Sederet Alasan Kenapa Pagi Hari Harus Sarapan

Hestianingsih - wolipop Selasa, 19 Nov 2019 05:23 WIB
Ilustrasi pentingnya sarapan. Foto: iStock Ilustrasi pentingnya sarapan. Foto: iStock

Jakarta - Sejak dulu sarapan dianggap sebagai waktu makan paling penting dan jangan sampai terlewatkan. Para orangtua pun tidak bosan-bosannya mengingatkan anak-anaknya untuk sarapan.

Namun ada pula orang yang menganggap sarapan itu kurang penting dan memilih mengosongkan perut dengan alasan kesehatan atau ingin turunkan berat badan. Sebenarnya seberapa pentingkah sarapan untuk kesehatan tubuh dan menjaga berat badan tetap ideal?

Pakar diet Kerry Leech mengatakan, setiap orang sudah seharusnya menyempatkan makan pagi setiap hari. Namun sarapan memang bukan waktu makan paling penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari karena makan siang dan makan malam pun tak kalah penting.

Kenapa harus sarapan?

1. Buka Puasa

Pertama karena di pagi hari kamu harus 'berbuka puasa.' Saat tidur, tubuh sebenarnya berpuasa selama delapan hingga 12 jam sejak makan terakhir di malam hari sebelumnya. Meskipun dalam keadaan tidur, tubuh tetap membakar energi tanpa kamu sadari.

"Bahkan terkadang orang menggunakan lebih banyak energi ketika tidur ketimbang melakukan kegiatan, misalnya menonton TV. Sebab tubuh justru lebih aktif saat tidur. Yang dilakukan tubuh semalaman adalah menggunakan energi dari cadangan yang tersimpan, dan sebagian besar untuk proses pencernaan makanan dan detoksifikasi," jelas Kerry, seperti dikutip dari ABC Australia.

Proses yang terjadi dalam semalam itu membuat tubuh kekurangan energi dan energi yang terbakar harus segera tergantikan, yaitu dengan makan di pagi hari. Kerry menegaskan, melewatkan sarapan adalah kebiasaan tidak sehat karena bisa berpengaruh negatif terhadap kesehatan tubuh baik secara mental maupun fisik. Lebih buruknya lagi, dampak negatif tersebut bisa terasa seharian.



2. Mempengaruhi Performa Tubuh

Kedua, sejumlah penelitian telah membuktikan pentingnya sarapan terhadap performa tubuh. Pada anak-anak, terbukti bahwa tingkat konsentrasi mereka saat belajar meningkat ketika mereka sarapan. Bagi orang yang sehari-harinya aktif secara fisik (olahraga, fitnes atau pekerja lapangan) pun menunjukkan performa kerja yang lebih baik dengan sarapan, karena suplai energi mereka juga bertambah. Orang yang mengawali harinya dengan sarapan juga memiliki mood yang lebih positif dan energi lebih banyak ketimbang mereka yang tidak sarapan.

3. Mempengaruhi Diet

Ketiga, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang sarapan cenderung tidak mengalami banyak masalah dalam menjaga berat badan mereka jika dibandingkan dengan yang melewatkan makan pagi.

"Banyak orang menganggap penurunan berat badannya akan terbantu jika tidak sarapan. Asupan energi memang akan berkurang, tapi sebenarnya makan mereka akan lebih banyak saat siang atau sore," ujar Kerry.

Saat sarapan pagi, sebaiknya pilih menu makanan yang cenderung ringan tapi cukup untuk memenuhi sepertiga dari kebutuhan kalori serta gizi harian. Pilihlah makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks. Ini bisa kamu dapatkan dari oatmeal, sereal gandum atau roti dari gandum utuh yang kaya akan serat dan energi. Tapi sebaiknya hindari sereal yang dilapisi gula atau memiliki rasa buah karena banyak yang kandungan seratnya sedikit, sementara gula dan garamnya sangat tinggi.

Selain karbohidrat, masukkan juga protein, misalnya telur rebus atau sup kacang merah. Sarapan juga waktu terbaik untuk mendapatkan penyerapan kalsium secara maksimal oleh tubuh, jadi kamu juga bisa menambahkan susu, yoghurt atau keju.

Sayuran juga penting dimasukkan ke dalam menu sarapan untuk memenuhi kebutuhan tujuh porsi serat dalam sehari. Kamu bisa membuat tomat panggang, tumisan atau rebusan bayam/jamur.








Simak Video "Begini Gaya Sarapan Orang Medan"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/eny)