Studi: Banyak Wanita Merasa Terintimidasi saat Ingin Olahraga di Gym

Hestianingsih - wolipop Selasa, 10 Sep 2019 10:00 WIB
Foto: iStock Foto: iStock

Jakarta - Gym seharusnya menjadi tempat di mana orang-orang beraktivitas untuk menjadi lebih sehat, menurunkan berat badan atau mendapatkan bentuk tubuh ideal. Tapi apa yang terjadi jika tempat yang seharusnya membantu mereka meningkatkan rasa percaya diri, justru sangat berpotensi menyebabkan minder alias tidak percaya diri?

Faktanya, tak sedikit wanita yang merasa terintimidasi, saat melangkahkan kakinya ke gym atau tempat fitnes. Sebuah studi mengungkapkan bahwa satu dari empat wanita mengalami 'gymtimidation' atau terintimidasi di gym.

Studi yang dilakukan Sure Women terhadap 2.000 wanita di Inggris menunjukkan bahwa 70 persen wanita berusia 18-24 tahun, merasa 'dihakimi' ketika olahraga di gym. Bahkan sebanyak 37 persen merasa tidak cukup pantas pergi ke gym.

Studi: Banyak Wanita Merasa Terintimidasi saat Ingin Olahraga di GymFoto: iStock

Selain itu survei juga mendapatkan data bahwa 28 persen wanita khawatir jika orang-orang akan menilai kalau mereka tidak terlihat menarik ketika olahraga. Hal ini menyebabkan kesadaran pentingnya olahraga pada wanita sangat rendah.

"Kami terkejut ketika mendapati banyak wanita tidak sering aktif bergerak dan faktor yang menghalangi mereka untuk olahraga," kata Brand Manager Sure Women Courtney Lucas, seperti dikutip dari Metro.

Padahal ada sekitar 67 persen wanita yang berharap bisa lebih banyak olahraga. Namun alasan seperti 'takut keluar keringat berlebihan' atau 'takut wajahnya jadi kemerahan' mencegah mereka untuk rajin nge-gym.

Padahal pergerakan tubuh yang aktif merupakan salah satu faktor utama pencegahan terhadap berbagai penyakit degeneratif.
Studi: Banyak Wanita Merasa Terintimidasi saat Ingin Olahraga di GymFoto: iStock


"Banyak studi yang memperlihatkan gaya hidup tak aktif bisa meningkatkan risiko kematian seperti hal nya merokok atau beberapa penyakit kanker. Tapi sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar mereka lebih aktif yang bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," jelas pakar kesehatan wanita Dr Sarah Jarvis.

Beberapa di antaranya adalah memilih naik angkutan umum ketimbang mobil pribadi, perbanyak berdiri dan jalan dari kursi saat bekerja, atau menyempatkan jalan sehat di sekitar kompleks rumah.

"Itu semua adalah contoh bagaimana aktivitas fisik sederhana bisa memberi efek yang cukup besar," tuturnya.

Simak Video "Hijabers, Perhatikan 4 Bahan Pakaian Olahraga Kamu!"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)