Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Makanan yang Perlu Dihindari Saat Penerbangan Panjang Agar Perut Tak Kembung

Hestianingsih - wolipop
Selasa, 09 Agu 2016 11:57 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Pernahkah Anda merasa lemas atau perut kembung setelah penerbangan panjang? Berada dalam kabin di ketinggian 30.000 kaki sebenarnya bukanlah lingkungan yang normal bagi manusia, dan ada alasannya kenapa kita sering kali kelelahan atau perut terasa tidak nyaman ketika turun dari pesawat.

Berada di ketinggian menyebabkan meningkatnya produksi gas di dalam tubuh dan bisa memicu kembung. Anda pun merasa ingin buang gas setiap waktu akibat peningkatan gas tersebut. Sementara duduk berjam-jam akan membuat tubuh lesu dan lelah ketika akhirnya Anda bangkit dan turun dari pesawat.

Untuk meminimalisir efek naik pesawat yang tidak nyaman, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memerhatikan asupan makanan maupun minuman. Beberapa jenis makanan ada yang cukup bersahabat dengan perut namun tak sedikit pula yang semakin memperparah efek kembung dan lesu.

Makanan yang bisa memicu produksi gas sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi, baik sebelum atau saat berada di pesawat. Dikutip dari Mirror, makanan seperti kacang polong kalengan, brokoli, kol, lentil dan permen karet akan memperparah rasa tidak nyaman pada tubuh, terutama perut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hindari juga makanan tinggi lemak dan yang digoreng dengan suhu tinggi (deep-fried). Makanan tersebut akan 'memberatkan' kerja sistem pencernaan dan menyebabkan heartburn (rasa panas pada dada) dan gangguan pencernaan seperti sakit perut juga kembung.

Minuman berkafein bisa diminum sebelum penerbangan, namun batasi konsumsinya hanya satu cangkir kopi atau teh saja. Sementara minuman beralkohol sangat tidak disarankan. Minum alkohol, ditambah lagi lingkungan kabin yang rendah kelembapannya akan menurunkan sistem imun dan membuat Anda mudah terserang kuman penyebab pilek dan flu.

Saat dalam pesawat usahakan untuk minum minimal 250 ml air setiap satu jam sekali. Tekanan dan udara yang kering di dalam kabin akan menarik kelembapan dari kulit Anda. Jadi disarankan minum lebih banyak air untuk membantu membuat kulit tetap terhidrasi.

Air yang diminum sebaiknya air putih. Ketika di pesawat mintalah air mineral ketimbang soda, jus, susu atau wine. Pilih makanan yang lebih banyak sayurannya. Anda juga bisa menyiapkan camilan sendiri yang sekiranya bisa dibawa ke kabin, misalnya sayuran potong seperti paprika, wortel, ketimun atau buah dengan kandungan air tinggi misalnya pir, apel atau melon.

Jika tidak sempat menyiapkan buah atau sayuran potong, Anda bisa memilih kraker, energy bar, kacang tanpa garam atau buah kering. Seperti dikutip dari Netdoctor, Anda bisa membawa teh herbal di dalam tas dan mintalah air panas pada staf pesawat untuk menyeduhnya. Teh dengan kandungan jahe, atau peppermint cocok untuk menghilangkan mual. Sementara chamomile membantu Anda relaks dan bisa lebih mudah beristirahat. (hst/hst)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads