5 Risiko Kesehatan Punya Tubuh Terlalu Kurus Seperti Celine Dion
Hestianingsih - wolipop
Kamis, 31 Jan 2019 18:20 WIB
Jakarta
-
Penampilan Celine Dion di Paris Fashion Week baru-baru ini mencuri perhatian netizen. Banyak yang menilai tubuh penyanyi 50 tahun itu kini terlalu kurus.
Sejumlah netizen bahkan menyebut Celine Dion tinggal kulit dan tulang. Beberapa dari mereka pun khawatir akan kondisi kesehatan ibu tiga anak itu karena tubuh super rampingnya.
Belakangan, dalam sebuah wawancara bersama The Sun, pelantun lagu 'Ashes' itu membalas kritikan orang-orang terhadap bentuk tubuhnya.
"Kalau aku suka, aku tidak mau membicarakannya. Tidak usah repot-repot. Tidak usah ambil foto saya," tuturnya, seperti dikutip dari CNN.
"Kalau kau suka, aku akan ada di sana. Kalau tidak suka, biarkan aku sendiri," tambah Celine.
Terlepas dari pendapat Celine Dion tentang bentuk tubuh yang menurutnya tidak bermasalah, para dokter memperingatkan bahwa tubuh terlalu kurus bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan. Seorang ahli kesehatan, Dr Drew Pinsky, dalam talkshow The View yang ditayangkan ABC mengatakan, wanita yang terlalu kurus bisa jadi kekurangan gizi.
Banyak riset memperlihatkan risiko kesehatan yang mengintai ketika tubuh seseorang terlalu kurus atau berada di bawah batas normal indeks massa tubuh. Penelitian yang dilakukan Dr. Joel Ray asal Kanada mengungkapkan, mereka yang memiliki indeks masa tubuh kurang dari 18,5 berisiko meninggal lebih cepat ketimbang yang indeks massa tubuhnya normal yaitu antara 18,5 sampai 24,9.
Apa saja risiko yang bisa terjadi akibat tubuh yang terlalu kurus seperti Celine Dion?
1. Rentan Terkena Penyakit Jantung dan Diabetes
Penyakit jantung dan diabetes biasanya diindetikkan sebagai masalah kesehatan pada orang kelebihan berat badan dan obesitas. Namun ternyata orang yang bertubuh kurus juga tidak imun terhadap dua penyakit tersebut.
Pemilik tubuh kurus bisa dengan mudahnya mengonsumsi fast food, tidak berolahraga dan berpikir mereka bisa tetap sehat karena tidak menjadi gemuk. Padahal kenyataannya gaya hidup tersebut bisa mempengaruhi tingkat gula darah dan memperbanyak jumlah kolesterol buruk dalam tubuh.
2. Daya Tahan Tubuh Lemah
Sistem imun berfungsi seperti penjaga di gerbang tubuh yang bertugas memastikan tidak ada benda asing atau abnormal masuk ke dalam. Sistem imun ini memerlukan bahan bakar untuk membasmi infeksi yang disebabkan karena masuknya benda asing tersebut.
Kecuali si pemilik tubuh kurus rutin makan sehat, risikonya terkena penyakit bisa lebih kecil. Namun kalau pola makannya berantakan dia bisa mudah jatuh sakit akibat virus yang masuk ke dalam tubuh tersebut. Penyakit yang ringan seperti flu dan demam hingga serius seperti kanker dapat mudah menyerang si kurus.
3. Anemia
Banyak orang yang berat badannya kurang setiap saat merasa lelah. Kekurangan energi dan mudah lelah ini merupakan gejala umum dari anemia. Gejala lainnya dari anemia adalah detak jantung yang tidak teratur, nafas pendek, pusing dan sakit kepala.
Anemia merupakan penyakit akibat kekurangan sel darah mereah. Sel darah merah ini bertanggungjawab mengedarkan oksigen ke seluruh organ tubuh. Dan ketika si sel darah merah jumlahnya tidak cukup, tubuh jadi tidak mendapatkan cukup bahan bakar untuk berenergi.
Anemia disebabkan karena rendahnya jumlah zat besi, B-12 dan folat. Oleh karena itu sebaiknya pemilik tubuh kurus perlu rutin memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah mereka mendapatkan nutrisi yang cukup atau tidak.
4. Masalah Fertilitas
Wanita dengan berat badan yang kurang, yaitu dengan indeks masa tubuh kurang dari 18,5, berisiko mengalami masalah reproduksi atau kesuburan. Pertama, siklus menstruasi terkadang berhenti atau menjadi tidak teratur karena terlalu kurus. Masalah kedua datang ketika si wanita kurus hamil. Karena menstruasi yang tidak teratur ini memengaruhi lapisan rahim yang mendukung janin. Menurut penelitian, wanita bertubuh kurus 72% berisiko keguguran pada trimester pertama kehamilan.
5. Tulang Rapuh
Terlalu kurus juga bisa membuat kepadatan tulang lebih rendah dan berisiko terkena osteoporosis. Ditambah lagi jika lemak tubuh Anda terbilang rendah. Lemak pada dasarnya tetap diperlukan tubuh salah satunya untuk memproduksi estrogen. Ketika tubuh kekurangan estrogen, tulang menjadi rapuh dan mudah parag. Risiko osteoporosis karena kurangnya lemak pada tubuh ini bisa dialami pria maupun wanita, tidak peduli berapapun usia mereka.
(hst/hst)
Sejumlah netizen bahkan menyebut Celine Dion tinggal kulit dan tulang. Beberapa dari mereka pun khawatir akan kondisi kesehatan ibu tiga anak itu karena tubuh super rampingnya.
Belakangan, dalam sebuah wawancara bersama The Sun, pelantun lagu 'Ashes' itu membalas kritikan orang-orang terhadap bentuk tubuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Celine Dion saat menghadiri Paris Fashion Week bersama penari latarnya Pepe Munoz. Foto: Reuters |
"Kalau kau suka, aku akan ada di sana. Kalau tidak suka, biarkan aku sendiri," tambah Celine.
Terlepas dari pendapat Celine Dion tentang bentuk tubuh yang menurutnya tidak bermasalah, para dokter memperingatkan bahwa tubuh terlalu kurus bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan. Seorang ahli kesehatan, Dr Drew Pinsky, dalam talkshow The View yang ditayangkan ABC mengatakan, wanita yang terlalu kurus bisa jadi kekurangan gizi.
Banyak riset memperlihatkan risiko kesehatan yang mengintai ketika tubuh seseorang terlalu kurus atau berada di bawah batas normal indeks massa tubuh. Penelitian yang dilakukan Dr. Joel Ray asal Kanada mengungkapkan, mereka yang memiliki indeks masa tubuh kurang dari 18,5 berisiko meninggal lebih cepat ketimbang yang indeks massa tubuhnya normal yaitu antara 18,5 sampai 24,9.
Apa saja risiko yang bisa terjadi akibat tubuh yang terlalu kurus seperti Celine Dion?
1. Rentan Terkena Penyakit Jantung dan Diabetes
Foto: thinkstock |
Penyakit jantung dan diabetes biasanya diindetikkan sebagai masalah kesehatan pada orang kelebihan berat badan dan obesitas. Namun ternyata orang yang bertubuh kurus juga tidak imun terhadap dua penyakit tersebut.
Pemilik tubuh kurus bisa dengan mudahnya mengonsumsi fast food, tidak berolahraga dan berpikir mereka bisa tetap sehat karena tidak menjadi gemuk. Padahal kenyataannya gaya hidup tersebut bisa mempengaruhi tingkat gula darah dan memperbanyak jumlah kolesterol buruk dalam tubuh.
2. Daya Tahan Tubuh Lemah
Foto: thinkstock |
Sistem imun berfungsi seperti penjaga di gerbang tubuh yang bertugas memastikan tidak ada benda asing atau abnormal masuk ke dalam. Sistem imun ini memerlukan bahan bakar untuk membasmi infeksi yang disebabkan karena masuknya benda asing tersebut.
Kecuali si pemilik tubuh kurus rutin makan sehat, risikonya terkena penyakit bisa lebih kecil. Namun kalau pola makannya berantakan dia bisa mudah jatuh sakit akibat virus yang masuk ke dalam tubuh tersebut. Penyakit yang ringan seperti flu dan demam hingga serius seperti kanker dapat mudah menyerang si kurus.
3. Anemia
Foto: Thinkstock |
Banyak orang yang berat badannya kurang setiap saat merasa lelah. Kekurangan energi dan mudah lelah ini merupakan gejala umum dari anemia. Gejala lainnya dari anemia adalah detak jantung yang tidak teratur, nafas pendek, pusing dan sakit kepala.
Anemia merupakan penyakit akibat kekurangan sel darah mereah. Sel darah merah ini bertanggungjawab mengedarkan oksigen ke seluruh organ tubuh. Dan ketika si sel darah merah jumlahnya tidak cukup, tubuh jadi tidak mendapatkan cukup bahan bakar untuk berenergi.
Anemia disebabkan karena rendahnya jumlah zat besi, B-12 dan folat. Oleh karena itu sebaiknya pemilik tubuh kurus perlu rutin memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah mereka mendapatkan nutrisi yang cukup atau tidak.
Baca juga: Kebiasaan Makan yang Bikin Gemuk Lebih Cepat |
4. Masalah Fertilitas
Foto: ilustrasi/thinkstock |
Wanita dengan berat badan yang kurang, yaitu dengan indeks masa tubuh kurang dari 18,5, berisiko mengalami masalah reproduksi atau kesuburan. Pertama, siklus menstruasi terkadang berhenti atau menjadi tidak teratur karena terlalu kurus. Masalah kedua datang ketika si wanita kurus hamil. Karena menstruasi yang tidak teratur ini memengaruhi lapisan rahim yang mendukung janin. Menurut penelitian, wanita bertubuh kurus 72% berisiko keguguran pada trimester pertama kehamilan.
5. Tulang Rapuh
Foto: thinkstock |
Terlalu kurus juga bisa membuat kepadatan tulang lebih rendah dan berisiko terkena osteoporosis. Ditambah lagi jika lemak tubuh Anda terbilang rendah. Lemak pada dasarnya tetap diperlukan tubuh salah satunya untuk memproduksi estrogen. Ketika tubuh kekurangan estrogen, tulang menjadi rapuh dan mudah parag. Risiko osteoporosis karena kurangnya lemak pada tubuh ini bisa dialami pria maupun wanita, tidak peduli berapapun usia mereka.
Kesehatan
Sering Pegal & Kaku Saat Kerja? Lenovo Massage Gun 8 Kepala Ini Jadi Andalan Kaum Jompo
Kesehatan
Solusi Teeth Whitening Tanpa Ribet ke Klinik! Dengan PUTIH Wireless Whitening Light
Hobi dan Mainan
ORCA MAGMA01 vs Donner DAG-1CE: Gitar Ringkas atau Full Size, Mana Lebih Pas?
Kesehatan
Suplemen Harian Jaga Imun Tubuh di Tengah Aktivitas Padat! Review Swisse Ultiboost Vitamin C 1000mg
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
9 Cara Menerapkan Sleep Hygiene agar Tidur Lebih Nyenyak Setiap Malam
Kisah Wanita 62 Tahun Hamil Lagi Setelah Anaknya Meninggal, Jadi Kontroversi
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
Most Popular
1
Foto: Gaya Denada Sambut 2026, Seksi Pakai Gaun Menerawang
2
Mantan Desainer Marni Pindah ke GU Uniqlo, Siap Rancang Fashion Ramah Kantong
3
Viral Verificator
Bikin Melongo! Viral Aksi Emak-emak Pungut Sayur Sisa di Pasar untuk Dimasak
4
Ramalan Zodiak 11 Januari: Aquarius Buat Rencana, Pisces Banyak Peluang
5
7 Potret Siraman Anak Tommy Soeharto, Tata Cahyani Curi Atensi Berkebaya Floral
MOST COMMENTED












































Celine Dion saat menghadiri Paris Fashion Week bersama penari latarnya Pepe Munoz. Foto: Reuters
Foto: thinkstock
Foto: thinkstock
Foto: Thinkstock
Foto: ilustrasi/thinkstock
Foto: thinkstock