Pengalaman Ngeri Wanita yang 86 Kali Operasi Demi Lawan Kanker Kulit

Hestianingsih - wolipop Rabu, 05 Jun 2019 07:21 WIB
Foto: Twitter/@coachpace Foto: Twitter/@coachpace

New York City - Tidak sedikit wanita kaukasia yang mendambakan punya kulit kecokelatan untuk terlihat lebih menarik. Tapi obsesi memiliki warna kulit gelap bisa berujung petaka.

Lisa Pace, wanita asal Amerika Serikat, harus menjalani puluhan kali operasi untuk mengatasi kanker kulit yang dideritanya. Sudah 20 tahun Lisa berjuang melawan melanoma, basal cell dan squamous cell carcinoma, tiga jenis kanker yang dipicu akibat ia keranjingan tanning di sun-bed.

Tidak mau lebih banyak orang bernasib sama dengannya, wanita 43 tahun ini menceritakan pengalamannya yang telah menjalani 86 kali operasi untuk menyingkirkan kanker kulit.



Dalam sebuah blog yang ditulisnya untuk American Academy of Dermatology dan Coolibar, sebuah perusahaan pakaian, Lisa mengungkapkan kalau ia sudah ketagihan tanning sejak remaja.

"Aku menggunakan indoor tanning di salon. Aku ketagihan memakainya," kata Lisa, seperti dikutip dari Allure.

Semasa SMA, tanning menjadi tren kecantikan di kalangan remaja. Kebiasaan tanning Lisa berlanjut hingga kuliah. Dia bisa 'berjemur' di atas tanning bed satu atau dua kali seminggu.

Lisa mulai mendapati ada yang tidak beres setelah ia melihat ada sebuah bercak putih pada pipi kirinya. Semakin diperhatikan, ia menyadari kalau dalam beberapa minggu bercak putih itu kian membesar. Saat itulah dia memutuskan untuk periksa ke dokter kulit.

Lisa Pace melawan kanker kulit.Lisa Pace melawan kanker kulit. (Foto: Twitter/@coachpace)
"Itu mengubah hidupku. Mereka mengambil gumpalan besar dari wajahku. Aku terpukul. Tidak bisa melihat diriku sendiri," ungkapnya.

Lisa semakin syok saat dokter kulitnya mengatakan kalau kemungkinan besar penyebab kanker kulit yang dideritanya adalah tanning bed. Sebab, ia melakukan tanning hampir 20 tahun lalu.

"Aku sudah melakukan ini pada diriku sendiri. Aku berkali-kali bertanya sendiri. Kenapa aku melakukan ini? Aku bukannya tidak percaya diri, aku hanya ingin terlihat lebih cokelat agar bisa ikut tren," paparnya lagi.

Sejak didiagnosa kanker kulit, Lisa berulang kali menjalani operasi untuk membuang penyakit yang tersebar di beberapa bagian tubuh dan wajahnya itu. Dari 86 kali operasi, ada bagian yang hanya perlu diangkat dalam ukuran kecil, namun ada pula skala besar hingga harus dua atau tiga kali tindakan.

Meskipun harus bolak-balik operasi, wanita yang kini bekerja sebagai terapis pijat ini bersyukur semua kanker kulitnya bisa terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu Lisa ingin lebih banyak orang tahu akan bahaya tanning bed dan paparan sinar matahari berlebihan terhadap kulit.

"Keputusan yang aku buat karena ingin menggelapkan kulit saat remaja dan di awal usia 20-an, telah merugikanku. Ini tidak perlu terjadi pada yang lainnya. Lindungi kulitmu dan jauhi tanning bed," tutur Lisa.

Melanoma merupakan kanker terbanyak ketiga yang menyerang wanita di bawah usia 49 tahun, dan jumlahnya terus saja meningkat. Untuk meminimalkan risiko terkena kanker kulit, dermatologist menyarankan untuk memakai tabir surya dengan SPF di atas 30 saat ke luar rumah. Selain itu disarankan juga memakai topi dan baju lengan panjang jika cuaca sedang terik. (dtg/dtg)