Pakai Aplikasi Smartphone, Wanita Ini Sadar Kena Kanker Kulit Stadium Lanjut
Hestianingsih - wolipop
Rabu, 25 Okt 2017 16:28 WIB
Jakarta
-
Jika diketahui sedini mungkin, kanker bisa diobati dan kemungkinan untuk bertahan hidup bahkan sembuh jauh lebih besar. Bagi Natalie Killian, sebuah aplikasi smartphone yang bisa dibilang ikut berperan menyelamatkan hidupnya dari kanker.
Suatu hari, wanita asal Inggris ini mendapati ada tahi lalat yang aneh di bagian dadanya. Ia lalu memeriksanya sendiri menggunakan SkinVision, aplikasi smartphone yang diklaim bisa mendeteksi kanker kulit.
Setelah memotret tahi lalat di dadanya, aplikasi tersebut melacak adanya kelainan. Menggunakan teknologi yang terbukti secara klinis, aplikasi tersebut dapat mendeteksi apakah tanda-tanda kanker kulit tergolong berisiko ringan, sedang atau tinggi.
Dari hasil analisa aplikasi, tahi lalat yang ada di dada Natalie ternyata terdeteksi 'medium risk' atau cukup berisiko. Berangkatlah Natalie ke dokter untuk memeriksakan kondisinya lebih lanjut. Tak dinyana, sang dokter mengatakan kalau tahi lalat di dadanya tidak berbahaya dan menyuruhnya pulang tanpa rasa khawatir.
Namun beberapa lama kemudian, tim dari SkinVision mengirimkan notifikasi email agar Natalie memeriksakan tahi lalatnya sekali lagi. Pada awalnya, wanita berusia 39 tahun itu tak menghiraukan email tersebut karena menurutnya pendapat dokter lebih bisa dipercaya.
Natalie baru khawatir setelah tahi lalatnya berubah bentuk dan ia merasakan sakit yang menusuk pada bagian itu. Setelah memeriksa ke dokter untuk kedua kalinya, barulah dokter kulitnya memberikan pengobatan selama dua minggu, dengan dibantu data medis yang ia buat mengunakan aplikasi SkinVision.
"Aku bisa menunjukkan pada mereka perubahan (tahi lalat) yang aku lihat menggunakan foto-foto yang tersimpan di aplikasi," tutur Natalie kepada Express, seperti dikutip dari Allure.
Dari diagnosa dokter, ternyata Natalie mengalami basal cell carcinoma (BCC), jenis kanker kulit ganas yang paling banyak terjadi. Tergolong ganas karena walaupun sangat jarang menyebar ke organ lain atau menyebabkan kematian, BCC yang terlalu lama tidak ditangani dapat tumbuh ke bawah jaringan kulit, bahkan bisa sampai merusak serta menghancurkan jaringan otot dan tulang.
Penyakit Natalie ini sama seperti kanker kulit yang dialami Hugh Jackman. Aktor asal Australia itu sudah menjalani beberapa kali operasi untuk mengangkat kanker dari jaringan kulit di hidungnya. Natalie sendiri juga sudah dioperasi dan kini menjadi lebih waspada dengan perubahan sekecil apapun pada kulitnya.
Kisah Natalie bisa memberikan perspektif baru terhadap kegunaan aplikasi kesehatan seperti SkinVision dalam mendeteksi adanya penyakit. Bahwa aplikasi serupa, bisa membantu orang-orang agar lebih peduli dan waspada terhadap kesehatannya.
Namun perlu dicermati agar kita tidak sepenuhnya percaya dengan hasil deteksi aplikasi smartphone. Sebaiknya tetap minta pendapat ahli apabila mengalami masalah kesehatan yang serius.
"Menurut saya (aplikasi kesehatan) punya potensi yang berguna untuk membantu meningkatkan kewaspadaan dan membuat pasien jadi lebih tahu tentang kesehatan, tapi aplikasi tetap tidak bisa benar-benar menggantikan pengalaman klinis yang telah dipelajari para dermatologist selama delapan tahun" tutur dermatologist dari School of Medicine Shari Marchbein.
Jika kamu mendapati adanya perubahan atau kondisi aneh pada kulit, misalnya tahi lalat yang berubah bentuk dan kian membesar, atau jerawat yang secara konstan membesar dan berubah warna serta bentuk, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah konsultasi dengan dokter kulit. Bisa saja memakai aplikasi terlebih dahulu, namun tetap periksakan ke dokter untuk tindakan dan pemeriksaan lebih lanjut. (hst/hst)
Suatu hari, wanita asal Inggris ini mendapati ada tahi lalat yang aneh di bagian dadanya. Ia lalu memeriksanya sendiri menggunakan SkinVision, aplikasi smartphone yang diklaim bisa mendeteksi kanker kulit.
Setelah memotret tahi lalat di dadanya, aplikasi tersebut melacak adanya kelainan. Menggunakan teknologi yang terbukti secara klinis, aplikasi tersebut dapat mendeteksi apakah tanda-tanda kanker kulit tergolong berisiko ringan, sedang atau tinggi.
Foto: Thinkstock |
Dari hasil analisa aplikasi, tahi lalat yang ada di dada Natalie ternyata terdeteksi 'medium risk' atau cukup berisiko. Berangkatlah Natalie ke dokter untuk memeriksakan kondisinya lebih lanjut. Tak dinyana, sang dokter mengatakan kalau tahi lalat di dadanya tidak berbahaya dan menyuruhnya pulang tanpa rasa khawatir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Natalie baru khawatir setelah tahi lalatnya berubah bentuk dan ia merasakan sakit yang menusuk pada bagian itu. Setelah memeriksa ke dokter untuk kedua kalinya, barulah dokter kulitnya memberikan pengobatan selama dua minggu, dengan dibantu data medis yang ia buat mengunakan aplikasi SkinVision.
"Aku bisa menunjukkan pada mereka perubahan (tahi lalat) yang aku lihat menggunakan foto-foto yang tersimpan di aplikasi," tutur Natalie kepada Express, seperti dikutip dari Allure.
Foto: Instagram |
Dari diagnosa dokter, ternyata Natalie mengalami basal cell carcinoma (BCC), jenis kanker kulit ganas yang paling banyak terjadi. Tergolong ganas karena walaupun sangat jarang menyebar ke organ lain atau menyebabkan kematian, BCC yang terlalu lama tidak ditangani dapat tumbuh ke bawah jaringan kulit, bahkan bisa sampai merusak serta menghancurkan jaringan otot dan tulang.
Penyakit Natalie ini sama seperti kanker kulit yang dialami Hugh Jackman. Aktor asal Australia itu sudah menjalani beberapa kali operasi untuk mengangkat kanker dari jaringan kulit di hidungnya. Natalie sendiri juga sudah dioperasi dan kini menjadi lebih waspada dengan perubahan sekecil apapun pada kulitnya.
Kisah Natalie bisa memberikan perspektif baru terhadap kegunaan aplikasi kesehatan seperti SkinVision dalam mendeteksi adanya penyakit. Bahwa aplikasi serupa, bisa membantu orang-orang agar lebih peduli dan waspada terhadap kesehatannya.
Namun perlu dicermati agar kita tidak sepenuhnya percaya dengan hasil deteksi aplikasi smartphone. Sebaiknya tetap minta pendapat ahli apabila mengalami masalah kesehatan yang serius.
"Menurut saya (aplikasi kesehatan) punya potensi yang berguna untuk membantu meningkatkan kewaspadaan dan membuat pasien jadi lebih tahu tentang kesehatan, tapi aplikasi tetap tidak bisa benar-benar menggantikan pengalaman klinis yang telah dipelajari para dermatologist selama delapan tahun" tutur dermatologist dari School of Medicine Shari Marchbein.
Jika kamu mendapati adanya perubahan atau kondisi aneh pada kulit, misalnya tahi lalat yang berubah bentuk dan kian membesar, atau jerawat yang secara konstan membesar dan berubah warna serta bentuk, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah konsultasi dengan dokter kulit. Bisa saja memakai aplikasi terlebih dahulu, namun tetap periksakan ke dokter untuk tindakan dan pemeriksaan lebih lanjut. (hst/hst)
Pakaian Pria
Investment Piece Under 500K! Rekomendasi Ikat Pinggang Pria yang Bikin Celana Lebih Rapi & Proporsional
Kesehatan
Sering Mobilisasi & Terpapar Polusi? Ini Pilihan Masker Medis yang Nyaman Dipakai Sehari-Hari!
Pakaian Pria
Lebih Suka Pakai Jam Digital? Ini Rekomendasi Jam Digital yang Utamakan Fungsi +Bonus Tampilan Keren
Pakaian Pria
Cari Jam Automatic yang Kepakai Terus? Parlent Gallant Vortex 42MM Bisa Jadi Pilihan!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Kisah Wanita 62 Tahun Hamil Lagi Setelah Anaknya Meninggal, Jadi Kontroversi
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
Most Popular
1
Viral Rompi Lepas Pasang Jadi Tren Baju Lebaran, Ini Harganya di Tanah Abang
2
5 Drama Korea Romantis CEO Tampan Terbaru yang Bikin Baper
3
Ramalan Zodiak 10 Januari: Libra Lebih Teliti, Scorpio Masih Boros
4
Kendall Jenner Geram Dituding Operasi Plastik, Tegaskan Wajahnya Alami
5
Ramalan Zodiak Cinta 10 Januari: Pisces Lebih Tegas, Libra Singkirkan Ego
MOST COMMENTED












































Foto: Thinkstock
Foto: Instagram