Diet yang Penting Dijalani Wanita di Usia 30-an
Hestianingsih - wolipop
Rabu, 22 Jun 2016 12:36 WIB
Jakarta
-
Menjelang dan setelah menginjak usia 30-an, wanita biasanya sudah memiliki karier yang mantap dan lebih fokus mengurus anak, atau setidaknya berencana memiliki momongan. Wanita usia 30-an yang sudah menjadi ibu umumnya tidak terlalu banyak memiliki waktu untuk memerhatikan kesehatan dirinya karena terlalu sibuk dengan keperluan anak-anaknya, suami, belum lagi masalah pekerjaan.
Hal tersebut membuat mereka cenderung lebih sering makan dengan terburu-buru dan menyambar makanan apa saja yang ada, bahkan terkadang makan dalam perjalanan. Alhasil, pola makan jadi kurang sehat padahal untuk bisa menjalankan aktivitas sebagai ibu bekerja, banyak nutrisi yang diperlukan wanita di usia ini.
"Di usia 30-an Anda mulai melihat tanda-tanda gaya hidup tak sehat, seperti diabetes atau hipertensi," ujar James O. Hill, PhD, direktur Center for Human Nutrition di University of Colorado, seperti dikutip dari Fitness Magazine.
James mengatakan, sesibuk apa pun aktivitas Anda kesehatan diri sendiri tetap harus diutamakan agar bisa menjalankan fungsi sebagai wanita karier maupun ibu rumah tangga dengan optimal. Menjaga kesehatan, selalu berkaitan dengan apa yang Anda konsumsi.
Baca Juga: 50 Inspirasi Busana Muslim untuk Lebaran
Ia menyarankan untuk mengonsumsi makanan kaya folate, jenis vitamin B larut air yang penting menjaga kesehatan selama kehamilan dan membantu tubuh membentuk sel-sel baru. Folate juga membantu menurunkan risiko penyakit jantung.
Anda perlu memperbanyak makan asparagus, bayam, brokoli, alpukat, jus jeruk segar dan gandum utuh. Sedikitnya dalam sehari diperlukan satu porsi buah citrus (jeruk, lemon, jeruk bali) dan dua sajian sayuran berdaun hijau.
Nutrisi lainnya yang perlu dipenuhi adalah phytonutrient yang berasal dari berbagai jenis tanaman organik, dark chocolate, teh, dan buah berry. "Phytonutrient adalah sekumpulan nutrisi yang terdiri dari antioksidan untuk memperlambat proses penuaan, penyakit jantung dan mencegah perubahan pada DNA yang memicu perkembangan kanker," jelasnya.
Terakhir, adalah zat besi. Kekurangan zat besi akan membuat tubuh mudah lemas, lelah dan berkurang kemampuan kognitifnya (berkaitan dengan memori dan memecahkan masalah). Peneliti dari Penn State University menemukan bahwa wanita yang kekurangan zat besi perlu waktu lebih lama untuk mengerjakan tugas kognitif ketimbang mereka yang cukup asupan zat besinya.
Wanita harus mencukupi kebutuhan zat besi minimal 18 miligram per hari yang bisa didapat dari kerang, daging merah tanpa lemak, serealia, kacang kedelai, dan ayam tanpa kulit. (hst/hst)
Hal tersebut membuat mereka cenderung lebih sering makan dengan terburu-buru dan menyambar makanan apa saja yang ada, bahkan terkadang makan dalam perjalanan. Alhasil, pola makan jadi kurang sehat padahal untuk bisa menjalankan aktivitas sebagai ibu bekerja, banyak nutrisi yang diperlukan wanita di usia ini.
"Di usia 30-an Anda mulai melihat tanda-tanda gaya hidup tak sehat, seperti diabetes atau hipertensi," ujar James O. Hill, PhD, direktur Center for Human Nutrition di University of Colorado, seperti dikutip dari Fitness Magazine.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: 50 Inspirasi Busana Muslim untuk Lebaran
Ia menyarankan untuk mengonsumsi makanan kaya folate, jenis vitamin B larut air yang penting menjaga kesehatan selama kehamilan dan membantu tubuh membentuk sel-sel baru. Folate juga membantu menurunkan risiko penyakit jantung.
Anda perlu memperbanyak makan asparagus, bayam, brokoli, alpukat, jus jeruk segar dan gandum utuh. Sedikitnya dalam sehari diperlukan satu porsi buah citrus (jeruk, lemon, jeruk bali) dan dua sajian sayuran berdaun hijau.
Nutrisi lainnya yang perlu dipenuhi adalah phytonutrient yang berasal dari berbagai jenis tanaman organik, dark chocolate, teh, dan buah berry. "Phytonutrient adalah sekumpulan nutrisi yang terdiri dari antioksidan untuk memperlambat proses penuaan, penyakit jantung dan mencegah perubahan pada DNA yang memicu perkembangan kanker," jelasnya.
Terakhir, adalah zat besi. Kekurangan zat besi akan membuat tubuh mudah lemas, lelah dan berkurang kemampuan kognitifnya (berkaitan dengan memori dan memecahkan masalah). Peneliti dari Penn State University menemukan bahwa wanita yang kekurangan zat besi perlu waktu lebih lama untuk mengerjakan tugas kognitif ketimbang mereka yang cukup asupan zat besinya.
Wanita harus mencukupi kebutuhan zat besi minimal 18 miligram per hari yang bisa didapat dari kerang, daging merah tanpa lemak, serealia, kacang kedelai, dan ayam tanpa kulit. (hst/hst)
Kesehatan
Suplemen Harian Jaga Imun Tubuh di Tengah Aktivitas Padat! Review Swisse Ultiboost Vitamin C 1000mg
Pakaian Pria
Corduroy Jacket Jadi Outer Andalan Cowok yang Ingin Tampilan Casual Modern
Pakaian Pria
Raw Denim Bukan Cuma Tren Musiman! Investasi Celana yang Makin Lama Makin Bagus
Home & Living
Pandaoma Mesin Cuci Mini Portable, Solusi Cuci Praktis buat Hidup yang Lebih Ringkas!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
9 Cara Menerapkan Sleep Hygiene agar Tidur Lebih Nyenyak Setiap Malam
Kisah Wanita 62 Tahun Hamil Lagi Setelah Anaknya Meninggal, Jadi Kontroversi
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
Most Popular
1
7 Potret Siraman Anak Tommy Soeharto, Tata Cahyani Curi Atensi Berkebaya Floral
2
Foto: Transformasi Bradley Cooper Jadi Lebih Muda, Bikin Pangling Dikira Oplas
3
Most Popular: Viral Pengantin Paling Tak Bahagia, Muka Suram di Pernikahan
4
Ramalan Shio 2026
Rezeki Mengalir Deras! 5 Shio Paling Beruntung di Tahun 2026
5
Viral 'Poverty Challenge' Bikin Murka, Pamer Mi Instan di Atas Ferrari
MOST COMMENTED











































