Waspada! Risiko Kesehatan di Balik Alat Pengering Tangan di Toilet

Vina Oktiani - wolipop Kamis, 08 Agu 2019 14:43 WIB
Risiko memakai alat pengering tangan setelah cuci tangan. Foto: iStock. Risiko memakai alat pengering tangan setelah cuci tangan. Foto: iStock.

Jakarta - Mengeringkan tangan dengan alat pengering setelah mencuci tangan kini sudah menjadi kebiasaan nyaris sebagian besar orang yang ke toilet. Tahukah kamu ternyata ada risiko kesehatan yang mengintai dari kebiasaan itu?

Berdasarkan penelitian, pengering tangan dapat menyebarkan sekaligus menyimpan bakteri. Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat berbagai jenis bakteri pada alat pengering tangan, di antaranya ada patogen dan spora potensial. Bakteri-bakteri tersebut dapat berpindah dan tersimpan pada tangan yang terpapar pengering tangan. Berikut ini fakta-fakta mengenai risiko kesehatan dari memakai alat pengering tangan setelah mencuci tangan dari toilet:

1. Pengering Tangan Bisa Menyebarkan Beberapa Jenis Kuman

Pengering tangan menjadi sangat populer karena kemudahan penggunaannya serta pernyataan eco-friendly pada produknya. Tapi ternyata menggunakan pengering tangan dapat menyebarkan bakteri. Berdasarkan penelitian di University of Connecticut dan Quinnipiac University, benda yang dibiarkan selama dua menit dengan pengering tangan memiliki sekitar satu koloni bakteri. Sedangkan jika pengering tangan tersebut dinyalakan selama 30 detik maka dapat menghasilkan 18-60 koloni kuman.

Dari riset yang dilakukan lebih lanjut, bakteri-bakteri yang menempel di alat pengering tangan ini datang dari mesin penyejuk dan penyaring udara di toilet. Dan pada toilet ditemukan juga bakteri dari sepatu, kulit dan tinja. Bakteri pada kulit banyak ditemukan pada permukaan yang biasa tersentuh oleh tangan, seperti gagang pintu. Sedangkan bakteri pada sepatu biasanya ditemukan di lantai dan bakteri tinja ditemukan pada gagang pembilasan dan kursi toilet.

2. Tutup Closet Sebelum Menyiramnya

Membuka tutup closet saat menyiramnya sama saja dengan membantu penyebaran bakteri dalam toilet. Karena saat menyiram toilet sesaat setelah digunakan, kotoran atau udara dari kotoran dan bakteri urin disebarkan ke dalam ruangan. Jika tidak menutupnya, maka kuman dapat menempel di tas, pakaian, dan menutupi permukaan sekitar ruangan, termasuk pada pengering tangan.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa terdapat kontaminasi bakteri pada tempat duduk closet, tutup closet, lantai dan sekitarnya akibat udara saat menyiram toilet. Bakteri-bakteri tersebut mengandung konsentrasi patogen yang sangat tinggi, seperti shigella, salmonella, norovirus dari tinja dan norovirus dari muntah. Banyak patogen, termasuk Shigella, E coli, C difficile, SARS (severe acute respiratory syndrome), dan norovirus dapat bertahan hidup di permukaan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.



3. Seberapa Berbahayakah Pengering Tangan?

Walau pengering tangan terbukti dapat menyebarkan kuman, ternyata sebagian besar mikroba-mikroba yang ditemukan pada alat tersebut tidaklah berbahaya. MIkroba-mikroba tersebut tidak akan menimbulkan penyakit malah dalam beberapa kasus bisa untuk kekebalan tubuh. Namun hal ini tentunya tidak berlaku untuk semua orang. Kamu yang memiliki sistem imun rendah atau baru sembuh dari sakit harus ekstra hati-hati dalam menjaga kebersihan setelah dari toilet.

Selain itu menggunakan alat pengering tangan di kawasan rumah sakit juga bukan ide yang tepat. Berdasarkan penelitian, toilet-toilet pada rumah sakit biasanya tidak memiliki tutup, hal ini dimaksudkan agar tidak ada pengendapan bakteri pada tutup closet. Oleh sebab itu toilet bersama pada rumah sakit dapat menyebabkan sarana kontaminasi dan dengan demikian menularkan bakteri. Tak jarang pula pasien yang seharusnya menggunakan toilet khusus pada akhirnya lebih memilih menggunakan toilet bersama.

4. Gunakan Tisu untuk Mengeringkan Tangan

Penularan bakteri saat mengeringkan tangan menggunakan alat pengering tangan dapat dikurangi dengan menggantinya menggunakan tisu atau handuk kain yang kamu bisa bawa sendiri dari rumah. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Patrick DR, air yang tersisa pada tangan akan lebih efisien jika dikeringkan menggunakan handuk kain. Setelah mengeringkan tangan dengan handuk selama 10 detik, sisa air pada tangan berkurang hingga 4%. Dan pengeringan selama 15 detik akan mengurangi residu menjadi 1%. Namun jika menggunakan alat pengering tangan maka akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengurangi sisa air hingga 3%, yaitu sekitar 45 detik.



Simak Video "Ramai Video Tisu Toilet Marks & Spencer Berlafadz Allah"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)