa adanya gejala lain. Hal penelitian ini secara tidak langsung mengajak kita untuk semakin berhati-hti dan lebih tanggap mengenai gejala-gejala Corona.



Simak Video "Tahu Nggak Sih? Ini Daya Tahan Virus Corona di Berbagai Benda"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)