Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Diet Sehat di Bulan Ramadan Agar Tubuh Tak Menggemuk Pasca Lebaran

Hestianingsih - wolipop
Senin, 13 Jun 2016 11:34 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Berpuasa sudah menjadi kewajiban semua umat Muslim saat Ramadan. Di samping menunaikan kewajiban, puasa juga sebenarnya memiliki manfaat bagi kesehatan dan mengatur kedisiplinan. Selain itu puasa pun membantu menurunkan berat badan apabila dijalankan dengan benar.

Namun yang kerap terjadi, setelah Lebaran tidak sedikit orang yang merasa berat badannya justru naik, begitupun kolesterol. Jika kenaikan berat badan yang selalu Anda alami pasca Hari Raya, berarti ada yang salah dengan pola makan Anda selama berpuasa.

Saat berbuka puasa, seringkali Anda lebih senang memilih gorengan dan makanan berlemak ketimbang kurma, buah potong dan air putih. Ada pula yang langsung melahap makanan berat dengan lauk pauk tinggi lemak dan kalori. Belum lagi berbagai es dengan kandungan gula tinggi. Padahal, itu bertolak belakang dengan esensi dari berpuasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pesan mendasar di balik Ramadan adalah kedisiplinan dan kontrol diri. Ini seharusnya tetap dipertahankan sampai sore hari," ujar Dr Razeen Mahroof, ahli anestesi dari Oxford, Inggris, seperti dikutip dari NHS.

Ia mengatakan bahwa asupan makanan saat puasa haruslah simpel dan tidak jauh berbeda dari pola makan normal. Penting juga untuk memerhatikan makanan yang dikonsumsi ketika sahur. Makanan sebaiknya berupa wholefood, yakni masih berbentuk utuh dan bukan hasil olahan pabrik atau makanan dalam kemasan seperti nugget, sosis, corned atau smoked beef.

"Makan sahur harus ringan dan mengandung makanan yang dicerna tubuh secara perlahan seperti roti pitta, salad, sereal (terutama oat) atau roti, jadi pelepasan energi stabil dan konstan," jelas Dr Mahroof.

Penting juga memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral dengan jus buah segar atau buah potong. Bisa juga dengan minum minuman mengandung elektrolit, lebih baik yang alami seperti air kelapa murni untuk menggantikan cairan elektrolit yang hilang selama berpuasa.

Sementara makanan yang sebaiknya dihindari kala sahur adalah gorengan, makanan berlemak dan bergula tinggi dan makanan siap saji. Semua makanan tersebut mudah dicerna oleh tubuh sehingga pelepasan energinya juga cepat, menyebabkan tubuh menjadi lebih cepat lemas.

Ketika tiba waktu berpuasa, sangat disarankan mengawalinya dengan beberapa kurma dan air putih. Kurma bisa menyediakan energi dengan cepat sehingga tubuh jadi lebih segar dan kuat setelah seharian berpuasa. Jika tidak ada kurma, jus buah juga bisa menjadi alternatif. Selain mengganti cairan, jus buah juga kaya vitamin, gula alami dan serat. Hindari makanan terlalu 'mewah' yang biasanya tinggi kalori, garam dan lemak. (hst/hst)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads