Ingin Tulang Kuat Tapi Tidak Suka Minum Susu? Teh Bisa Jadi Solusinya
Hestianingsih - wolipop
Rabu, 10 Feb 2016 18:09 WIB
Jakarta
-
Kabar baik bagi pencinta teh. Minum teh minimal tiga cangkir sehari bisa membantu menguatkan tulang sampai tua, dengan menurunkan risiko patah dan keretakan tulang.
Penelitian di Australia menemukan bahwa minum teh tiga cangkir sehari mengurangi risiko patah atau retak tulang hingga 30 persen. Para peneliti dari Flinders University, Australia Selatan, menganalisa data kesehatan dari 1.200 wanita paruh baya selama 10 tahun.
Partisipan yang rata-rata berusia 80 tahun diminta mengisi kuesioner tentang diet mereka, termasuk berapa banyak teh yang diminum. Sepanjang periode penelitian, dilaporkan ada 288 wanita yang mengalami patah tulang dan 129 kasus keretakan pada pinggul.
Dari hasil penelitian diketahui, partisipan yang minum sedikitnya tiga cangkir teh sehari, 30 persen lebih jarang mengalami patah tulang ketimbang mereka yang jarang atau tidak pernah menyeruput teh dalam 10 tahun tersebut. Risiko patah dan retak tulang ternyata bertambah pada partisipan yang suka merokok dan tidak berolahraga.
The International Osteoporosis Foundation memperkirakan lebih dari 200 juta orang mengalami osteoporosis. Di Amerika Serikat dan Eropa saja, hampir 30 persen wanita menopause menderita osteoporosis atau tulang rapuh. Dan sedikitnya 40 persen wanita paruh baya pernah mengalami keretakan tulang selama hidupnya.
Kembali ke hasil penelitian, minum teh bisa mempertahankan kekuatan tulang berkat kandungan antioksidan yang disebut flavonoid. Antioksidan ini bermanfaat menguatkan tulang juga baik untuk menjaga kesehatan jantung --jantung yang sehat, berarti mendukung juga kekuatan tulang.
Baca Juga: 50 Tas dan Sepatu Favorit Selebriti
Sebenarnya banyak makanan yang mengandung flavonoid sebut saja 'teman baik teh', kopi. Flavonoid juga terkandung dalam beberapa jenis buah dan sayur. Namun hingga saat ini, teh masih diakui sebagai sumber flavonoid terbaik dan terbanyak, menurut studi yang dimuat dalam American Journal of CLinical Nutrition.
"Konsumsi tiga cangkir teh atau lebih setiap hari merupakan kegiatan yang menyenangkan dan menurut penemuan dari studi ini bisa membantu menjaga kesehatan tulang pada wanita lanjut usia," ujar Dr Tim Bond dari Tea Advisory Panel, seperti dikutip dari Daily Mail.
Senada dengan Tim, Sarah Leyland dari National Osteporosis Society mengatakan bahwa hasil studi lain juga membuktikan bahwa minum teh bisa membantu mencegah rentannya keretakan tulang. Meskipun Sarah masih mempertanyakan apakah benar zat flavonoid di dalam teh yang memberi manfaat itu.
"Belum begitu jelas apakah karena teh mengandung flavonoid, senyawa yang berasal dari tumbuhan, atau fluoride atau faktor lainnya. Tapi secara umum pola diet yang cukup kalsium, protein dan banyak buah serta sayuran juga ikut menunjang kebutuhan nutrisi bagi tulang," jelasnya.
Selain itu ada yang perlu diperhatikan soal kebiasaan minum teh untuk tulang kuat. Meskipun teh memang baik bagi kesehatan, konsumsinya tetap perlu dibatasi, seperti yang telah dianjurkan di atas, cukup tiga cangkir sehari. Lebih dari itu, tubuh justru bisa mengalami dehidrasi karena teh bersifat diuretik (meningkatkan frekuensi buang air kecil) dan mengganggu siklus tidur Anda karena teh mengandung kafein yang meningkatkan kewaspadaan. Teh yang diminum dalam keadaan hangat dan tanpa gula akan membuat manfaatnya lebih maksimal ketimbang dicampur gula atau krim. (hst/hst)
Penelitian di Australia menemukan bahwa minum teh tiga cangkir sehari mengurangi risiko patah atau retak tulang hingga 30 persen. Para peneliti dari Flinders University, Australia Selatan, menganalisa data kesehatan dari 1.200 wanita paruh baya selama 10 tahun.
Partisipan yang rata-rata berusia 80 tahun diminta mengisi kuesioner tentang diet mereka, termasuk berapa banyak teh yang diminum. Sepanjang periode penelitian, dilaporkan ada 288 wanita yang mengalami patah tulang dan 129 kasus keretakan pada pinggul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
The International Osteoporosis Foundation memperkirakan lebih dari 200 juta orang mengalami osteoporosis. Di Amerika Serikat dan Eropa saja, hampir 30 persen wanita menopause menderita osteoporosis atau tulang rapuh. Dan sedikitnya 40 persen wanita paruh baya pernah mengalami keretakan tulang selama hidupnya.
Kembali ke hasil penelitian, minum teh bisa mempertahankan kekuatan tulang berkat kandungan antioksidan yang disebut flavonoid. Antioksidan ini bermanfaat menguatkan tulang juga baik untuk menjaga kesehatan jantung --jantung yang sehat, berarti mendukung juga kekuatan tulang.
Baca Juga: 50 Tas dan Sepatu Favorit Selebriti
Sebenarnya banyak makanan yang mengandung flavonoid sebut saja 'teman baik teh', kopi. Flavonoid juga terkandung dalam beberapa jenis buah dan sayur. Namun hingga saat ini, teh masih diakui sebagai sumber flavonoid terbaik dan terbanyak, menurut studi yang dimuat dalam American Journal of CLinical Nutrition.
"Konsumsi tiga cangkir teh atau lebih setiap hari merupakan kegiatan yang menyenangkan dan menurut penemuan dari studi ini bisa membantu menjaga kesehatan tulang pada wanita lanjut usia," ujar Dr Tim Bond dari Tea Advisory Panel, seperti dikutip dari Daily Mail.
Senada dengan Tim, Sarah Leyland dari National Osteporosis Society mengatakan bahwa hasil studi lain juga membuktikan bahwa minum teh bisa membantu mencegah rentannya keretakan tulang. Meskipun Sarah masih mempertanyakan apakah benar zat flavonoid di dalam teh yang memberi manfaat itu.
"Belum begitu jelas apakah karena teh mengandung flavonoid, senyawa yang berasal dari tumbuhan, atau fluoride atau faktor lainnya. Tapi secara umum pola diet yang cukup kalsium, protein dan banyak buah serta sayuran juga ikut menunjang kebutuhan nutrisi bagi tulang," jelasnya.
Selain itu ada yang perlu diperhatikan soal kebiasaan minum teh untuk tulang kuat. Meskipun teh memang baik bagi kesehatan, konsumsinya tetap perlu dibatasi, seperti yang telah dianjurkan di atas, cukup tiga cangkir sehari. Lebih dari itu, tubuh justru bisa mengalami dehidrasi karena teh bersifat diuretik (meningkatkan frekuensi buang air kecil) dan mengganggu siklus tidur Anda karena teh mengandung kafein yang meningkatkan kewaspadaan. Teh yang diminum dalam keadaan hangat dan tanpa gula akan membuat manfaatnya lebih maksimal ketimbang dicampur gula atau krim. (hst/hst)
Home & Living
Bingung Simpan Sepatu yang Numpuk? Cek Rekomendasi Rak Sepatu Anti Debu & Hemat Tempat di Sini!
Pakaian Wanita
Nggak Perlu Mahal-Mahal Nails Art! Pakai Fake Nails Ini untuk Tampilan Kuku Lebih Cantik
Olahraga
Latihan Harian atau Game Akhir Pekan, Ini 3 Bola Voli yang Tetap Nyaman di Lapangan
Hobi dan Mainan
Commuting Tiap Hari atau Sering Butuh Fokus? Soundcore by Anker Q20i Bisa Redam Bising dan Nyaman Dipakai Seharian
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Kisah Wanita 62 Tahun Hamil Lagi Setelah Anaknya Meninggal, Jadi Kontroversi
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
Most Popular
1
Penampilan Terbaru Zheng Shuang, Aktris China yang Diboikot karena Sewa Rahim
2
Heboh Wanita 'Nyemplung' di Kolam Tetangga Tanpa Busana, Ingin Jadi Mermaid
3
Ramalan Zodiak 10 Januari: Libra Lebih Teliti, Scorpio Masih Boros
4
Potret Cantik Putri Denmark yang Viral Dijodohkan dengan Putra Donald Trump
5
V BTS Jadi Idol KPop Paling Dicari di Google, Terpopuler Versi Forbes Korea
MOST COMMENTED











































