Wanita Ini Melukis dengan Darah Haid Untuk Ubah Stigma Terhadap Menstruasi
Rahmi Anjani - wolipop
Selasa, 23 Feb 2016 07:59 WIB
Jakarta
-
Meski bukan hal asing bagi wanita, menstruasi menjadi topik yang tabu untuk dibicarakan secara terbuka. Buktinya, banyak dari mereka yang malu saat harus membeli pembalut di toko atau swalayan. Hal tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga di belahan dunia lain seperti Amerika Serikat. Ingin mengubah stigma terhadap 'tamu bulanan', seorang mahasiswi pun memberanikan diri untuk membuat karya seni dengan darah menstruasi.
Mahasiswi tersebut bernama Samera Paz yang merupakan pelajar University of the Arts, Philadelphia, AS. Beberapa waktu lalu Samera membuat pertunjukkan lukisan dengan darah haid sebagai pengganti cat. Hal ini dilakukan demi menormalisasi menstruasi dan menyulapnya sebagai sesuatu yang cantik. Ia pun menggunakan darahnya sendiri untuk menggoreskan garis-garis dalam lukisan tersebut.
"Sebagian darahku menunjukkan kebenaran yang tidak diinginkan dan menghapus stigma negatif kita tentang sesuatu yang normal seperti datang bulan. Aku percaya menggunakan cairan tubuh dalam karya seni dimulai dari 35.000 tahun lalu dalam gambar-gambar di gua. Aku menggunakan apa yang aku punya dan menolak untuk membatasi diri sendiri," kata Samera kepada Cosmopolitan Amerika Serikat.
Baca Juga: 50 Tas dan Sepatu Favorit Selebriti
Samera menambahkan jika ide lukisan sudah ada sejak beberapa waktu lalu. Setelah berhasil mewujudkannya, wanita 21 tahun tersebut mengaku merasa lega dan penuh dengan emosi. Menurutnya, menstruasi adalah sesuatu yang natural dan cara terbaik untuk menormalisasikannya adalah memamerkannya dalam sebuah media.
Untuk sebagian seniman, karya Samera ini tergolong berani dan cukup dikagumi. "Dari perspektif seorang pria, tidak banyak dari kita yang melihat darah menstruasi. Itu benar-benar diberi stigma buruk dan tabo. Ini sangat keren," kata seorang pria mengenai pertunjukkan seni Samera.
Meski begitu, tidak sedikit pula orang yang mencaci lukisan tersebut, terutama di media sosial. Banyak orang mengatakan jika Samera menjijikan, kotor, bahkan menyuruhnya untuk mati. Melihat komentar bernada negatif, ia pun tidak memblokir atau balik menghujat. Wanita tersebut malah me-retweet dan mencetaknya dalam sebuah papan besar.
"Aku ingin orang-orang merasakan sesuatu ketika mereka melihat karyaku. Itu bisa jadi menjijikkan, bahagia, terinspirasi, atau bingung. Yang penting mereka merasakan sesuatu," ungkap Samera. (ami/eny)
Mahasiswi tersebut bernama Samera Paz yang merupakan pelajar University of the Arts, Philadelphia, AS. Beberapa waktu lalu Samera membuat pertunjukkan lukisan dengan darah haid sebagai pengganti cat. Hal ini dilakukan demi menormalisasi menstruasi dan menyulapnya sebagai sesuatu yang cantik. Ia pun menggunakan darahnya sendiri untuk menggoreskan garis-garis dalam lukisan tersebut.
"Sebagian darahku menunjukkan kebenaran yang tidak diinginkan dan menghapus stigma negatif kita tentang sesuatu yang normal seperti datang bulan. Aku percaya menggunakan cairan tubuh dalam karya seni dimulai dari 35.000 tahun lalu dalam gambar-gambar di gua. Aku menggunakan apa yang aku punya dan menolak untuk membatasi diri sendiri," kata Samera kepada Cosmopolitan Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Samera menambahkan jika ide lukisan sudah ada sejak beberapa waktu lalu. Setelah berhasil mewujudkannya, wanita 21 tahun tersebut mengaku merasa lega dan penuh dengan emosi. Menurutnya, menstruasi adalah sesuatu yang natural dan cara terbaik untuk menormalisasikannya adalah memamerkannya dalam sebuah media.
Untuk sebagian seniman, karya Samera ini tergolong berani dan cukup dikagumi. "Dari perspektif seorang pria, tidak banyak dari kita yang melihat darah menstruasi. Itu benar-benar diberi stigma buruk dan tabo. Ini sangat keren," kata seorang pria mengenai pertunjukkan seni Samera.
Meski begitu, tidak sedikit pula orang yang mencaci lukisan tersebut, terutama di media sosial. Banyak orang mengatakan jika Samera menjijikan, kotor, bahkan menyuruhnya untuk mati. Melihat komentar bernada negatif, ia pun tidak memblokir atau balik menghujat. Wanita tersebut malah me-retweet dan mencetaknya dalam sebuah papan besar.
"Aku ingin orang-orang merasakan sesuatu ketika mereka melihat karyaku. Itu bisa jadi menjijikkan, bahagia, terinspirasi, atau bingung. Yang penting mereka merasakan sesuatu," ungkap Samera. (ami/eny)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
Most Popular
1
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
2
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
3
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
4
50 Ucapan Selamat Tidur Bahasa Inggris Romantis, Bikin Pacar Senyum Meleleh
5
Jessie Buckley Ungkap Alasan Suami Tak Pernah Menemaninya di Karpet Merah
MOST COMMENTED











































