Semalam Kurang Tidur? Awas Bisa Bikin Berat Badan Naik

vio - wolipop Selasa, 03 Sep 2019 05:18 WIB
Foto: iStock Foto: iStock

Jakarta -

Rutinitas tidur bisa menjadi salah satu alasan dari penambahan berat badanmu. Jika kamu baru saja mengalami penambahan berat badan maka kamu bisa mencoba mengingat kembali rutinitas tidurmu.

Seperti dikutip dari Brightside, waktu tidur yang dianjurkan untuk setiap orang berbeda-beda tergantung usia. Untuk bayi yang baru lahir, waktu tidur yang dianjurkan yaitu 14 hingga 17 jam setiap harinya, anak-anak usia 4 sampai 11 bulan membutuhkan waktu tidur 12 sampai 15 jam setiap harinya, usia 1 sampai 2 tahun membutuhkan waktu tidur 11 hingga 14 jam setiap harinya, usia 3 sampai 5 tahun membutuhkan waktu tidur 10 hingga 13 jam, usia 6 sampai 13 tahun membutuhkan waktu tidur 9 hingga 11 jam setiap harinya, usia 14 sampai 17 tahun membutuhkan waktu tidur 8 hingga 10 jam setiap harinya, usia 18 hingga 64 tahun membutuhkan waktu tidur 7 sampai 9 jam setiap harinya, dan usia 65 tahun keatas membutuhkan waktu setidaknya 7 hingga 8 jam setiap harinya.

Jika memiliki waktu tidur kurang dari yang telah direkomendasikan, itu dapat mempengaruhi harimu. Misalnya saja mengurangi produktivitas dan energimu, membuatmu semakin sensitif dan emosional yang bisa mendorongmu untuk berargumen dengan orang lain atau bahkan pasanganmu sendiri.

Berdasarkan penelitian pada 2016, kurang tidur juga sangat berhubungan dengan penambahan berat badan. Riset yang dilakukan oleh King's College of London dan Vrije University mengungkapkankurang tidur sangat berhubungan dengan konsumsi lebih banyak makanan yang mengandung kalori pada hari selanjutnya.

Penelitian ini menganalisa 11 studi yang berhubungan dengan kurang tidur dan efeknya pada penambahan berat badan. Dalam penelitian ini terdapat 172 orang responden. Responden ini pun dibagi dua, ada yang kurang tidur dan tidak. Setelah diteliti asupan kalori mereka dihitung. Hasilnya, responden yang kurang tidur mengonsumsi rata-rata 385 kalori lebih banyak daripada yang tidurnya cukup.

Responden yang kurang tidur juga cenderung memilih makanan dengan bebas. Mereka juga makan makanan yang rendah protein. Hal yang cukup menarik adalah jumlah karbohidrat yang dikonsumsi rata-rata sama antara responden yang kurang tidur dan yang cukup tidur. Apalagi yang sama? Tingkat aktivitas mereka. Sehingga artinya, jika kamu kurang tidur dan makan kalori lebih banyak tanpa ada pembakaran atas kalori tersebut, kamu akan mengalami kenaikan berat badan.


Para peneliti juga menemukan bahwa kurang tidur dapat mengacaukan hormon lapar dan rasa kenyang seseorang. Riset lain yang dimuat dalam The American Journal of Critical Nutrition mengungkapkan kurang tidur dapat mempengaruhi area otak yang berhubungan dengan motivasi dan penghargaan. Dari penelitian itu diketahui, saat seseorang kurang tidur dan energi mereka menjadi sedikit, mereka lantas akan berusaha memberi penghargaan pada diri sendiri dengan makanan lezat yang praktis tanpa perlu mempersiapkannya terlebih dahulu.

Tidak hanya itu, para peneliti juga menemukan bahwa orang yang kurang tidur akan cenderung memilih makanan yang berlemak, seperti hamburger dan ayam goreng. Padahal memakanan makanan seperti itu justru dapat membuat sulit tidur. Alhasil siklus kurang tidur pun akan terjadi. Saat siklus ini terbentuk dampaknya pada tubuh adalah penambahan berat badan.



Simak Video "Kisah Bule Cantik Kecanduan Tanning, Kulitnya Jadi Hitam Legam"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)