Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Daftar Kegiatan yang Membuat Orang Lebih Gemuk Setelah Usia 20 Tahun

Eny Kartikawati - wolipop
Kamis, 03 Sep 2015 08:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Seiring pertambahan usia, gaya hidup pun akan berubah. Jika dulu saat belum berusia 20 tahun, Anda aktif dengan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan studi dan hobi, ketika masa tersebut berlalu, Anda justru disibukkan dengan urusan pekerjaan.

Perubahan gaya hidup ini yang bisa membuat orang setelah usia 20 tahunan menjadi lebih mudah mengalami kenaikan berat badan. Apalagi dengan berbagai kebiasaan yang mempengaruhi pola makan. Seperti makan sambil mengetik di depan laptop hingga begadang karena urusan pekerjaan atau hangout dengan teman. Berikut daftar kebiasaan kurang baik yang sebaiknya Anda cermati agar berat badan tak semakin bertambah:

1. Nonton TV Sambil Makan
Penelitian yang dilakukan Leiden University dan Raboud University menunjukkan bahwa saat menonton TV, kemampuan seseorang untuk mengenali rasa makanan jadi berkurang. Hal ini disebabkan karena stimuli indra perasa terganggu karena orang lebih konsentrasi melihat layar ketimbang makanan yang masuk ke mulut. Selain itu menonton TV sambil makan juga menghilangkan kepekaan terhadap rasa kenyang dan rasa puas saat mengunyah makanan, sehingga tubuh tidak bisa membedakan kapan harus berhenti makan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Begadang
Kebiasaan begadang bisa membuat berat badan Anda cepat naik. Penyebabnya sesuai riset yang dilakukan peneliti dari Perelman School of Medicine di University of Pennsylvania, karena saat tidur terlalu malam, keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi lemak dan kalori meningkat. Berdasarkan penelitian, keinginan mengunyah di malam hari muncul karena sejumlah faktor. Andrea M. Spaeth, MA, dari University of Pennsylvania menjelaskan, semakin malam Anda terjaga akan lebih banyak waktu yang dimiliki untuk makan. Tapi tak hanya itu, makanan yang diinginkan umumnya tinggi lemak dan kalori karena tubuh yang secara tidak sadar menginginkan itu.

3. Makan Saat Menyetir
Tidak hanya nonton TV, efek ngemil berlebihan juga bisa terjadi ketika Anda makan sambil melakukan aktivitas lain. Misalnya saat menyetir mobil. Saat makan sambil menyetir mobil, Anda cenderung tidak memperhatikan makanan apa saja yang diasup dan lebih mementingkan agar perut terasa kenyang, dan mulut terpuaskan hasrat ngemilnya.

4. Kebiasaan Kumpul di Cafe
Kebiasaan hangout atau berkumpul di cafe bersama teman-teman juga menjadi salah satu pemicu orang ingin ngemil. Acara kumpul-kumpul tentunya tidak akan seru jika tidak ada yang bisa diminum atau dimakan. Anda pun akan memesan makanan serta minuman ringan agar suasana hangout lebih menyenangkan.

5. Makan Sambil Berjalan
Penelitian yang dilakukan University of Surrey, Inggris menunjukkan bahwa orang yang makan sambil berjalan berpotensi makan berlebihan pada jam makan selanjutnya. Hal ini disebabkan karena ketika berjalan, pikiran jadi teralihkan sehingga terlambat menerima sinyal kenyang. Distraksi yang diperoleh tubuh ketika makan sambil berjalan bisa melumpuhkan kemampuan tubuh untuk mengenali efek kenyang saat selesai makan. Alhasil, Anda akan lebih sulit merasa kenyang dan mencari-cari makanan apa yang bisa dimakan, termasuk camilan.

6. Mengetik di Depan Komputer
Bekerja di depan komputer, berbicara di telepon atau membaca buku juga bisa jadi pemicu Anda ingin ngemil, terutama jika di samping Anda 'terpajang' banyak makanan. Seperti hal nya menyetir dan nonton TV, aktivitas yang mengalihkan konsentrasi otak dari makanan akan membuat Anda terus mengunyah camilan tanpa sadar.

(eny/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads