Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Alasan Stres dan Kurang Tidur Bisa Jadi 'Duet' Berbahaya Saat Diet

Hestianingsih - wolipop
Senin, 11 Apr 2016 15:34 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Stres dan kurang tidur merupakan 'duet' yang paling berbahaya bagi keberhasilan Anda menjaga berat badan dan ukuran lingkar pinggang tetap ideal. Sebabnya? Terjadi ketidakseimbangan hormon yang juga berpengaruh terhadap nafsu makan.

Ketika seseorang lelah dan letih, tubuh akan mulai memproduksi kortisol, hormon stres yang bisa meningkatkan hasrat makan. Sementara jika kurang tidur, tubuh akan lebih banyak melepaskan ghrelin, hormon yang berhubungan dengan rasa lapar. Di waktu yang sama leptin pun menurun, yaitu hormon yang mengirimkan sinyal kenyang dan puas ke otak.

Berdasarkan studi dari Canadian Medical Association Journal, orang yang sedang dalam program diet penurunan berat badan dan hanya tidur 5,5 jam per malam selama dua minggu kehilangan 55 persen lemak sehingga merasa lebih lapar ketimbang orang yang tidur 8,5 jam. Lemak, berfungsi memberi rasa kenyang pada tubuh dan jika seseorang kekurangan lemak maka ia akan sulit mengontrol nafsu makan karena selalu merasa lapar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maka dari itu Robin Frutchey, terapis di Johns Hopkins University Weight Management Center menyarankan untuk memprioritaskan tidur bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan sekaligus mempertahankannya dalam waktu lama. Setidaknya dapatkan waktu tidur berkualitas tiap malam selama tujuh jam. Tidur cukup juga menurunkan tingkat stres sehingga produksi hormon oksitosin bisa ditekan.

Agar jam tidur tidak terganggunggu, disarankan tidak mengonsumsi makanan empat jam sebelum tidur. Makanan yang dimaksud adalah makan malam berat atau minuman yang tinggi kalori.

Pakar diet dan nutrisi Kristin L. Morris, Ph.D., menyebutkan alasannya karena tubuh memerlukan jeda waktu untuk memroses makanan dan istirahat. Sehingga jika waktu tidur tiba, organ tubuh yang berfungsi menyaring nutrisi makanan dan melakukan detoksifikasi seperti liver, lambung dan ginjal bisa bekerja lebih optimal sehingga ketika bangun di pagi hari Anda merasa lebih segar. (hst/hst)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads