Tips Merayu Anak Agar Doyan Makan Sehat dan Rajin Olahraga
Hestianingsih - wolipop
Rabu, 15 Jun 2016 12:36 WIB
Jakarta
-
Anak yang menjalani hidup sehat sejak usia dini, lebih kecil risikonya untuk mengalami obesitas ataupun menderita penyakit berbahaya seperti jantung dan diabetes. Ketika kebiasaan hidup sehat sudah ditanamkan dari kecil, maka akan lebih lama bertahan hingga dewasa.
Menerapkan pola hidup sehat kepada anak memang terbilang sulit. Namun bukan berarti tidak bisa dilakukan. Psikolog anak Chitra Annisya, M.Psi., memberikan tips bagaimana 'menularkan' hidup sehat pada si buah hati.
"Anak-anak adalah peniru paling baik jadi dibandingkan secara lisan, lebih baik jika gaya hidup sehat dicontohkan," tuturnya, saat konferensi pers HiLo School Drawing Competition 2016 di Chatterbox Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (14/6/2017).
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah melibatkan seluruh anggota keluarga. Ayah, ibu, adik, kakak atau kakek-nenek. Dalam hal makan sehat misalnya, selalu sempatkan keluarga untuk makan bersama sesering mungkin jika memungkinkan. Misalnya saat sarapan atau makan malam, makanlah dengan seluruh anggota keluarga sambil menghidangkan sayuran, buah-buahan dan makanan bergizi.
"Makan bersama di meja makan akan terjadi dialog, menjadi waktu yang ditunggu-tunggu anak. Atau tiap minggu lari pagi ramai-ramai itu 'kan menyenangkan jadi anak selalu menunggu," terang psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.
Kedua, lakukan dengan cara yang menyenangkan. Jadikan aktivitas fisik seperti olahraga terlihat sebagai sesuatu yang menyenangkan dan itu dimulai dari orangtua. Temani sang anak berenang, berlari atau olahraga lainnya dengan wajah yang bersemangat dan bahagia. Jika orangtua terlihat gembira maka anak pun akan merasakan hal yang sama.
Aktivitas fisik juga harus disesuaikan dengan usia anak. Chitra menjelaskan, anak usia dua tahun umumnya belum bisa berjalan terlalu jauh dan cepat. Jadi sebaiknya lakukan olahraga ringan.
"Anak dua tahun belum bisa jalan terlalu jauh karena mudah lelah. Jadi ajak saja jalan di sepanjang taman," tuturnya.
Selain rutin dan konsisten, penting juga memberikan variasi dalam penerapan hidup sehat. Makanan sebaiknya beraneka ragam dan berbeda setiap harinya. Begitu juga kegiatan, variasikan sesuai minat anak.
Melatih anak untuk hidup sehat juga sebaiknya dilakukan secara bertahap. Jika anak lebih suka makan nugget atau sosis ketimbang sayuran, Anda bisa memulainya dengan mengurangi nugget, dan memperbanyak sayur. Setelah itu porsi makanan tidak sehat semakin dikurangi dan digantikan dengan asupan yang lebih bergizi.
Ketika anak sudah bisa diajak diskusi, orangtua bisa menjelaskan manfaat dari makan sehat dan berolahraga. Lakukan pendekatan sebab-akibat agar anak lebih mengerti dan menerima penjelasan.
"Anak usia di atas tiga tahun sudah bisa diajak diskusi. Ajak bicara dengan cara, misalnya, 'kamu mau sehat nggak? kalau mau sehat makan sayur'. Atau bisa dengan perbincangan yang lainnya. Kalau mau jadi dokter harus makan sehat. Seperti itu," terang Chitra.
Langkah terakhir adalah buat anak merasa dihargai. Contohnya ketika si kecil sudah berhasil makan sayur sampai habis, berikan pujian atau pelukan. Begitu juga jika anak berhasil lari mengitari taman kompleks rumah, sambut dia di garis 'finish' sambil tertawa bahagia. Cara tersebut akan membuat anak lebih termotivasi karena akan ada orangtua yang bangga dengan mereka. (hst/hst)
Menerapkan pola hidup sehat kepada anak memang terbilang sulit. Namun bukan berarti tidak bisa dilakukan. Psikolog anak Chitra Annisya, M.Psi., memberikan tips bagaimana 'menularkan' hidup sehat pada si buah hati.
![]() |
"Anak-anak adalah peniru paling baik jadi dibandingkan secara lisan, lebih baik jika gaya hidup sehat dicontohkan," tuturnya, saat konferensi pers HiLo School Drawing Competition 2016 di Chatterbox Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (14/6/2017).
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah melibatkan seluruh anggota keluarga. Ayah, ibu, adik, kakak atau kakek-nenek. Dalam hal makan sehat misalnya, selalu sempatkan keluarga untuk makan bersama sesering mungkin jika memungkinkan. Misalnya saat sarapan atau makan malam, makanlah dengan seluruh anggota keluarga sambil menghidangkan sayuran, buah-buahan dan makanan bergizi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, lakukan dengan cara yang menyenangkan. Jadikan aktivitas fisik seperti olahraga terlihat sebagai sesuatu yang menyenangkan dan itu dimulai dari orangtua. Temani sang anak berenang, berlari atau olahraga lainnya dengan wajah yang bersemangat dan bahagia. Jika orangtua terlihat gembira maka anak pun akan merasakan hal yang sama.
![]() |
Aktivitas fisik juga harus disesuaikan dengan usia anak. Chitra menjelaskan, anak usia dua tahun umumnya belum bisa berjalan terlalu jauh dan cepat. Jadi sebaiknya lakukan olahraga ringan.
"Anak dua tahun belum bisa jalan terlalu jauh karena mudah lelah. Jadi ajak saja jalan di sepanjang taman," tuturnya.
Selain rutin dan konsisten, penting juga memberikan variasi dalam penerapan hidup sehat. Makanan sebaiknya beraneka ragam dan berbeda setiap harinya. Begitu juga kegiatan, variasikan sesuai minat anak.
Melatih anak untuk hidup sehat juga sebaiknya dilakukan secara bertahap. Jika anak lebih suka makan nugget atau sosis ketimbang sayuran, Anda bisa memulainya dengan mengurangi nugget, dan memperbanyak sayur. Setelah itu porsi makanan tidak sehat semakin dikurangi dan digantikan dengan asupan yang lebih bergizi.
![]() |
Ketika anak sudah bisa diajak diskusi, orangtua bisa menjelaskan manfaat dari makan sehat dan berolahraga. Lakukan pendekatan sebab-akibat agar anak lebih mengerti dan menerima penjelasan.
"Anak usia di atas tiga tahun sudah bisa diajak diskusi. Ajak bicara dengan cara, misalnya, 'kamu mau sehat nggak? kalau mau sehat makan sayur'. Atau bisa dengan perbincangan yang lainnya. Kalau mau jadi dokter harus makan sehat. Seperti itu," terang Chitra.
Langkah terakhir adalah buat anak merasa dihargai. Contohnya ketika si kecil sudah berhasil makan sayur sampai habis, berikan pujian atau pelukan. Begitu juga jika anak berhasil lari mengitari taman kompleks rumah, sambut dia di garis 'finish' sambil tertawa bahagia. Cara tersebut akan membuat anak lebih termotivasi karena akan ada orangtua yang bangga dengan mereka. (hst/hst)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
Tak Hanya Minyak Berlebih, Ini Penyebab Jerawat di Wajah
Most Popular
1
Momen Miley Cyrus Ngomel ke Fotografer, Disuruh Lepas Kacamata di Red Carpet
2
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
3
Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual
4
Kisah Cinta Sesama Idol Jepang, Mantan AKB48 Akan Dinikahi Anggota BOYS & MEN
5
Komentator Politik yang Sebut Ibu Negara Prancis Transgender Kembali Menyindir
MOST COMMENTED














































