Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Tren Orang Dewasa Mewarnai

'Demam' Orang Dewasa yang Hobi Mewarnai, Buku Gambar Kini Laris Manis

Hestianingsih - wolipop
Selasa, 29 Sep 2015 11:39 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Instagram Johanna Basford
Jakarta -

Mewarnai buku gambar kini sedang tren di kalangan orang dewasa, khususnya wanita. Buku-buku mewarnai pun laris manis di situs belanja online. Beberapa bulan terakhir, tepatnya April 2015, dua dari daftar buku terlaris di Amazon adalah buku mewarnai.

Hal yang sama juga terjadi di Booktopia, toko buku online terbesar di Australia. Menurut Head of Product dan Chief Buyer Booktopia John Purcell, penjualan buku mewarnai untuk orang dewasa ini meningkat tajam sejak dipasarkan pada Maret 2015.

Kepada Business Insider, John mengatakan bahwa kini Booktopia telah memasok ratusan eksemplar buku mewarnai. Dalam sebulan, toko buku online tersebut bisa menjual hingga puluhan ribu buku saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penjualan di tahun lalu bahkan tidak ada. Jadi ada peningkatan persentase yang sangat, sangat besar di sini," ujar John.

Dia menambahkan kini hampir semua perusahaan penerbit, baik besar atau kecil membuat buku mewarnai khusus dewasa. John pun memprediksi bahwa hobi mewarnai buku gambar ini akan berlangsung cukup lama, bukan sekadar tren yang 'numpang lewat'.

"Saya tidak melihat tren ini akan cepat berlalu. Kan ada Natal, liburan musim panas. Di Prancis, asal mula berkembangnya tren ini, bertahan hingga tiga tahun. Jadi mungkin kita akan tetap membicarakan buku mewarnai ini hingga 2018!" tuturnya.

Kenapa jadi booming? Mewarnai buku gambar disebut-sebut memiliki efek terapi yang cukup signifikan. Fokus terhadap suatu hal yang tidak berkaitan dengan pekerjaan kantor atau tugas rumah tangga akan membuat pikiran lebih relaks bahkan ada pula yang mengklaim bisa menjadi media untuk meditasi.

Menurut Joel Pearson, pengajar di School of Psychology University of New South Wales, secara ilmiah mewarnai buku gambar memang ada manfaatnya. Aktivitas tersebut bisa menjadi pelepas stres, sama hal nya seperti ketika bermain game Tetris, membuat keramik dari tanah liat atau plasticine (lilin mainan).

"Saat mewarnai Anda harus mengerjakan tugas yang cukup menantang, tapi tidak sampai membuat kerepotan... Kegiatan ini repetitif tapi Anda tidak menjadi bosan," jelas John.

Tren mewarnai buku gambar ini berawal dari Johanna Basford, seorang ilustrator asal Inggris yang menuangkan hobi menggambarnya agar lebih relaks. Pada 2013, ia merilis buku mewarnai bertajuk 'Secret Garden'. Tak disangka-sangka, buku yang dijual seharga USD 20 atau sekitar Rp 295 ribuan itu sukses di pasaran. Pada Januari 2015, bukunya telah terjual satu juta eksemplar dan diterjemahkan ke dalam 14 bahasa di seluruh dunia.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads